Hentikan Pencarian, Keluarga dan Tim Gabungan Tabur Bunga di Lokasi Bencana Banjir Bandang Pakkat

- Jurnalis

Jumat, 5 Desember 2025 - 16:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MajalahCeo.id I Humbahas (Sumut) –  Humbang Hasundutan – Operasi pencarian korban banjir bandang di Desa Panggugunan dan Desa Pulo Godang, Kecamatan Pakkat, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), resmi dihentikan pada Selasa (2/12/2025).

Keputusan penghentian dilakukan melalui apel gabungan sekaligus ritual tabur bunga di lokasi bencana, sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi korban yang belum ditemukan, Roy Simanullang (19).

Upacara penghormatan dipimpin Pdt Okuli Sihotang. Suasana haru menyelimuti lokasi ketika keluarga korban menaburkan bunga. Tangis pecah tak terbendung, menandai duka mendalam yang masih menyelimuti keluarga dan warga. Kesedihan semakin terasa saat hujan deras tiba-tiba mengguyur lokasi upacara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam sambutannya, Bupati Humbahas, Oloan P Nababan menyampaikan belasungkawa atas musibah banjir bandang dan longsor yang melanda wilayah itu.

Ia menegaskan tidak ada kata yang mampu menggambarkan kedalaman duka yang dirasakan seluruh masyarakat.

“Bencana ini telah merenggut saudara, anak dan tetangga kita. Secara khusus kepada keluarga korban yang belum ditemukan, kami mengangkat doa agar Tuhan memberikan kekuatan, ketabahan, dan penghiburan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah dan seluruh masyarakat Humbahas turut merasakan duka yang sama.

Sebelum ritual digelar, tim gabungan bersama bupati melakukan penyisiran sejak pagi. Pencarian difokuskan di area sebuah rumah yang masih tersisa serta titik-titik sekitar, menggunakan alat berat yang diarahkan personel Basarnas.

Upaya intensif itu membuahkan hasil. Pada pukul 10.34 WIB, tim menemukan satu korban hilang bernama Weda Amelia Maharaja, bocah perempuan berusia 9 tahun.

Korban ditemukan tertimbun lumpur dan puing bangunan. Jenazah kemudian dievakuasi ke Posko Bencana untuk proses identifikasi sebelum diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

Dengan ditemukannya Weda Amelia Maharaja, kini tersisa satu korban yang masih dinyatakan hilang, yakni Roy Simanullang. Tim gabungan menyatakan tetap siaga apabila ditemukan tanda-tanda baru di lapangan.

Baca Juga :  Desa Lubuk Ampolu Kembali Berduka Akibat Banjir Bandang Kembali Menerjang Sampai Pemukiman Warga, Ribuan Kubik Kayu Gelondongan Menghantam Beberapa Rumah Warga

Tampak hadir dalam acara tabur bung itu, Direktur Fasilitasi Penanganan Korban dan Pengungsi BNPB Nelwan Harahap, Kapolres Humbahas AKBP Arthur Sameaputty, Kajari Humbahas Donald Togi Joshua Situmorang, Ketua TP PKK Humbahas Erma Br Simbolon, Wakil Ketua DPRD Humbahas Marsono Simamora, anggota DPRD Humbahas, Bresman Sianturi, Normauli Simarmata, Rustam Marbun, Marganda Silaban, Wakapolres, para pimpinan OPD, Basarnar dan seluruh tim yang terlibat dalam bencana alam itu.

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga Sibabangun Lingkungan Dua Keluhkan Kerusakan Bendungan akibat Banjiir Bandang
Warga Desa Sihapas Juga Warga Desa Lumut Nauli,Mengharapkan Perhatian Pemerintah Tapteng Membangun Kembali Jembatan yang Ambruk Akibat Terjangan Banjir
Masyarakat Butuh Perhatian Pemerintah, Jembatan Penghubung Antar Dua  Desa Sangat Dibutuhkan Masyarakat Sehari-harinya
DPC LSM Elang Mas Tapteng Tanggapi Keluhan Warga Desa Rawa Makmur Terkait Bantuan Jadup
Bupati Tapteng Lakukan Groundbreaking Pembangunan SPAM Aek Sipan dan Hutagurgur
Pulang Mabuk Berujung Pidana: Suami di Badiri Tega Cekik Istri dan Pukul Tante Hingga Pingsan
Pemkab Tapteng Terima Bantuan Kemanusiaan dari PT ASTRA Internasional untuk korban Bencana
H-18 Idulfitri, 204 Huntara di Pante Labu Belum Rampung: Warga Tiga Bulan Bertahan di Tenda, Pangan Kian Kritis
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 18:31 WIB

Warga Sibabangun Lingkungan Dua Keluhkan Kerusakan Bendungan akibat Banjiir Bandang

Selasa, 24 Maret 2026 - 13:51 WIB

Warga Desa Sihapas Juga Warga Desa Lumut Nauli,Mengharapkan Perhatian Pemerintah Tapteng Membangun Kembali Jembatan yang Ambruk Akibat Terjangan Banjir

Minggu, 22 Maret 2026 - 05:53 WIB

Masyarakat Butuh Perhatian Pemerintah, Jembatan Penghubung Antar Dua  Desa Sangat Dibutuhkan Masyarakat Sehari-harinya

Minggu, 15 Maret 2026 - 01:35 WIB

DPC LSM Elang Mas Tapteng Tanggapi Keluhan Warga Desa Rawa Makmur Terkait Bantuan Jadup

Selasa, 10 Maret 2026 - 09:36 WIB

Bupati Tapteng Lakukan Groundbreaking Pembangunan SPAM Aek Sipan dan Hutagurgur

Berita Terbaru