Majalahceo.id | Medan – Ketua Persatuan Buruh ( Prabu) Sumatera Utara, Rasid Nasution, melontarkan kritik pedas terhadap jajaran pejabat utama di Polrestabes Medan di 100 hari kerja Kapolrestabes Medan. Rasid menilai, performa gemilang yang ditunjukkan Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvjn Simanjuntak, justru menjadi sia-sia karena tidak mampu diimbangi oleh kompetensi staf dan bawahannya.
Pernyataan keras ini disampaikan Rasid saat ditemui di kantor Sekretariat Prabu Sumut, Jalan Stadion Teladan No. 1, pada Rabu (21/1/2026). Ia menyebut adanya jurang pemisah yang lebar antara dedikasi pimpinan dengan kesiapan operasional di tingkat Kasat dan Kanit.
Digerogoti Ketidaksiapan Tim
Rasyid mengakui bahwa di bawah komando Kombes Pol Jean Calvjn, Polrestabes Medan berhasil menuntaskan kasus-kasus kelas berat yang selama ini menjadi atensi publik. Mulai dari penghancuran Kampung Kartel Narkoba, pengungkapan kasus tragis pembunuhan ibu oleh anak kandung, hingga pembongkaran sindikat perdagangan bayi.
Namun, bagi Rasid keberhasilan itu menyisakan lubang besar. Ia menilai tim Polrestabes sangat lemah dalam mengantisipasi “serangan balik” atau dampak lanjutan setelah kasus-kasus besar tersebut terungkap.
”Kapolrestabes sudah bekerja luar biasa, tapi timnya tidak siap menjaga ritme itu. Mereka gagap dalam melakukan antisipasi. Ibarat panglima sudah di depan, tapi pasukannya masih tertinggal jauh di belakang atau bahkan tidak tahu harus berbuat apa,” tegas Rasid dengan nada kritis.
Mandulnya Penanganan Kriminalitas Jalanan
Salah satu poin krusial yang disoroti adalah kegagalan jajaran Kasat dan Kanit dalam menangani kasus yang bersentuhan langsung dengan keamanan masyarakat kecil, yakni spesialis pembobol gembok pagar rumah. Menurut Rasid, hingga detik ini masyarakat Medan belum melihat hasil nyata atau terobosan dari jajaran di bawah Kapolrestabes untuk menuntaskan keresahan ini.
”Mana kinerja Kasatnya? Mana aksi nyata Kanitnya? Kasus spesialis pembobol gembok ini merajalela, tapi penyelidikannya jalan di tempat. Ini bukti nyata bahwa para pembantu Kapolrestabes ini tidak mampu menerjemahkan perintah pimpinan ke dalam tindakan konkret,” cecarnya.
Desakan Refreshment
Melihat kondisi yang timpang ini, Rasyid secara terbuka meminta Kapolrestabes Medan untuk segera melakukan evaluasi total dan me-refresh jajaran Kasat serta Kanit di wilayah hukum Polrestabes Medan.
”Jangan biarkan energi Kapolrestabes habis hanya untuk mendorong bawahannya yang tidak bisa lari cepat. Kalau tidak mampu mengimbangi kecepatan dan ketepatan pimpinan, lebih baik diganti. Polrestabes Medan butuh orang-orang yang siap bekerja, bukan sekadar duduk di jabatan,” tutup Rasid mengakhiri pernyataannya.














