MajalahCeo.id I Tapteng (Sumut) – Angkola Selatan, Tapsel, 18 Desember 2025, Keselamatan warga jemaat Gereja Pentakosta Indonesia (GPI) Sidang Mosa Palang, Resort XXI Sigubo, kini berada dalam kondisi memprihatinkan. Pascabencana tanah longsor yang terjadi pada 25 November 2025, lokasi dan badan gedung gereja mengalami kerusakan berat hingga terbelah dan tidak layak digunakan untuk beribadah.

Gereja yang menjadi pusat ibadah dan penguatan iman bagi puluhan keluarga Kristen di Lorong IV Palang, Desa Gunung Baringin, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan, kini berdiri dalam kondisi mengkhawatirkan. Retakan besar membelah bangunan, sementara lantai gereja ambruk dan pecah, mengancam keselamatan jemaat setiap kali ibadah dilakukan.
Identitas Gereja
Nama Gereja: Gereja Pentakosta Indonesia Sidang Mosa Palang
Denominasi/Sinode: Gereja Pentakosta Indonesia Sinode Pematang Siantar
Alamat: Lorong IV Palang, Desa Gunung Baringin, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan
Titik Koordinat: 75Gx+8hc (22723)
Nama Pendeta: Pdt. Duhuasa Harefa, S.Th
HP/WA: 0822 6734 6770
Kondisi Jemaat dan Aktivitas Ibadah
Jumlah jemaat Gereja Pentakosta Indonesia Sidang Mosa Palang tercatat sebanyak 35 Kepala Keluarga (±120 jiwa). Dari jumlah tersebut, 20 Kepala Keluarga terpaksa mengungsi akibat dampak langsung bencana longsor.
Meski kondisi gedung sangat berbahaya, aktivitas ibadah masih dipaksakan untuk sementara waktu, karena jemaat tidak memiliki tempat alternatif yang memadai. Hal ini menimbulkan kekhawatiran mendalam, terutama bagi anak-anak, lansia, dan kaum perempuan yang tetap hadir dalam ibadah.
Matriks Kerusakan Gedung Gereja
Objek Terdampak: Gedung Gereja Utama
Tingkat Kerusakan: Berat
Deskripsi Kerusakan: Badan gedung terbelah, dinding retak, lantai ambruk dan pecah
Estimasi Kerugian: ± Rp120.000.000
Dokumentasi berupa foto dan video telah tersedia, memperlihatkan secara jelas kerusakan pada dinding dan lantai gereja yang membahayakan keselamatan jemaat.
Beberapa warga jemaat yang ditemui menyampaikan rasa sedih dan keprihatinan mendalam. Bagi mereka, gereja bukan sekadar bangunan, melainkan tempat mencari pengharapan, kekuatan iman, dan ketenangan batin.
“Kami sangat sedih, gereja ini tempat kami berserah kepada Tuhan. Sekarang rusak dan tidak layak ditempati, tapi kami belum punya pilihan lain,” ungkap salah satu jemaat dengan mata berkaca-kaca.
Jemaat juga menyampaikan harapan besar kepada pemerintah daerah, instansi terkait, serta para dermawan, agar segera turun tangan menangani kerusakan gedung gereja demi keselamatan dan kelangsungan ibadah warga jemaat.
Dalam keterangannya, jemaat menyampaikan bahwa penanganan dan perbaikan gedung gereja merupakan kebutuhan mendesak. Setiap kali ibadah dilakukan, terdapat kekhawatiran akan runtuhnya bangunan yang dapat menimbulkan korban jiwa.
“Jika gereja ini segera diperbaiki, maka keselamatan warga jemaat akan terjamin dalam setiap ibadah,” ujar perwakilan jemaat.
Untuk informasi lebih lanjut dan koordinasi, masyarakat maupun instansi terkait dapat menghubungi:
Pdt. Duhuasa Harefa, S.Th – HP/WA: 0822 6734 6770
Guru Injil Sudirman Gulo, S.Th – HP/WA: 0812 7238 136
Bencana alam tidak hanya merusak bangunan fisik, tetapi juga mengguncang ketenangan dan rasa aman masyarakat. Gereja Pentakosta Indonesia Sidang Mosa Palang kini menanti uluran tangan dan kepedulian bersama, agar rumah ibadah ini dapat kembali menjadi tempat yang aman, layak, dan penuh pengharapan bagi umat Tuhan.
SG














