MajalahCeo.id I Sibolga (Sumut) – Parombunan, Sibolga, 8 Desember 2025– Bencana longsor yang terjadi pada [Selasa 2025 November 2025 di Likungan lll Kelurahan parombunan Sibolga, menyebabkan banyak rumah warga tertimbun material longsoran. Longsor yang terjadi setelah curah hujan yang deras mengakibatkan beberapa wilayah terisolasi dan menimbulkan kerugian material yang cukup besar.

Menurut informasi yang diterima dari warga setempat, bencana ini terjadi secara tiba-tiba pada Selasa 25 November 2025, saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut. Material longsoran yang terdiri dari tanah, batu, dan pohon-pohon besar menghantam rumah-rumah yang berada di kaki bukit, mengakibatkan kerusakan parah. Selain itu, beberapa infrastruktur jalan dan jembatan juga terdampak, mempersulit akses menuju lokasi terdampak.
Masyarakat setempat sangat terkejut dan merasa terisolasi setelah bencana tersebut. Banyak di antara mereka yang kehilangan tempat tinggal, harta benda, dan bahkan anggota keluarga. Warga berharap agar pemerintah segera memberikan bantuan tanggap darurat berupa evakuasi korban, makanan, obat-obatan, serta tempat penampungan sementara.
Salah satu warga, WG mengungkapkan kesedihannya, “Kami sangat khawatir dengan keselamatan keluarga kami. Longsor ini datang begitu cepat dan kami hanya bisa berlari untuk menyelamatkan diri. Semoga pemerintah bisa segera datang untuk membantu kami. Kami sangat membutuhkan bantuan saat ini.”
WG juga mengatakan dalam keterangannya bahwa mereka sedih karena selama 14 hari pemerintah tidak meninjau lokasi tempat Mereka yang tertimbun longsor. Ujarnya
Tak hanya itu, warga juga mengharapkan agar pemerintah dapat segera melakukan perbaikan infrastruktur yang rusak dan meningkatkan sistem peringatan dini untuk mengurangi risiko terjadinya bencana serupa di masa depan. Banyak yang menilai bahwa daerah ini sudah sering dilanda longsor, namun minimnya tindakan preventif dari pihak terkait menyebabkan bencana ini kembali terjadi.
“Pemerintah perlu lebih fokus pada mitigasi bencana, terutama di wilayah yang rentan longsor. Kami berharap ada program untuk memperkuat infrastruktur serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang cara menghadapi bencana,” ujarnya
AG,YL














