Majalahceo | Medan – Terkait tewasnya Pekerja di lokasi Proyek Jalan Cut Mutia Kelurahan Madras Hulu Kecamatan Medan Polonia, T. M. Yusuf Ketua Komisi 3 Dewan K3 Propinsi Sumatera Utara meminta Poldasu untuk hadir melakukan tindakan hukum tidak hanya terhadap owner dan dapat melebar juga kepada instansi berwenang yang melakukan pembiaran.mulai dari PBG dan Pengawasan Ketenagakerjaan.
T. M Yusuf mengatakan bahwa Seluruh kegiatan peroyek wajib ada Pejabat K3 yang akan .yang menjadi Penanggung jawab intruksi dan arahan – arahan kerja. di mulai dengan JSA ( Job Safty Analisi)
“Di jelaskan dengan Detail perihal SOP mulai dari masuk area Kerja, adanya TBM ( Tool Box Meeting), di mana akan di rincikan hal – hal apa.kendala apa yang di alamai pekerja akan di bahas dalam TBM, tentu ny.owner projek wajib memahami ini.dan memprioritas kan anggaran K3 dalam setiap kegiatan ditempat kerja, Apakah hal ini sudah di lakukan oleh owner projek bangunan di jl Cut Mutia,” ungkapnya, Rabu (19/11/2025)
Lanjut T.M.Yusuf mengatakan bahwa jika belum dan menyebab kan diduga tewasnya pekerja sudah tentu akan ada pihak yang dianggap lalai.
“Pembiaran atau unsur kesengajaan hingga menyebabkan pekerja tewas, hal ini dapat menjadi Ranah APH untuk hadir melakukan tindakan hukum, tidak hanya terhadap owner dapat melebar juga kepada instansi berwenang yang melakukan pembiaran.
mulai dari PBG dan Pengawasan Ketenagakerjaan,” pungkasnya.
Sebelumnya dua oknum petugas keamanan proyek diduga menghalangi tugas jurnalis yang tengah meliput kecelakaan kerja maut di sebuah proyek pembangunan gedung di Jalan Cut Mutia, Kota Medan, Sumatera Utara.
Insiden ini terjadi setelah seorang sopir truk bermuatan besi beton tewas tertimpa muatannya sendiri.
Peristiwa bermula ketika jurnalis dari berbagai media sedang merekam suasana pasca kecelakaan kerja yang menewaskan sopir truk pengangkut besi beton. Truk tersebut diketahui digunakan untuk memasok material ke proyek pembangunan gedung parkir milik sebuah restoran mewah di kawasan tersebut.
Namun, dua oknum petugas keamanan proyek tiba-tiba mendatangi jurnalis dan meminta mereka menghentikan peliputan. Dalam rekaman video, terlihat salah satu petugas bahkan menanyakan izin liputan kepada seorang jurnalis televisi yang tengah merekam proses evakuasi truk yang rusak, sementara korban telah dibawa ke rumah sakit terdekat.
Hingga kini, identitas korban dan penyebab pasti kecelakaan masih menunggu hasil penyelidikan. Meski begitu, keterangan saksi mata menyebutkan bahwa sopir tewas tertimpa besi beton setelah truk yang kelebihan muatan miring akibat kondisi jalan proyek yang berlumpur. Saat korban keluar dari pintu kemudi, besi-besi tersebut terjatuh dan menimpanya.
“Saat itu jalan licin dan berlumpur, truk miring. Begitu dia buka pintu, besinya jatuh dan menimpa sopir,” ujar Irwansyah, saksi mata.
Anggota DPRD Kota Medan, Komisi IV, Rommy van Boy, menegaskan akan menggelar rapat dengar pendapat dengan memanggil pemilik bangunan.
“Hari ini kita panggil pengembangnya, dan kita akan kupas semua yang menyalahi aturan Perda,” tegasnya.
Rommy juga mengungkapkan bahwa beberapa hari sebelumnya juga terjadi kecelakaan kerja lain yang menewaskan seorang sopir truk pengangkut besi beton.
“Kemarin saya dapat info, seorang pekerja meninggal dunia akibat mobilnya oleng saat proses menurunkan besi. Mobil terguling dan menimpa sopir hingga tewas terjepit,” ujarnya.
Ketua PAC Pemuda Pancasila Medan Polonia turut meminta kepolisian mengusut tuntas rangkaian kecelakaan kerja yang merenggut nyawa pekerja.
Hingga kini, polisi belum melakukan olah TKP, sementara seluruh kegiatan pembangunan di proyek tersebut masih tetap berlanjut meski telah memakan korban jiwa.














