Majalahceo.id | Medan – Pergantiian Malam Tahun Baru Di Kota Medan pesta kembang api pada perayaan malam Tahun Baru 2026 dan Tempat Hiburan Malam di penuhi dengan Dugem padahal sebelumnya Kepolisian Daerah Sumatera Utara mengimbau masyarakat tidak melakukan pesta kembang api pada perayaan malam Tahun Baru 2026 sebagai bentuk empati terhadap warga yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor.
“Kami mengimbau masyarakat dalam merayakan malam tahun baru agar tidak melakukan pesta kembang api, sebagai bentuk rasa duka dan empati kepada masyarakat yang terdampak bencana,” ujar Kepala Bidang Humas Polda Sumut Komisaris Besar Polisi Ferry Walintukan di Medan, Rabu.
Ferry mengatakan perayaan pergantian tahun baru sebaiknya tidak dilakukan secara meriah sebagai wujud kebersamaan dan kepedulian terhadap warga terdampak bencana yang berada di Kabupaten Tapanuli Tengah, Kabupaten Tapanuli Selatan, dan Kabupaten Langkat, dan lainnya.
Ia mengatakan perayaan malam tahun baru itu dapat diisi dengan kegiatan yang lebih bermanfaat agar berlangsung khidmat dan bermakna.
“Kami juga meminta masyarakat agar perayaan tahun baru ini diisi dengan hal-hal positif, tidak melakukan pesta minuman keras, maupun tindakan yang mengganggu ketertiban masyarakat,” katanya.
Untuk menjaga keamanan dan ketertiban pada malam pergantian tahun, Polda Sumut telah menempatkan personel di sejumlah titik keramaian, seperti Lapangan Merdeka Medan, gereja, pusat perbelanjaan, dan lokasi lainnya.
“Pada malam tahun baru ini, kami menurunkan sekitar 5.737 personel gabungan, di antaranya 4.250 personel Polri,” ujarnya.
Selain itu, Polda Sumut menyiapkan 166 pos pengamanan guna mengantisipasi berbagai potensi gangguan pada malam Tahun Baru 2026. Sementara pengalihan arus lalu lintas akan dilakukan secara situasional.
“Jika terjadi kemacetan, pengalihan arus akan kami lakukan, baik di jalan perkotaan maupun kawasan wisata, seperti arah Danau Toba, Berastagi, dan lokasi lainnya,” katanya.














