Mengherankan, Plt Kadis LH Asahan Tidak Bisa Jelaskan Jumlah WRS dan Perolehan Anggaran Retribusi Sampah Per Sektornya

- Jurnalis

Senin, 1 Juni 2026 - 13:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Asahan (Fhoto Dok)

Kantor Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Asahan (Fhoto Dok)

MajalahCeo.id | Asahan – Sungguh mengherankan, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Asahan tidak dapat menjelaskan terkait jumlah wajib retribusi sampah (WRS) yang terdaftar serta jumlah anggaran yang diperoleh dari retribusi sampah tersebut.
Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Asahan, Joni Perdamaian Barus, SE enggan berkomentar banyak saat dikonfirmasi wartawan media ini terkait jumlah WRS dan jumlah anggaran yang diterima dari retribusi sampah tersebut.
“Terimakasih atas pertanyaannya,” tulis Joni melalui via WhatsApp, Jumat (29/5/2026) lalu.
“Sedang diteruskan ke bidangnya,” tulisnya kembali.
Ketidakmampuan Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Asahan dalam menjelaskan / menjawab jumlah wajib retribusi sampah (WRS) yang terdaftar dan perolehan anggaran dari retribusi sampah karena disinyalir lemahnya integrasi data pelanggan, sehingga potensi retribusi Daerah dinilai menjadi tidak valid.
Berdasarkan informasi yang diterima, ada beberapa dampak dan masalah krusial yang sering terjadi akibat lemahnya pencatatan wajib retribusi di instansi lingkungan hidup Kabupaten Asahan.
1.Tumpang Tindih Data & Potensi Korupsi.
Data yang tidak valid antara wajib retribusi dan target setoran sering kali memicu celah dugaan penyelewengan dana.
2.Penyimpangan di lapangan.
Ketidakjelasan data membuat petugas pungut leluasa mematok tarif tidak sesuai Perda atau menggunakan karcis tidak resmi.
3.Rendahnya Rasio Pembayaran.
Data yang tidak akurat menyebabkan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sulit tercapai karena banyak penerima layanan belum terdata atau menolak membayar.
Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Asahan diharapkan mencari solusi terhadap persoalan tersebut seperti validasi ulang data (pemetaan) dan digitalisasi pembayaran (transfer langsung ke kas Daerah). ***
BACA SELENGKAPNYA:  Polisi Bangun Jembatan Merah Putih di Cicalengka Hampir Rampung, Warga Segera Nikmati Akses Penghubung Baru

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Juga

Plh. Wali Kota Tanjungbalai Inspektur Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Tegaskan Pancasila Sebagai Bintang Penuntun dan Pemersatu Ideologi Bangsa.
Peringati Hari Lahir Pancasila 2026, Polres Tapanuli Tengah Gelar Upacara Bendera
Memperingati Hari Lahir Pancasila MajalahCeo.id Provinsi Sumatera Utara, Tegaskan Pentingnya Menjaga Jiwa Nasionalisme Sebagai Alat Pemersatu Bangsa
Plh. Wali Kota Muhammad Fadly Hadiri dan Ikuti Kegiatan Donor Darah Dalam Rangka Peringatan Hari Tri Suci Waisak 2570 BE/2026 Kota Tanjungbalai
Plh. Wali Kota Tanjungbalai Hadiri Gebyar Milad ‘Aisyiyah Ke–10 dan Baitul Arqom II
Polres Kebumen Gaungkan Semangat Pancasila dalam Upacara Hari Lahir Pancasila 2026
Tim Sancang Polres Garut Ungkap Kasus Curanmor Ops Jaran Lodaya 2026, Dua Terduga Pelaku Diamankan
Semangat Berbagi di Hari Raya: H. Bram Kurban 3 Sapi dan 4 Domba untuk Warga Sukalarang

Baca Juga

Senin, 1 Juni 2026 - 14:15 WIB

Plh. Wali Kota Tanjungbalai Inspektur Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Tegaskan Pancasila Sebagai Bintang Penuntun dan Pemersatu Ideologi Bangsa.

Senin, 1 Juni 2026 - 13:44 WIB

Mengherankan, Plt Kadis LH Asahan Tidak Bisa Jelaskan Jumlah WRS dan Perolehan Anggaran Retribusi Sampah Per Sektornya

Senin, 1 Juni 2026 - 12:41 WIB

Peringati Hari Lahir Pancasila 2026, Polres Tapanuli Tengah Gelar Upacara Bendera

Senin, 1 Juni 2026 - 12:32 WIB

Memperingati Hari Lahir Pancasila MajalahCeo.id Provinsi Sumatera Utara, Tegaskan Pentingnya Menjaga Jiwa Nasionalisme Sebagai Alat Pemersatu Bangsa

Senin, 1 Juni 2026 - 10:29 WIB

Plh. Wali Kota Tanjungbalai Hadiri Gebyar Milad ‘Aisyiyah Ke–10 dan Baitul Arqom II

Tajuk Populer