Blackout Sumatera, Beban Rakyat Bertambah, Genset Dan Sanyo, Krisis Air Bersih di Medan, Direksi Tirtanadi Gak Punya Terobosan

- Jurnalis

Sabtu, 6 Juni 2026 - 20:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Blackout Sumatera, Pemadaman Listrik yang dilakukan PLN (Dok-Foto)

Blackout Sumatera, Pemadaman Listrik yang dilakukan PLN (Dok-Foto)

Majalahceo id l Medan – Berdasarkan Informasi yang di himpun awak media, Krisis air bersih akibat pemadaman listrik total (blackout) di Pulau Sumatera terjadi karena matinya mesin pompa Instalasi Pengolahan Air (IPA), seperti yang dikelola oleh PDAM Tirtanadi.

Saat listrik padam, aliran distribusi terhenti dan memicu turbulensi yang membuat air keruh saat pompa kembali dinyalakan.

Masalah Distribusi Air: Pompa PDAM tidak berfungsi tanpa pasokan listrik PLN. Jika listrik menyala kembali, terjadi turbulensi yang membuat air keruh, sehingga petugas harus membuang air kotor di jaringan pipa terlebih dahulu.

“Gegara Blackout Sumatera, Beban Warga Bertambah, Genset Dan Sanyo, Kenapa kok tidak ada Solusi dari Pejabat yang di Gaji dari Pajak Rakyat,” ungkap Rahmad warga Kota Medan, Sabtu (6/6/2026)

Sebelumnya, Sekretaris Fraksi Hanura DPRD Sumatera Utara (Sumut), Ebenejer Sitorus, melontarkan kritik keras terhadap pelayanan air bersih yang dinilai semakin memburuk di Kota Medan. Ia menilai, di usia 81 tahun kemerdekaan Indonesia, masih adanya warga yang kesulitan mendapatkan air bersih merupakan kondisi yang memprihatinkan.

Menurutnya, keluhan masyarakat terkait seringnya pemadaman air oleh Perumda Tirtanadi terus bermunculan. Salah satunya berasal dari warga Kelurahan Kemenangan Tani, Kecamatan Medan Tuntungan, yang mengaku harus bertahan tanpa pasokan air selama beberapa hari.

“Warga mengeluhkan tidak bisa mandi, mencuci, maupun memasak karena air mati berhari-hari. Bahkan, ada yang terpaksa kembali mandi di sungai dan membeli air isi ulang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu (6/6/2026).

Ia menegaskan air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus tersedia secara berkelanjutan. Karena itu, gangguan distribusi yang berulang tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa.

BACA SELENGKAPNYA:  Pekerja Jatuh, Purba Minta Wartawan Hantam Bangunan Tanpa PBG dan Abai K3 di Jl Sampul Medan Petisah, Kota Medan

Ketua DPC Partai Hanura Asahan itu menyebut kondisi yang dialami warga sangat memprihatinkan. Selain harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli air, sebagian masyarakat juga terpaksa memanfaatkan air sungai maupun air tanah sebagai alternatif.

“Indonesia sudah merdeka selama 81 tahun, tetapi masih ada warga yang kesulitan mendapatkan air bersih. Jangan sampai masyarakat merasa seperti kembali ke masa lalu karena harus mandi di sungai akibat pelayanan air yang tidak optimal,” katanya.

Sebagai anggota Komisi E DPRD Sumut, ia menilai buruknya layanan air bersih berdampak langsung terhadap kualitas hidup masyarakat. Karena itu, ia mendesak manajemen Tirtanadi segera melakukan perbaikan menyeluruh terhadap sistem distribusi air dan mengevaluasi setiap gangguan yang terjadi.

Tak hanya itu, Ebenejer juga meminta Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, untuk mengevaluasi kinerja jajaran direksi Tirtanadi apabila dinilai tidak mampu menghadirkan solusi atas persoalan yang terus berulang.

“Langkah konkret dan terukur harus segera dilakukan. Direksi dituntut mampu berinovasi dan membuat terobosan, termasuk mencari sumber air baru untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang terus meningkat, khususnya di Medan dan sekitarnya,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Tirtanadi tidak cukup hanya fokus menangani gangguan jangka pendek. Perusahaan daerah tersebut juga harus menyusun strategi jangka panjang guna menjamin ketersediaan air bersih bagi masyarakat pada masa mendatang.

Ia berharap keluhan warga segera mendapat respons serius sehingga pelanggan dapat kembali menikmati layanan air bersih secara normal.

“Masyarakat membayar tagihan setiap bulan. Karena itu, mereka berhak mendapatkan pelayanan yang baik, lancar, dan berkelanjutan,” ucapnya.

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Juga

Proyek BRT Korbankan Ribuan Pohon, Komisi IV DPRD Medan Pertanyakan Keberadaan Pohon Yang Di Tebang
Kado Pahit Di Hari Ultah, Aksi “Buka Baju” Ketua FPAN Protes Ke PLN Hingga Info Pasutri Meninggal Dampak Pemadaman Listrik Oleh PLN
Dukung “Medan Asri Bergerak”, Lurah Madras Hulu Adakan Gotong Royong Masal Bersih Lingkungan
Medan Asri Bergerak Wujudkan Medan Bersih, Hijau, Rapi Dan Berkelanjutan Hanya Untuk Kebutuhan Konten Rico Waas, Faktanya?
Kado Pahit Di Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, 2.700 Pohon Di Tebang Demi Ambisi Proyek BRT Di Kota Medan
Rico Waas “Abaikan” Rekomendasi DPRD Medan, Rapor Merah Di Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026
PMI Tapanuli Tengah Bersama Hongkong Red Cross Serahkan 110 Paket Sekolah Untuk Siswa Terdampak Bencana di SMK N 1 Badiri
Sinergi Pemkab Sukabumi dan BAZNAS Hadirkan Harapan, Wujudkan Sukabumi Mubarokah melalui Aksi Nyata untuk Warga

Baca Juga

Sabtu, 6 Juni 2026 - 20:05 WIB

Blackout Sumatera, Beban Rakyat Bertambah, Genset Dan Sanyo, Krisis Air Bersih di Medan, Direksi Tirtanadi Gak Punya Terobosan

Sabtu, 6 Juni 2026 - 18:50 WIB

Proyek BRT Korbankan Ribuan Pohon, Komisi IV DPRD Medan Pertanyakan Keberadaan Pohon Yang Di Tebang

Sabtu, 6 Juni 2026 - 15:51 WIB

Kado Pahit Di Hari Ultah, Aksi “Buka Baju” Ketua FPAN Protes Ke PLN Hingga Info Pasutri Meninggal Dampak Pemadaman Listrik Oleh PLN

Jumat, 5 Juni 2026 - 16:02 WIB

Dukung “Medan Asri Bergerak”, Lurah Madras Hulu Adakan Gotong Royong Masal Bersih Lingkungan

Jumat, 5 Juni 2026 - 12:47 WIB

Medan Asri Bergerak Wujudkan Medan Bersih, Hijau, Rapi Dan Berkelanjutan Hanya Untuk Kebutuhan Konten Rico Waas, Faktanya?

Tajuk Populer