Bongkar Jaringan Narkoba Yang Libatkan Oknum Kepling Di Kecamatan Medan Barat, Kota Medan

- Jurnalis

Selasa, 10 Maret 2026 - 06:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Majalahceo.id l Medan – Kecamatan Medan Barat kembali tercoreng oleh kasus narkoba. Kali ini, dua oknum Kepala Lingkungan (Kepling) di Kelurahan Pulo Brayan Kota diduga terseret skandal peredaran narkotika setelah aparat Satresnarkoba Polrestabes Medan menggerebek kediaman mereka pada Senin (9/3) dini hari.

Dalam penggerebekan tersebut, polisi mengamankan barang bukti sekitar 3 ons narkotika jenis sabu. Ironisnya, barang haram itu diduga berada dalam penguasaan oknum perangkat lingkungan yang seharusnya menjadi garda terdepan menjaga ketertiban masyarakat.

Peristiwa ini langsung mendapat sorotan keras dari Anggota DPRD Kota Medan dari Dapil I, Antonius Devolis Tumanggor. Ia menyayangkan aparat lingkungan yang semestinya menjadi perpanjangan tangan pemerintah di tengah masyarakat justru terseret dalam pusaran bisnis narkoba.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kepling itu seharusnya menjadi garda terdepan menjaga keamanan dan ketertiban warga. Bukan malah terlibat atau diduga ikut dalam jaringan peredaran narkoba yang merusak generasi muda,” tegas Antonius, Selasa (10/3).

Politisi Partai NasDem tersebut mengingatkan bahwa Kecamatan Medan Barat sebelumnya juga pernah digegerkan kasus narkoba yang melibatkan oknum pejabat, yakni seorang camat yang sempat dinonaktifkan karena diduga sebagai pengguna narkoba.

“Sekarang muncul lagi kasus baru. Oknum Kepling 19 dan Kepling 13 di Kelurahan Pulo Brayan Kota dikabarkan terseret kasus narkoba. Ini sangat memalukan dan menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah,” ujarnya.

Antonius mengungkapkan, persoalan narkoba di kawasan tersebut sebenarnya sudah lama dikeluhkan warga. Hal itu bahkan sempat mencuat saat dirinya menggelar reses di Kelurahan Pulo Brayan Kota yang dihadiri ribuan masyarakat.

Dalam pertemuan itu, warga secara terbuka mengeluhkan maraknya peredaran narkoba, aksi begal, hingga rusaknya lampu penerangan jalan yang diduga sengaja dirusak oleh pihak tertentu sehingga memicu rasa takut di tengah masyarakat.

Baca Juga :  AMPK TPPO Hadiri Undangan Polda Riau Terkait Dugaan Perdagangan Orang di Kampar

“Keluhan itu sudah disampaikan langsung oleh masyarakat di hadapan lurah, kasi trantib, bhabinkamtibmas, hingga tokoh agama. Tapi sangat disayangkan, justru sekarang muncul kasus Kepling yang tertangkap membawa narkoba,” ungkapnya.

Lebih lanjut Antonius meminta Inspektorat dan Bagian Tata Pemerintahan (Tapem) Pemko Medan segera turun tangan melakukan pemeriksaan terhadap perangkat kelurahan di wilayah tersebut.

“Kasus narkoba di Medan Barat sudah berulang. Jangan sampai ada pembiaran oleh oknum pejabat setempat. Ini harus diusut sampai tuntas,” tegasnya.

Ia juga mendorong agar tes urine dilakukan terhadap seluruh ASN, lurah, hingga para Kepling di Kecamatan Medan Barat guna memastikan tidak ada lagi aparat pemerintahan yang terlibat narkoba.

“Kalau aparat lingkungan saja sudah terseret narkoba, bagaimana kita mau memberantas narkoba di tengah masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Kabag Tapem Pemko Medan, Rudi Asriandi, mengaku pihaknya telah menerima laporan terkait penangkapan tersebut.

“Camat sudah melaporkan kepada kami bahwa Kepling 19 Kelurahan Pulo Brayan Kota atas nama Muhammad Fadli telah ditangkap,” ujarnya.

Terpisah, Lurah Pulo Brayan Kota, Rivai Harahap, juga membenarkan adanya penggerebekan tersebut. Namun ia menyebut yang diamankan polisi adalah Kepling 19, sementara Kepling 13 berhasil melarikan diri saat penggerebekan berlangsung.

“Informasinya Kepling 19 yang ditangkap. Sedangkan Kepling 13 kabur. Saat ini istri Kepling 13 masih dimintai keterangan oleh pihak kepolisian,” jelasnya.

Kasus ini kembali membuka tabir rawannya peredaran narkoba di wilayah Medan Barat, sekaligus menjadi tamparan keras bagi aparat pemerintahan di tingkat lingkungan.

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Setelah Di Demo Berjilid-Jilid, Akhirnya Hak Ahli Waris Pekerja Islamic Center Dibayarkan
Wakil Wali Kota Muhammad Fadly Terima Audiensi Pengurus Ikatan Pelajar Al Washliyah Kota Tanjungbalai.
Minim Perbaikan Sarpras, Pedagang Pusat Pasar Ancam Menunda Pembayaran Kontribusi Ke PUD Pasar Kota Medan
Anrizal Ramaputra Laporkan Akun Facebook Sofya Moureen Terkait Dugaan Hoaks
17 Tahun Tanah Milik Korban Jadi Jalan Perusahaan, Minta Perlindungan Kapolda Sumut Dan Bupati Labuhan Batu
Jelang Hari Buruh May Day 2026, AMPIBI Akan Gelar Aksi Demo Di Kantor Walikota Medan
Patroli Humanis Polres Tapteng Dukung Kenyamanan Jamaah Sholat Jumat
Batal Di Aceh, Konser Dewa 19 Di Gelar Di Medan, Di Duga Abai K3 Rawan Crowd Crush, Dewan K3 Sumut Di Minta Sidak
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 21:48 WIB

Setelah Di Demo Berjilid-Jilid, Akhirnya Hak Ahli Waris Pekerja Islamic Center Dibayarkan

Rabu, 15 April 2026 - 06:03 WIB

Wakil Wali Kota Muhammad Fadly Terima Audiensi Pengurus Ikatan Pelajar Al Washliyah Kota Tanjungbalai.

Selasa, 14 April 2026 - 14:15 WIB

Minim Perbaikan Sarpras, Pedagang Pusat Pasar Ancam Menunda Pembayaran Kontribusi Ke PUD Pasar Kota Medan

Selasa, 14 April 2026 - 13:30 WIB

Anrizal Ramaputra Laporkan Akun Facebook Sofya Moureen Terkait Dugaan Hoaks

Selasa, 14 April 2026 - 05:29 WIB

17 Tahun Tanah Milik Korban Jadi Jalan Perusahaan, Minta Perlindungan Kapolda Sumut Dan Bupati Labuhan Batu

Berita Terbaru