MajalahCeo.Id | Medan – Amatan awak media Proyek APJATEL di Medan yang fokus pada migrasi kabel udara menjadi kabel bawah tanah sebagai bagian dari program nasional yang sejalan dengan program “Merata” Pemko Medan.
Namun sayangnya Proyek Apjatel Ini Abai K3 dan berdampak kepada lingkungan
“Proyek APJATEL Tidak ada rambu rambu K3 dan Pejabat K3 atau P2K3 yang mengwasi dilapangan sehingga mengancam keselamatan warga Kota Medan,” unflappable Rahmadsyah Aktifis yang tergabung dalam Persatuan Buruh Peduli K3 Sunatera Utara (Prabu Peduli K3 Sumut), Muggu (23/11/2025)
Lanjut Rahmat meminta Wasnaker Disnaker Sumut untuk sidak ke APJATEL untuk memberikan pembinaan dan arahan terkait K3 pada proyeknya.
“Jangan sampai demi kepentingan bisnis mereka, rakyat jadi korban karena APJATEL Abai K3,” katanya
Sebelumnya Program ini bertujuan merapikan jaringan telekomunikasi dan utilitas lainnya, mengurangi kesan “hutan kabel”, dan mempercantik kota, yang dimulai secara simbolis di Jalan Dr. Mansur.
Program ini didukung oleh sekitar 25 perusahaan penyedia jaringan yang tergabung dalam APJATEL, tanpa menggunakan dana APBD.
Tujuan: Memindahkan kabel udara ke bawah tanah untuk merapikan tampilan kota, membebaskan trotoar, dan mengurangi potensi gangguan akibat kabel rusak atau cuaca buruk.
Pelaksana: Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL) bersama dengan Pemerintah Kota (Pemko) Medan melalui program “Merata” (Medan Tanpa Kabel).
Pendanaan: Didanai oleh perusahaan-perusahaan anggota APJATEL tanpa menggunakan dana APBD.
Lokasi Awal: Kegiatan simbolis pemotongan kabel dilakukan di Jalan Dr. Mansur sebagai salah satu titik prioritas.
Target: Program ini ditargetkan untuk terus berlanjut ke ruas-ruas jalan lainnya secara bertahap, dengan harapan seluruh jaringan kabel udara sudah tertanam di bawah tanah pada tahun 2026.














