MajalahCeo.id I Tapteng (Sumut) – Kecamatan Sibabangun – Ketika beredarnya berita dibeberapa media sosial, pihak keluarga merasa ada kejanggalan atas kematian Kurniawan Zendrato. Desa Muara Sibuntuon, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah Sumatera Utara (Sumut), berinisial (KZ), umur 36 tahun ditemukan tewas di tepi pesisir pantai di atas pasir desa lumut maju dusun tiga, kecamatan lumut, tapteng. Motif kematian almarhum, akibat adanya percecokan. Scurity juga mantan Scurity. PT MIR di lokasi lahan masyarakat, Jumat 7 agustus 2026. Berselang dua hari Korban ditemukan sudah keadaan tidak bernyawa lagi, Minggu 9 Agustus 2026.
Namun, pihak keluarga menilai ada sejumlah kejanggalan dalam kematian korban. Istri almarhum, Akan menindaklanjuti kejalur hukum atas kematian suaminya yang tidak wajar, bahkan akan membuat laporan Polisi ke Kapolres Tapanuli Tengah, Didampingi saksi korban.
Pihak keluarga mengharapkan pihak dari kepolisian agar dapat mengusut tuntas, atas kematian suaminya (KZ), diberitahu bahwa suaminya telah meninggal dunia dan jenazahnya dibawa ke RS Pandan untuk dilakukan autopsi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Keluarga penuh harapan agar pihak dari kepolisian kebenaran kematian suaminya sudah meninggal dunia dan sudah. Dimakan di tempat kediaman almarhum, Di Desa Muara Sibuntuon Kecamatan Sibabangun Kabupaten Tapanuli Tengah setengah dibawa dari dibawa ke RS Pandan, karena pihak keluarga ada kecurigaan dari pihak keluarga akan mengusut. Atas kematian almarhum (KZ),” ujarnya, selasa (11/8/2026).
Namun, setelah jenazah sampai dirumah duka. Dan kecurigaannya kembali muncul atas kematian (KZ).
Pihak keluarga mengaku akan menemukan titik terang atas kematian korban, sementara menurut informasi dari saksi-saksi kematian (KZ) akan di selusuri.
” Atas permintaan istri dan keluarga, guna mengungkap penyebab kepastian kematian suaminya.
Dia menjelaskan, sebelumnya beberapa dari warga mengaku, korban sangat pintar untuk berenang, kini timbul pertanyaan dari satu pihak keluarga almarhum (KZ).
Menurut dia, Otopsi dilakukan untuk kepentingan visum. Sudah dilakukan di RS pandan.” ujarnya keluarga dekat almarhum, (Abang Kandungnya).
Pihak keluarga memohon agar hasil Otopsinya keluar, agar diketahui pihak keluarga,” tegasnya.
Dirinya mengatakan bahwa. Otopsi kebijakan dari kepolisian juga berdasarkan permintaan keluarga, dan hasil autopsinya secepatnya agar disampaikan ke pihak keluarga.
“ Agar pihak dari keluarga siap untuk menindaklanjuti pelaporan ke pihak kepolisian,” Ungkap dari pihak keluarga.










