Majalahceo.id | Medan – Riki. K. ST Aktifis Buruh Sumatera Utara mengkritik keras Kadisnaker Sumut yang buat program jalan jalan ke Parapat yang dinilai tidak sensitif dan memicu kekecewaan publik di tengah duka akibat banjir dan longsor besar yang melanda Sumatra dan Aceh.
Di saat Bapak Presiden Prabowo Subianto memerintahkan seluruh kekuatan nasional untuk membahu bersama penanggulangan banjir Sumatera 2025 dirinya meminta Kadisnaker Sumut untuk berhati-hati dalam membuat program karena saat ini Sumatera mengalami krisis kemanusiaan.
“Refleksi Akhir Tahun: Membangun Solidaritas Bersama di Tengah Bencana bukan malah Kadisnaker Sumut buat program jalan jalan ke Parapat, Jangan defensif dengan program yang membuat buruh marah. Ada (pejabat) yang buat program jalan jalan ke Parapat di saat rumah buruh kebanjiran,” ungkapnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, program jalan jalan ke Parapat tersebut tidak mencerminkan empati ketika ratusan warga kehilangan nyawa dan rumah buruh kebanjiran.
“Masa iya 700 meninggal dunia dan rumah buruh kebanjiran, Kadisnaker Sumut malah buat program jalan jalan ke Parapat?, Menurut saya enggak (etis),” tegas Aktifis Buruh
Pejabat yang sibuk “jalan-jalan” habisin anggaran di saat rakyat berjuang melawan banjir, jelas memperlihatkan kurangnya empati dan prioritas yang salah. Ini bukan cuma soal anggaran, tapi soal kepercayaan dan moralitas.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Sumatera Utara Ibu Ir. Yuliani Siregar, M. AP mengatakan bahwa dirinyakan akan membatalkan kegiatan tersebut dan akan memberikan bantuan kepada korban banjir
“Rencana minggu depan kami mau beri bantuan juga kepada para buruh yang terdampak banjir, dan kita batalkan kegiatan tersebut,” katanya kepada awak media, Rabu (3/12/2025)













