MajalahCeo.Id | Medan – Eksekusi bangunan harus utamakan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja)! K3 adalah prioritas utama dalam setiap proyek konstruksi untuk melindungi pekerja, masyarakat, dan lingkungan sekitar, namun berdasarkan amatan awak media Satpol Kota Medan Abai dalam pelaksaan K3 dalam setiap Eksekusi bangunan konstruksi atau bangunan serta pedagang Kaki Lima yang ada di Kota Medan
Perlu diketahui dengan mengutamakan K3, kita dapat:
– Mencegah kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja
– Meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja
– Mengurangi biaya yang terkait dengan kecelakaan dan kerusakan
– Meningkatkan reputasi dan kepercayaan masyarakat
Rahmadsyah Aktifis yang tergabung dalam Persatuan Buruh Peduli K3 Sumatera Utara (Prabu K3 Sumut) meminta Satpol PP Kota Medan memperhatikan dan melaksanakan K3 dalam setiap tahap eksekusi bangunan konstruksi.
“Jangan sampai kejadian tewasnya warga medan karena Satpol PP Abai K3 saat eksekusi bangunan Pos OKP terjadi lagi, jadi kita berharap Satpol PP Kota Medan patuh terhadap K3,” ungkapnya, Kamis (13/11/2024)
Sebelumnya pernah diberitakan bahwa Pembongkaran bangunan yang berdiri di atas bahu jalan di Jl. Bliton Timur Kelurahan Belawan II Kecamatan Medan Belawan, kemaren (Kamis 11/5/2023) menuai masalah. 1 orang tewas dalam pembongkaran bangunan itu.
Dedi Irawan, (36), warga Jl. Bliton Timur Kelurahan Belawan II Kecamatan Medan Belawan yang merupakan anggota salah satu OKP di Belawan tewas tertimpa balok beton saat Pos OKP dibongkar petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kota Medan.
Sejumlah rekan-rekan korban yang melihat peristiwa itu langsung mengangkat balok beton yang menimpa tubuh korban dan membawanya ke Rumah Sakit TNI AL Belawan.
Akibat hantaman balok, nyawa Dedi tak tertolong. Meskipun sempat mendapatkan perawatan medis, Dedi hembuskan nafas terakhirnya.
Rumor yang berkembang di lapangan, sebelum pembongkaran bangunan yang dijadikan kantor OKP tersebut, pihak dari salah satu OKP sudah membicarakan dan bernegosiasi dengan petugas Satpol PP agar bangunan dibongkar sendiri pihak OKP.
Namun pihak Satpol PP tidak mengijinkan hal tersebut, bangunan tetap dirobohkan dengan menggunakan palu besar. Akibatnya sempat terjadi adu mulut antara OKP dan Satpol PP.
Mendengar adanya keributan, warga sekitar lokasi kejadian berhamburan keluar rumah dan berbondong-bondong untuk melihat proses pembongkaran Pos OKP itu.
Naas saat proses pembongkaran Pos OKP, bangunan Pos OKP roboh dan menimpa Dedi Irawan hingga menyebabkan meninggal dunia.
Dampak kejadian itu, berbagai protes keras muncul di berbagai kalangan. Masyarakat minta Polres Pelabuhan Belawan tangkap pelaku yang merobohkan bangunan yang menimpa korban.














