Majalahceo.id | Medan – Pemerintah Kota Medan diminta menggunakan hati nurani paska banjir dan menjelang Natal serta Tahun Baru yang melanda beberapa wilayah di membuat guru P3K yang terdampak banjir merasa menderita dan frustrasi.
Berdasarkan Informasi yang dihimpun awak media Guru P3K Tahap 1 Kota Medan, belum di cairkan uang sertifikasi nya terhitung mulai dari bulan 7,8,9,10,11,12, Tahun Anggaran 2025.
Pasca Banjir dan jelang Natal serta menjelang Tahun Baru Guru P3K Tahap 1 Kota Medan memiliki kebutuhan yang mendesak seperti :
– Bahan Pangan: Beras, lauk pauk, dan air bersih sangat dibutuhkan.
– Obat-obatan: Untuk mengobati luka, ISPA, dan penyakit kulit.
– Kesehatan: Layanan kesehatan gratis, terutama untuk anak-anak dan lansia.
– Tempat Tinggal: Pengungsi butuh tempat aman dan layak.
Lambatnya Respons Pemko Medan terkait Guru P3K Tahap 1 Kota Medan, belum di cairkan uang sertifikasi nya terhitung mulai dari bulan 7,8,9,10,11,12, Tahun Anggaran 2025 membuat Rahmadsyah Aliansi Masyarakat Peduli Guru Kota Medan (AMPG) Kota Medan angkat bicara
Rahmadyah mengatakan dirinya meminta Pemko Medan menggunakan hati nurani paska banjir dan menjelang Natal serta Tahun Baru agar merealisasikan sertifikasi terhitung mulai dari bulan 7,8,9,10,11,12, Tahun Anggaran 2025 Guru P3K Tahap 1 Kota Medan
“Kita minta Pemko Medan Gunakan Hati Nurani untuk merealisasikan uang sertifikasi Guru P3K Tahap 1 Kota Medan,” ungkapnya, Senin (8/12/2025).
Lanjut Rahmad mengatakan dirinya akan melakukan aksi Demo meminta Komisi 2 DPRD Kota Medan untuk memanggil Walikota Medan mempertanyakan
uang sertifikasi Guru P3K Tahap 1 Kota Medan yang belum direalisaikan hingga saat ini
“Guru jangan lagi di tambah penderitaannya pasca banjir, kalau perlu kita akan demo turun ke jalan memperjuangkan hak guru,” pungkasnya.
Muji Kabid Dinas Pendisikan Kota Medan saat dikonfirmasi awak media tak menjawab dan membalas pesan WA.
:














