Majalahceo.id | Medan – Emak – emak menjerit, jelang Ramadhan harga harga pada naik.
“Harga barang naik semua, sakit kepalaku, pengeluaran lebih besar dari pemasukan,” ungkapnya Selasa (17/2/2026)
Sebelumnya, berdasarkan informasi yang dihimpun awak media, Harga sejumlah kebutuhan pokok di Kota Medan mengalami kenaikan menjelang perayaan Imlek dan bulan suci Ramadan. Komoditas yang mengalami kenaikan antara lain cabai merah, daging sapi, dan daging ayam.
Pengamat Ekonomi dari Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Gunawan Benjamin mengatakan berdasarkan pemantauan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), harga cabai merah pada 30 Januari 2026 masih berada di kisaran Rp29.400 per kilogram di Kota Medan. Namun, dari hasil pengamatan langsung di lapangan, harga cabai merah pada Kamis 5 Februari 2026, ditransaksikan di kisaran Rp37.000 per kilogram.
Selain cabai merah, harga daging ayam juga menunjukkan kenaikan. Gunawan menyebut berdasarkan data PIHPS pada 30 Januari 2026, harga daging ayam berada di kisaran Rp41.000 per kilogram.
“Sementara itu, di sejumlah titik penjualan saat ini, daging ayam dijual sekitar Rp42.000 per kilogram,” ujarnya.
Kenaikan harga juga terjadi pada komoditas daging sapi. Dari sebelumnya berada di kisaran Rp136.500 per kilogram pada 29 Januari 2026, kini daging sapi dijual sekitar Rp140.000 per kilogram di sejumlah pedagang.
“Harga cabai merah lebih banyak dipicu oleh penurunan pasokan. Berkurangnya pasokan dari beberapa daerah penghasil, seperti Kabupaten Batubara, mulai berdampak pada kenaikan harga di pasar Kota Medan,” ujarnya.
Sementara itu, kenaikan harga daging sapi dipengaruhi oleh meningkatnya Harga Pokok Produksi (HPP) yang mendorong terjadinya penyesuaian harga jual di tingkat pedagang. Adapun untuk daging ayam, Gunawan menilai pasokan relatif stabil dan tidak mengalami perubahan signifikan dibandingkan hari normal.
Menurutnya, kenaikan harga lebih disebabkan oleh meningkatnya permintaan. Ini diduga berasal dari kebutuhan dapur makan bergizi gratis (MBG).
“Meski demikian, peternak pastinya cepat menyesuaikan pasokan selama tidak ada kenaikan biaya produksi. Terlebih lagi, saat ini harga jagung mengalami penurunan dan ditransaksikan dengan harga Rp6.150 per kilogramnya,” katanya.
















