Ada Apa? Pemko Medan dan BWSS II Lakukan Pembiaran Terhadap Bangunan Tembok City View Tanpa Izin, Akibatnya Tejadi Penyempitan Aliran Sungai Dan Sedimentasi Parah

- Jurnalis

Sabtu, 14 Februari 2026 - 05:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MajalahCeo.id | Medan – Sedimentasi parah (kedalaman sungai berkurang drastis) mengakibatkan risiko banjir di area strategis kota Medan

Sedimentasi parah yang mengakibatkan pendangkalan sungai (seperti Sungai Deli, Sungai Babura, dll.) merupakan salah satu penyebab utama peningkatan risiko banjir di area strategis Kota Medan pada tahun 2025-2026.

Berdasarkan informasi terkini, hal ini terjadi karena alih fungsi lahan di hulu, pembuangan sampah ke sungai, dan penyempitan badan sungai akibat bangunan liar.

1. Kondisi Terkini (2025-2026):

Kedalaman Sungai Berkurang Drastis: Normalisasi sungai mendesak dilakukan karena sedimentasi membuat kapasitas tampung air menurun drastis.

Area Strategis Terdampak: Banjir kerap melanda area strategis, termasuk pusat bisnis, pemukiman di bantaran sungai, dan seperti Bangunan Tembok City diatas sempadan sungai panjangnya ribuan meter tanpa izin namun di biarkan hingga mengakibatkan sungai semakin sempit dan dangkal.

Selain sedimentasi alami, perilaku membuang sampah sembarangan dan adanya bangunan di badan sungai memperparah pendangkalan.

Musim Hujan Ekstrem: Akhir tahun 2025 hingga awal 2026, curah hujan tinggi memicu luapan sungai.

Rahmadsyah aktifis yang tergabung dalam Lembaga Konservasii Lingkungan Hidup mempertanyakan sikap diam pemko Medan dan BWSS II terhadap bangunan tembok City View tanpa izin.

“Ada Apa?? Pemko Medan dan BWSS II Lakukan Pembiaran Terhadap Bangunan Tembok City View Tanpa Izin, Akibatnya Tejadi Penyempitan Aliran Sungai Dan Sedimentasi Parah,” ungkapnya, Sabtu (14/2/20226).

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Juga

Gagas Gerakan “Jaga Rawat Jawa Barat”, Polda Jabar Rangkul Cipayung Plus dan BEM Berbasis Riset Akademis
Musda XII MUI Kabupaten Sukabumi Jadi Ajang Perkuat Sinergi Ulama dan Pemerintah
Satgas Citarum Harum Perketat Pengawasan Limbah Industri, Dansatgas: Aktivitas Produksi Jangan Sampai Mengorbankan Lingkungan
Satgas Citarum Harum Perkuat Kolaborasi Pentahelix Atasi Sedimentasi, Dansatgas: Pemulihan Sungai Harus Dimulai dari Hulu hingga Hilir
Police Goes To School, Kapolsek Cikalongwetan Tanamkan Karakter, Disiplin, dan Kesadaran Hukum kepada Siswa SMP Karya Pembangunan Maswati
Polda Jabar Tegaskan Komitmen Berantas Begal dan Kejahatan Jalanan, Kabid Humas: Peran Aktif Masyarakat Sangat Membantu Pengungkapan Kasus
Polri Adopsi Kurikulum OBE dan Berbasis AI dalam Pendidikan Bintara SPKT 2026
Polda Jabar Bongkar Sindikat Judi Online Jaringan Internasional, 12 Tersangka Ditetapkan

Baca Juga

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:11 WIB

Gagas Gerakan “Jaga Rawat Jawa Barat”, Polda Jabar Rangkul Cipayung Plus dan BEM Berbasis Riset Akademis

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:36 WIB

Musda XII MUI Kabupaten Sukabumi Jadi Ajang Perkuat Sinergi Ulama dan Pemerintah

Selasa, 21 Juli 2026 - 17:39 WIB

Satgas Citarum Harum Perketat Pengawasan Limbah Industri, Dansatgas: Aktivitas Produksi Jangan Sampai Mengorbankan Lingkungan

Selasa, 21 Juli 2026 - 17:33 WIB

Satgas Citarum Harum Perkuat Kolaborasi Pentahelix Atasi Sedimentasi, Dansatgas: Pemulihan Sungai Harus Dimulai dari Hulu hingga Hilir

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:21 WIB

Police Goes To School, Kapolsek Cikalongwetan Tanamkan Karakter, Disiplin, dan Kesadaran Hukum kepada Siswa SMP Karya Pembangunan Maswati

Tajuk Populer