MajalahCeo.Id | Medan – Persatuan Buruh Peduli K3 ( Prabu) kembali beringas pasca meninggal nya.Pekerja Truk di kawasan Project megah swasta di Medan – Sumatera Utara.
Persatuan Buruh Peduli K3 Sumatera Utara akan menggelar Aksi Demo atas lemahnya Pengawasan Dewan K3 Propinsi Sumatera Utara yang juga Kadisnaker Sumatera Utara karena gak mampu menciptakan rasa aman dan Perduli k3
Acil Kordinator Aksi mengatakan bahwa Prabu yang baru baru ini mengkampanyekan Sadar K3, Peduli k3 bersama Dirjen PUPR yang di adakan bersama Dinas SDMBK Medan sangat menyayangkan ketidak pedulian Gubernur sumut, dimana seharus nya ini kerja pembantu Gubsu yaitu kadisnaker yang mempunyau kewenangan dalam Pembinaan dan teguran .
“Kadisnaker sumut yang baru ini .dianggap hanya seperti Pejabat yang gak perduli akan yugas nya. jauh berbeda dengan Kadisnaker sebelumnya yang sangat tanggap dan awarnes K3,
Prabu sumut akan mendesak Gubsu bertanggung jawab atas meninggalnya Pekerja di wilayah kerja yang Lemah K3,” ungkapnya, Rabu (19/1’1’/2025)
Lanjut Acil Prabu sumut juga sangat menyayangkan Dewan K3 yang di belenggu oleh disnaker, dimana seharusnya dapat memudahkan tugas gubernur dan kadisnaker dalam hal edukasi. pengawasan dan menerima keluhan rakyat sumut.
“Prabu menilai mungkin terindikasi kadisnaker dan gubsu lebih tertarik Proyek pelatihan sertifikasi yang sangat menggiurkan.dari pada terjun kampanye keselamatan. akan hal tersebut kami
mendoakan agar para pejabat Sumut yang tidak perduli k3 agar di OTT,” katanya.
Acil juga mengatakan bahwa PRABU Peduli K3 Sumut juga meminta Pemeriksaan tranparan dari Kapoldasu.
Dua oknum petugas keamanan proyek diduga menghalangi tugas jurnalis yang tengah meliput kecelakaan kerja maut di sebuah proyek pembangunan gedung di Jalan Cut Mutia, Kota Medan, Sumatera Utara.
Insiden ini terjadi setelah seorang sopir truk bermuatan besi beton tewas tertimpa muatannya sendiri.
Peristiwa bermula ketika jurnalis dari berbagai media sedang merekam suasana pasca kecelakaan kerja yang menewaskan sopir truk pengangkut besi beton. Truk tersebut diketahui digunakan untuk memasok material ke proyek pembangunan gedung parkir milik sebuah restoran mewah di kawasan tersebut.
Namun, dua oknum petugas keamanan proyek tiba-tiba mendatangi jurnalis dan meminta mereka menghentikan peliputan. Dalam rekaman video, terlihat salah satu petugas bahkan menanyakan izin liputan kepada seorang jurnalis televisi yang tengah merekam proses evakuasi truk yang rusak, sementara korban telah dibawa ke rumah sakit terdekat.
Hingga kini, identitas korban dan penyebab pasti kecelakaan masih menunggu hasil penyelidikan. Meski begitu, keterangan saksi mata menyebutkan bahwa sopir tewas tertimpa besi beton setelah truk yang kelebihan muatan miring akibat kondisi jalan proyek yang berlumpur. Saat korban keluar dari pintu kemudi, besi-besi tersebut terjatuh dan menimpanya.
“Saat itu jalan licin dan berlumpur, truk miring. Begitu dia buka pintu, besinya jatuh dan menimpa sopir,” ujar Irwansyah, saksi mata.
Anggota DPRD Kota Medan, Komisi IV, Rommy van Boy, menegaskan akan menggelar rapat dengar pendapat dengan memanggil pemilik bangunan.
“Hari ini kita panggil pengembangnya, dan kita akan kupas semua yang menyalahi aturan Perda,” tegasnya.
Rommy juga mengungkapkan bahwa beberapa hari sebelumnya juga terjadi kecelakaan kerja lain yang menewaskan seorang sopir truk pengangkut besi beton.
“Kemarin saya dapat info, seorang pekerja meninggal dunia akibat mobilnya oleng saat proses menurunkan besi. Mobil terguling dan menimpa sopir hingga tewas terjepit,” ujarnya.
Ketua PAC Pemuda Pancasila Medan Polonia turut meminta kepolisian mengusut tuntas rangkaian kecelakaan kerja yang merenggut nyawa pekerja.
Hingga kini, polisi belum melakukan olah TKP, sementara seluruh kegiatan pembangunan di proyek tersebut masih tetap berlanjut meski telah memakan korban jiwa.














