BGN Di Minta Suspen Permanen SPPG Sunggal 2, Karena Tidak Mengantongi Rekomendasi Dari Kelurahan Sunggal Dan Berada Di Kawasan Banjir

- Jurnalis

Minggu, 23 Agustus 2026 - 15:03 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🤝 Ayo Dukung Jurnalis Kritis dan Obyektif
+ Dukung

SPPG Sunggal 2, Kelurahan Sunggal Kecamatan Medan, Kota Medan (Dok-Foto)

SPPG Sunggal 2, Kelurahan Sunggal Kecamatan Medan, Kota Medan (Dok-Foto)

Majalahceo.id l Medan – Rahmadsyah Ketua Aliansi Wartawan Sumatera Utara (AWAS) meminta Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan sanksi penghentian atau penutupan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sunggal 2 Kelurahan Sunggal Kecamatan Medan Sunggal oleh Badan Gizi Nasional (BGN) demi menjaga keamanan dan keselamatan penerima manfaat karena tidak memiliki surat rekomendasi kelayakan wilayah atau administrasi setempat dari Kelurahan Sunggal serta berdiri di zona rawan bencana seperti kawasan banjir.

“Pendirian dapur umum atau SPPG wajib mengantongi izin, rekomendasi aparat kelurahan/setempat, serta sertifikasi standar higienis.Risiko Lingkungan & Kesehatan: Berada di kawasan rawan banjir mengancam sanitasi, kebersihan air, dan keselamatan proses pengolahan makanan, oleh karena itu AWAS meminta BGN secara tegas menutup unit SPPG Singgal 2 yang tidak memenuhi kriteria kelayakan teknis maupun lokasi guna mencegah risiko buruk seperti kontaminasi atau gangguan kesehatan,” ungkapnya, Minggu (23/8/2026)

Berdasarkan Informasi yang di himpun Aliansi Wartawan Sumatera Utara (AWAS) bahwa adanya gratifikasi terhadap dapur akibat abai terhadap standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), kesehatan lingkungan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gratifikasi terkait dapur sering muncul ketika pengawas mengabaikan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta kesehatan lingkungan demi suap atau gratifikasi dari pengelola, yang berisiko memicu keracunan, kecelakaan kerja, dan pencemaran lingkungan.

Risiko Abai K3 dan Kesehatan LingkunganKecelakaan Kerja: Pekerja rentan terkena luka bakar, slip, atau cedera alat berat tanpa perlindungan standar.

Keracunan Pangan: Kebersihan yang buruk menyebabkan kontaminasi bakteri pada makanan.

Penyakit Lingkungan: Limbah dapur yang dibuang sembarangan mencemari air dan udara sekitar.

Dampak Hukum Gratifikasi Pelanggaran Hukum: Tindakan suap dan gratifikasi dalam pengawasan fasilitas umum atau industri melanggar hukum.

Sanksi Administratif: Pencabutan izin operasional dapur atau tempat usaha.

Pidana Hukum: Pemberi dan penerima gratifikasi dapat terkena sanksi penjara serta denda.

Rahmadsyah Ketua Aliansi Wartawan Sumatera Utara (AWAS) menemukan adanya Dugaan praktik gratifikasi, intervensi verifikasi lapangan, dan titik koordinat dalam meloloskan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bermasalah pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Rahmad meminta aparat Penegak Hukum dan BGN mengusut dugaan jual-beli titik lokasi dapur, anomali rekening, hingga pengaturan verifikator di SPPG Sunggal 2 Kota Medan

Penyimpangan Dugaan Verifikasi & Jual-Beli Titik.

Berdasarkan hasil Investigasi, AWAS menemukan adanya intervensi sistem dan pengaturan data agar SPPG yang tidak memenuhi syarat tetap lolos.

“Meminta Aparat Penegak Hukum memeriksa SPPG Sunggal 2 karena adanya dugaan sjumlah pihak dan oknum yang terlibat dalam pemalsuan laporan atau data, gratifikasi, serta penipuan jual-beli titik koordinat SPPG,” ungkapnya, Jum’at (21/8/2026).

AWAS juga mendapat Informasi Adanya Kesalahan di SPPG Sunggal 2 Kota Medan.

KESELAMATAN, KESEHATAN KERJA
(K3) & KESEHATAN LINGKUNGAN

1.Bidang yang diaudit
Deskripsi temuan ketidaksesuaian :

Tindakan perbaikan yang dilakukan:

Hasil pengolahan IPAL tidak memenuhi standar baku mutu yang menimbulkan genangan dan bau yang tidak sedap, serta mengganggu kenyamanan dan kesehatan lingkungan sekitar.

Perbaikan fasilitas pengolahan IPAL sesuai standar baku
mutu.

2.Bidang yang diaudit
Deskripsi temuan ketidaksesuaian:

Tidak terdapat CCTV di ruang gudang peralatan, pendinginan,
gudang basah dan gudang kering

Tindakan perbaikan yang dilakukan:

Pengadaan CCTV pada area yang belum terpantau agar
mempermudah monitoring serta adanya rekaman produksi
dan penyaluran.

3.Bidang yang diaudit
Deskripsi temuan ketidaksesuaian:

Tempat tidur tidak memiliki alas atau langsung bersentuhan
dengan lantai.

Tindakan perbaikan yang dilakukan;

Pengadaan alas tempat tidur agar kesehatan dan
keselamatan staf SPPG terjamin.

4.Bidang yang diaudit
Deskripsi temuan ketidaksesuaian

Tempat pencucian tidak memiliki grease trap.

Tindakan perbaikan yang dilakukan:

Pengadaan grease trap pada setiap tempat pencucian.

5.Bidang yang diaudit
Deskripsi temuan ketidaksesuaian

Halaman depan dapur kebanjiran jika hujan, dan air tergenang di
halaman.

Tindakan perbaikan yang dilakukan:

Membuat sistem drainase pada halaman depan agar bebas
banjir dan terlindung dari serangga dan tikus.

6.Bidang yang diaudit
Deskripsi temuan ketidaksesuaian

Tidak terdapat ruangan untuk penyimpanan ompreng.

Tindakan perbaikan yang dilakukan:

Perbaikan tata letak (layout) agar terdapat ruangan
penyimpanan ompreng.

7.Bidang yang diaudit
Deskripsi temuan ketidaksesuaian

PERALATAN
Tidak terdapat chiller pada gudang basah dan showcase butuh unit
tambahan.

Tindakan perbaikan yang dilakukan:

Pengadaan unit chiller dan penambahan unit showcase.

8.Bidang yang diaudit
Deskripsi temuan ketidaksesuaian

Exhaust fan tidak ada.
Pengadaan unit exhaust fan untuk melancarkan sirkulasi
udara diruangan.

Tindakan perbaikan yang dilakukan:

Lantai ruangan loker belum dikeramik.
Melakukan pengerjaan lantai keramik di ruangan loker.
1 bulan

9.Bidang yang diaudit
Deskripsi temuan ketidaksesuaian

Layout atau alur dapur tidak one flow (bersilangan).

Tindakan perbaikan yang dilakukan:

Perbaikan tata letak (layout) menjadi leter L / U, tidak boleh
ada alur yang bersilangan yang dapat menimbulkan
kontaminasi silang.

10.Bidang yang diaudit
Deskripsi temuan ketidaksesuaian:

Tindakan perbaikan yang dilakukan:

Jalur evakuasi dari kamar staff SPPG tidak ada.

Membuat petunjuk jalur evakuasi yang jelas ke arah titik
kumpul untuk menjamin keselamatan.

12.Bidang yang diaudit
Deskripsi temuan ketidaksesuaian

Lantai kantor dan lobby tidak dikeramik.

Tindakan perbaikan yang dilakukan:

Melakukan pengerjaan
lantai dengan keramik anti.

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

LINI MASA

Turun Pangkat, Turun Kursi: Aiptu DWS Resmi Disanksi Padang Sidempuan 
Keluarga Korban Sikirman Harefa, Desak Kapolres Madina Tangkap Tersangka Tindak Pidana Pengancaman dan Pengeroyokan di Kecamatan Muara Batang Gadis 
Diduga Salah Gunakan KTA Kadaluarsa Untuk Peras Warga, Eks Anggota Pers Terancam Dipolisikan
Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto Lantik Irjen Sonny Irawan sebagai Kapolda Sumut
Danpussenif Pimpin Laporan Korps Kenaikan Pangkat Perwira,PNS Golongan III,Bintara,dan Tamtama Periode 1 Oktober 2026
Tepati Janji, Bupati Tapteng Gerakkan 2 Ekskavator Normalisasi Sungai Pascabanjir di Desa Mela I dan Desa Mela II
Masuki Hari ke-10 Tanggap Darurat, DLH Tapteng Intensifkan Pembersihan Sampah Pascabencana di Tukka dan Badiri
Pemkab Tapanuli Tengah Ikuti Jaksa Sahabat Pendidik, Perkuat Sinergi Hukum dan Pendidikan Bersama Kejari Sibolga

LINI MASA

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:12 WIB

Turun Pangkat, Turun Kursi: Aiptu DWS Resmi Disanksi Padang Sidempuan 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:30 WIB

Keluarga Korban Sikirman Harefa, Desak Kapolres Madina Tangkap Tersangka Tindak Pidana Pengancaman dan Pengeroyokan di Kecamatan Muara Batang Gadis 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:59 WIB

Diduga Salah Gunakan KTA Kadaluarsa Untuk Peras Warga, Eks Anggota Pers Terancam Dipolisikan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 05:04 WIB

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto Lantik Irjen Sonny Irawan sebagai Kapolda Sumut

Rabu, 7 Oktober 2026 - 00:16 WIB

Tepati Janji, Bupati Tapteng Gerakkan 2 Ekskavator Normalisasi Sungai Pascabanjir di Desa Mela I dan Desa Mela II

TAJUK HARI INI