Dana Otonomi Khusus Aceh Siapa Nikmati, Rakyatnya Masih Miskin Dan Terlantar

- Jurnalis

Minggu, 26 Oktober 2025 - 02:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MajalahCeo.Id | Aceh – Dana Otonomi Khusus (DOK) Aceh sebesar Rp 100 triliun dalam 15 tahun terakhir seharusnya digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Aceh, namun faktanya masih banyak masyarakat Aceh yang hidup di bawah garis kemiskinan.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa Dana Otonomi Khusus Aceh berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan di Provinsi Aceh, namun efektivitas penggunaan dana ini masih dipertanyakan. Beberapa kemungkinan penyebabnya adalah:

– Pengelolaan Dana Tidak Efektif : Penggunaan dana yang tidak transparan dan tidak efektif dapat menyebabkan dana tidak tepat sasaran.

– Kurangnya Pengawasan: Lemahnya pengawasan terhadap penggunaan dana dapat menyebabkan penyalahgunaan dana.

– Ketergantungan pada Dana Pusat: Ketergantungan Aceh pada dana pusat dapat mengurangi insentif untuk meningkatkan pendapatan asli daerah.

Awak media juga mwmpertanyakan Dana Baitul Mal, zakat,infak sedekah serta Dana Corporate Social Responsibility siapa yang menikmati karena masih warga aceh yang miskin dan terlantar.

Untuk itu, pemerintah Aceh perlu meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan Dana Otonomi Khusus, serta meningkatkan pendapatan asli daerah untuk membebaskan masyarakat aceh dari kemiskinan yang terkenal dengan julukan Kota Serambi Mekkah.

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Juga

Police Goes To School, Kapolsek Cikalongwetan Tanamkan Karakter, Disiplin, dan Kesadaran Hukum kepada Siswa SMP Karya Pembangunan Maswati
Polda Jabar Tegaskan Komitmen Berantas Begal dan Kejahatan Jalanan, Kabid Humas: Peran Aktif Masyarakat Sangat Membantu Pengungkapan Kasus
KOLEGA Minta Usut K3, Selamatkan Pekerja Di Dalam Rumah Elite Yang Meledak Di Medan Polonia
Di Duga PAD Bocor Dan Di Korupsi, Paul Mei Anton Simanjuntak Komisi IV DPRD Medan Soroti Retribusi Parkir di KIM
Polri Adopsi Kurikulum OBE dan Berbasis AI dalam Pendidikan Bintara SPKT 2026
Beban Kerja Kepling Semakin Tinggi, Surat Edaran Nobar Piala Dunia Sekda Medan: Ketika Birokrasi Kehilangan Sense of Priority
Pernyataan Sikap Dewan Peduli Negeri (DPN) Dan Organisasi Rakyat (ORI) Sumatera Utara
Polda Jabar Bongkar Sindikat Judi Online Jaringan Internasional, 12 Tersangka Ditetapkan

Baca Juga

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:21 WIB

Police Goes To School, Kapolsek Cikalongwetan Tanamkan Karakter, Disiplin, dan Kesadaran Hukum kepada Siswa SMP Karya Pembangunan Maswati

Senin, 20 Juli 2026 - 21:29 WIB

Polda Jabar Tegaskan Komitmen Berantas Begal dan Kejahatan Jalanan, Kabid Humas: Peran Aktif Masyarakat Sangat Membantu Pengungkapan Kasus

Senin, 20 Juli 2026 - 21:16 WIB

KOLEGA Minta Usut K3, Selamatkan Pekerja Di Dalam Rumah Elite Yang Meledak Di Medan Polonia

Senin, 20 Juli 2026 - 20:58 WIB

Di Duga PAD Bocor Dan Di Korupsi, Paul Mei Anton Simanjuntak Komisi IV DPRD Medan Soroti Retribusi Parkir di KIM

Senin, 20 Juli 2026 - 18:11 WIB

Beban Kerja Kepling Semakin Tinggi, Surat Edaran Nobar Piala Dunia Sekda Medan: Ketika Birokrasi Kehilangan Sense of Priority

Tajuk Populer