Majalahceo.id | Medan – Anggaran pembangunan Pasar Aksara Baru di Medan mencapai sekitar Rp94 hingga Rp97,85 miliar, bersumber dari APBN (Kementerian PUPR) melalui dana multi-years 2020-2021.
Pasar Aksara di Medan disebut “mati suri” karena meskipun sudah selesai dibangun ulang dengan megah setelah kebakaran, sebagian besar kiosnya sepi, bahkan kosong, dengan hanya segelintir pedagang yang bertahan, membuat kondisinya seperti pasar hantu, padahal seharusnya menjadi pusat distribusi bahan pokok, menimbulkan pertanyaan tentang kurangnya minat pedagang akibat lokasi yang tidak strategis dan masalah aksesibilitas.
Kronologi & Kondisi,
Teuku Akbar Aktifis yang tergabung dalam Koloborasi Lembaga Investigasi Aktifis dan Media meminta Dirut PUD Pasar yang baru Aktifkan kembali Pasar Aksara Kota Medan.
“Ditunggu terobosan Dirut PUD Pasar yang baru untuk aktifkan Pasar Aksara yang selama ini mati suri,” ungkapnya, Senin (12/1/2026)
Pasar Aksara:
Kebakaran (2016): Pasar Aksara Lama di Jalan Aksara terbakar, membuat pedagang direlokasi.
Pembangunan Ulang (2020-2022): Kementerian PUPR membangun kembali pasar modern 4 lantai di lokasi baru (Jalan Masjid, Desa Medan Estet) dengan konsep bangunan hijau, selesai September 2021, dan diresmikan pada 2022.
Kondisi Saat Ini (2026): Bangunan baru yang megah sangat sepi; hanya sedikit kios (sekitar 3 dari ratusan) yang buka, terutama di lantai dasar untuk makanan dan pakaian, sementara lantai atas berdebu dan terbengkalai.
Penyebab “Mati Suri”:
Lokasi Kurang Strategis: Pedagang ikan dan daging mengeluhkan lokasi kios di lantai atas yang tidak mudah dijangkau.
Aksesibilitas: Kurangnya transportasi umum ke pasar baru menjadi kendala bagi pedagang dan pembeli.
Perluasan Bangunan: Terlalu banyak kios yang tersedia tidak sesuai dengan permintaan, membuat banyak pemilik kios memilih tidak berjualan.
Peringatan Pedagang: PUD Pasar Kota Medan sudah mengeluarkan surat peringatan kepada pemilik kios yang tidak aktif untuk membuka usahanya.
Tujuan Pembangunan:
Menyediakan tempat layak dan modern bagi pedagang relokasi dari pasar lama yang terbakar.
Menjadi pusat distribusi bahan pokok di Kota Medan.
Harapan:
Pemerintah berharap pedagang segera menempati kios dan mengaktifkan pasar, serta perbaikan akses jalan dan transportasi umum.














