Majalahceo.id | Medan – Tembok City View dengan panjang ribuan meter di biarkan berdiri kokoh sehimgga sungai mengalami penyempitan dan sedimentasi (Pendangkalan).
Satu Tahun Kepemimpinan Satu Tahun Kepemimpinan Rico – Zaki, BWSS II Dan Pemko Medan Abai, Sungai – sungai yanga ada di Kota Medan mengalami penyempitan dan sedimentasi (Pendangkalan) .
Penyempitan sungai dan sedimentasi (pendangkalan) yang semakin parah adalah krisis lingkungan serius yang sering kali memicu bencana, terutama banjir bandang dan genangan air kronis.
Ini adalah lingkaran setan: aliran air lambat menyebabkan endapan (sedimen) menumpuk, sungai semakin dangkal, lalu menyempit, dan kapasitas tampung air berkurang drastis.
Berikut adalah uraian mengenai penyebab, dampak, dan upaya yang diperlukan:
1. Penyebab Utama Sedimentasi & Penyempitan
Alih Fungsi Lahan di Hulu: Penggundulan hutan atau perubahan lahan hijau menjadi pemukiman/pertanian di daerah hulu menyebabkan erosi tanah yang tinggi saat hujan.
Tanah terbawa air ke sungai (sedimen).
Pembuangan Sampah/Limbah: Sampah domestik yang dibuang ke sungai menyumbat aliran, memperlambat arus, dan mempercepat akumulasi lumpur.
Penyempitan Bantaran Sungai: Pembangunan hunian liar atau infrastruktur di pinggir sungai (bantaran) mengurangi lebar alami sungai.
Kurangnya Vegetasi Pinggir Sungai: Hilangnya pohon-pohon di sempadan sungai yang berfungsi menahan erosi tanah.
2. Dampak yang Semakin Parah
Banjir yang Sering dan Tinggi: Karena kapasitas sungai menurun (dangkal & sempit), air meluap dengan mudah meskipun hujan tidak terlalu lama.
Kerusakan Ekosistem Air: Kualitas air menurun (keruh), biota sungai (ikan/tanaman air) mati karena kehilangan habitat dan kekurangan oksigen.
Kerugian Ekonomi & Sosial: Kerusakan rumah, infrastruktur, lahan pertanian, dan mengancam keselamatan warga.
Situasi ini memerlukan komitmen pemerintah (melalui BBWS/Dinas PU) dan kesadaran masyarakat yang tinggi untuk melakukan rehabilitasi sungai secara terpadu dari hulu hingga hilir.











