MajalahaCeo.id I Tapteng (Sumut) – Tapanuli Tengah –Sibabangun Sudah 19 hari pasca bencana longsor yang melanda Dusun 3 Sibira-bira, Desa Hutagurgur, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah, namun hingga kini warga mengaku belum pernah mendapat kunjungan maupun perhatian langsung dari pemerintah desa maupun instansi terkait,sabtu 13 desember 2025.

Bencana longsor tersebut mengakibatkan sejumlah rumah warga hancur tertimbun material tanah, sementara jalan akses utama menuju dusun tersebut putus total, sehingga aktivitas dan mobilitas warga lumpuh. Kondisi ini membuat masyarakat setempat hidup dalam keterbatasan dan ketidakpastian.
Dengan nada sedih, salah satu warga menyampaikan bahwa mereka kehilangan hampir seluruh harta benda dan mata pencaharian akibat bencana tersebut.
“Kami kehilangan segalanya. Rumah kami hancur, mata pencaharian juga ikut hilang. Kami benar-benar tidak punya apa-apa lagi,” ujar seorang warga dengan mata berkaca-kaca.
Yang lebih memprihatinkan, menurut keterangan warga, hingga hari ke-19 pasca bencana, tidak ada satu pun pihak dari pemerintah desa maupun pemerintah terkait yang datang untuk meninjau langsung kondisi mereka. Hal ini menimbulkan rasa kecewa, sedih, sekaligus kesal di tengah masyarakat yang sedang berjuang bertahan hidup.
“Yang paling miris, sudah 19 hari berlalu, tapi tidak pernah ada pemerintah yang datang melihat keadaan kami. Kami merasa seperti ditinggalkan,” ungkap warga lainnya dengan nada kecewa.
Saat ini, sebagian warga terpaksa bertahan di tempat seadanya, bahkan ada yang menumpang di rumah kerabat karena rumah mereka hancur dan tidak layak huni. Mereka sangat membutuhkan bantuan tempat tinggal sementara, logistik, serta perhatian serius dari pemerintah.
Warga Dusun 3 Sibira-bira berharap pemerintah segera turun tangan, meninjau langsung kondisi di lapangan, dan memberikan solusi nyata atas penderitaan yang mereka alami.
> “Harapan kami sederhana, pemerintah mau memperhatikan keadaan kami, terutama soal tempat tinggal sementara. Rumah kami sudah hancur tertimbun longsor,” tutur warga dengan penuh harap.
Masyarakat berharap tidak terus dibiarkan berjuang sendiri, dan bencana yang mereka alami dapat segera mendapat respon cepat dan penanganan serius dari pihak berwenang demi keberlangsungan hidup mereka ke depan.














