Ia menyebutkan pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari barat laut hingga timur laut dengan kecepatan angin berkisar 9-15 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari timur laut hingga tenggara dengan kecepatan angin berkisar 9-15 knot.
Bagi nelayan yang menggunakan perahu kecil diminta waspada saat melaut jika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter.
Demikian juga yang menggunakan kapal tongkang ketika melintasi ketiga perairan tersebut juga harus meningkatkan kewaspadaan jika kecepatan angin mencapai 16 knot dan knot tinggi gelombang mencapai 1,5 meter.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara Prakirawan BBMKG Wilayah I Utami Al Khairiyah mengatakan cuaca di Sumut pada Minggu (19/4) pagi berawan dan berpotensi hujan ringan di Nias Selatan, Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan, dan sekitarnya.
Pada siang hingga sore hari berpotensi hujan ringan hingga lebat yang dapat terjadi cukup merata di seluruh wilayah Sumut.
Demikian juga pada malam hari yang diprakirakan masih berpotensi hujan ringan hingga lebat yang hampir merata di seluruh wilayah Sumut, dimana hujan lebat dapat terjadi di Pakpak Bharat dan sekitarnya.
Kemudian pada dini hari berawan dan berpotensi hujan ringan di Pakpak Bharat, Samsir, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Nias Utara, Dairi,Sibolga, Humbang Hasundutan, Gunungsitoli dan sekitarnya.
Suhu udara rata-rata 15-l hingga 33 derajat Celcius, kelembaban 79 hingga 99 persen dan angin berhembus dari timur hingga barat daya dengan kecepatan 3-6 km per jam.
“Waspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di pantai barat, lereng timur, pantai timur dan gunungan di Sumut yang dapat menyebabkan banjir, longsor dan bencana hidrometeorologi lainnya,” kata Rizky Ramadhan.**
Halaman : 1 2













