MajalahCeo.Id | Aceh – Dana Otonomi Khusus (DOK) Aceh sebesar Rp 100 triliun dalam 15 tahun terakhir seharusnya digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Aceh, namun faktanya masih banyak masyarakat Aceh yang hidup di bawah garis kemiskinan.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa Dana Otonomi Khusus Aceh berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan di Provinsi Aceh, namun efektivitas penggunaan dana ini masih dipertanyakan. Beberapa kemungkinan penyebabnya adalah:
– Pengelolaan Dana Tidak Efektif : Penggunaan dana yang tidak transparan dan tidak efektif dapat menyebabkan dana tidak tepat sasaran.
– Kurangnya Pengawasan: Lemahnya pengawasan terhadap penggunaan dana dapat menyebabkan penyalahgunaan dana.
– Ketergantungan pada Dana Pusat: Ketergantungan Aceh pada dana pusat dapat mengurangi insentif untuk meningkatkan pendapatan asli daerah.
Awak media juga mwmpertanyakan Dana Baitul Mal, zakat,infak sedekah serta Dana Corporate Social Responsibility siapa yang menikmati karena masih warga aceh yang miskin dan terlantar.
Untuk itu, pemerintah Aceh perlu meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan Dana Otonomi Khusus, serta meningkatkan pendapatan asli daerah untuk membebaskan masyarakat aceh dari kemiskinan yang terkenal dengan julukan Kota Serambi Mekkah.














