Majalahceo.id | Tanjungbalai – Sesuai Undang-Undang Nomor 9 tahun 1998 tentang kemerdekaan menyampaikan aspirasi dimuka umum maka Koalisi Perhimpunan Aktivis Muda Indonesia (PAMI) sebagai penyambung lidah masyarakat dan sebagai Agen of Chang’e serta agen sosial kontrol yang selalu memberikan darma bhaktinya untuk kepentingan umat dan bangsa demi terwujudnya masyarakat yang sejahtera kembali gerudug kantor Pemko Tanjungbalai guna mendesak Wali Kota Mahyaruddin Salim segera “MENCOPOT” Plt Direktur Politeknik Tanjungbalai berinisial MFP dari jabatannya karena dinilai telah mencoreng dunia pendidikan, Selasa (9-12-2025).
Dalam penyampaian orasi yang masing-masing disampaikan oleh Rizky Simatupang (ketua PAMI), Ramadhan Batubara (KOMPAK), Alverisa atau panggilan akrabnya Aldo (GAPAI), Nuraini Adhani (P3I), Akbar (GAMI) dan Juanda, mendesak Wali Kota Tanjungbalai untuk segera melakukan suatu tindakan tegas terhadap oknum Plt Direktur Poltan berinisial MFP sebab diduga telah melontarkan ucapan yang tidak pantas kepada mahasiswinya sehingga berakibat rusaknya mental dari mahasiswi yang bersangkutan.
Dalam aksi ini juga disampaikan bahwa sesuai dengan hasil aksi yang telah dilakukan dia hari berturut-turut belum lama ini dinilai bahwa Pemko dan DPRD Kota Tanjungbalai tidak menemukan dan menghasilkan solusi dari permasalahan yang terjadi sehingga terkesan adanya permufakatan yang buruk antara Pemko Tanjungbalai dan pihak Poltan guna kepentingan politik.
Hal ini bukan tanpa dasar, sebab hasil audensi yang dilakukan antara Koalisi PAMI dengan pihak Pemko Tanjungbalai yang dalam hal ini diwakili oleh Wakil Wali Kota Muhammad Fadly Abina diruang kerjanya pada Jumat pekan lalu dan juga dihadiri oleh pihak terkait didalamnya, tidak mendapatkan suatu hasil maupun solusi apapun, sehingga para mahasiswa/mahasiswi Poltan yang diduga menjadi korban kekerasan/atau pelecehan verbal tidak mendapatkan keadilan apapun didalamnya.
Aksi dari Koalisi PAMI ini diterima oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tanjungbalai Nurmalini Marpaung yang didampingi jajarannya dan mengatakan bahwa hal ini akan disampaikan kepada Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim yang saat ini sedang tidak berada di tempat.***














