Majalah CEO | KBB,-Dalam rangka mendukung percepatan pemulihan Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum melalui pengelolaan sampah berbasis masyarakat, Sektor 8 Citarum Harum terus mengoptimalkan pelaksanaan Program LOSEDA (Lodong Sesa Dapur) di wilayah binaannya. Program ini merupakan salah satu inovasi sederhana namun efektif dalam mengurangi volume sampah organik rumah tangga sejak dari sumbernya, sehingga mampu menekan pencemaran lingkungan sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan.
Selama bulan Juni 2026, Subsektor 1 Parongpong Sektor 8 Citarum Harum melaksanakan kegiatan pembuatan dan pemasangan LOSEDA di Desa Cihanjuang, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara bertahap oleh personel Satgas bersama masyarakat sebagai bentuk sinergi dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Pelaksanaan kegiatan melibatkan dua tim lapangan, yaitu:
Tim 1 dipimpin oleh Peltu Amar selaku DPP.
Tim 2 dipimpin oleh Sertu Rudi selaku DPP.
Kedua tim tidak hanya melaksanakan pembuatan dan pemasangan LOSEDA, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah organik rumah tangga sebagai langkah awal menjaga kebersihan lingkungan. Warga diberikan pemahaman tentang cara memanfaatkan sisa makanan, limbah dapur, kulit buah, sayuran, dan sampah organik lainnya agar tidak dibuang ke saluran air maupun ke sungai.
Adapun hasil pelaksanaan Program LOSEDA selama bulan Juni 2026 adalah sebagai berikut:
RW 08 Kampung Lembur Panjang, Desa Cihanjuang Telah dilaksanakan pembuatan dan pemasangan sebanyak 30 unit LOSEDA yang tersebar di lingkungan permukiman warga. Keberadaan LOSEDA diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat dalam mengolah sampah organik rumah tangga menjadi pupuk organik yang bermanfaat.
RW 07 Kampung Centeng, Desa Cihanjuang Pada lokasi ini telah dilaksanakan pembuatan dan pemasangan sebanyak 21 unit LOSEDA. Antusiasme masyarakat dalam mengikuti program ini menjadi salah satu indikator meningkatnya kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi pencemaran akibat sampah organik.
Dengan demikian, jumlah LOSEDA yang telah tergelar sementara di Desa Cihanjuang mencapai 51 unit.
Program LOSEDA merupakan salah satu bentuk implementasi pengelolaan sampah berbasis rumah tangga yang mudah diterapkan oleh masyarakat. Melalui pemanfaatan wadah atau lodong sebagai media penguraian sampah organik, limbah dapur dapat diproses secara alami menjadi pupuk organik yang memiliki nilai manfaat bagi tanaman pekarangan, kebun, maupun lahan pertanian.
Selain mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir, penerapan LOSEDA juga berperan dalam mengurangi pencemaran sungai akibat pembuangan sampah organik secara sembarangan. Dengan semakin banyak rumah tangga yang mengelola sampah dari sumbernya, beban sampah yang masuk ke lingkungan dapat ditekan secara signifikan sehingga mendukung upaya pemulihan kualitas Sungai Citarum.
Komandan Sektor 8 Citarum Harum, Kolonel Inf. Masrief, menyampaikan bahwa Program LOSEDA merupakan salah satu strategi nyata dalam membangun budaya peduli lingkungan di tengah masyarakat. Menurutnya, keberhasilan Program Citarum Harum tidak hanya bergantung pada kegiatan pembersihan sungai, tetapi juga memerlukan perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah sejak dari rumah tangga.
Beliau menjelaskan bahwa tujuan Program LOSEDA meliputi:
Mengurangi sampah organik rumah tangga dengan memanfaatkan sisa makanan dan limbah dapur agar tidak dibuang sembarangan.
Meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah sejak dari sumbernya, yaitu rumah tangga.
Menghasilkan pupuk organik alami dari proses penguraian sampah organik yang dapat dimanfaatkan untuk tanaman maupun pertanian.
Mendukung Program Citarum Harum dalam menjaga kebersihan lingkungan serta mengurangi pencemaran sungai akibat sampah.
Mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan melalui penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle).
Mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui gerakan pengelolaan sampah organik yang sederhana, mudah, dan dapat diterapkan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Kolonel Inf. Masrief menegaskan bahwa setiap rumah tangga memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian lingkungan. Menurutnya, perubahan besar dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana, seperti memilah sampah dan mengolah limbah organik melalui LOSEDA. Apabila dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan, upaya tersebut akan memberikan dampak positif terhadap kebersihan lingkungan sekaligus mengurangi pencemaran Sungai Citarum.
Lebih lanjut, Program LOSEDA juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat untuk memahami bahwa sampah organik bukan sekadar limbah yang harus dibuang, melainkan sumber daya yang masih memiliki nilai guna apabila dikelola dengan baik. Hasil penguraian sampah organik dapat dimanfaatkan sebagai pupuk alami yang mendukung penghijauan, ketahanan pangan keluarga, serta pengembangan pertanian yang lebih ramah lingkungan.
Sektor 8 Citarum Harum berkomitmen untuk terus memperluas penerapan Program LOSEDA ke wilayah-wilayah lainnya sebagai bagian dari strategi pengurangan sampah organik dan penguatan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan. Melalui kolaborasi antara Satgas Citarum Harum, pemerintah daerah, aparat kewilayahan, tokoh masyarakat, dan seluruh warga, diharapkan budaya pengelolaan sampah dari sumbernya dapat semakin berkembang dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Dengan terpasangnya 51 unit LOSEDA di Desa Cihanjuang selama bulan Juni 2026, diharapkan manfaat program ini dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat. Selain mampu mengurangi volume sampah organik rumah tangga, LOSEDA juga diharapkan menjadi langkah konkret dalam mendukung keberhasilan Program Citarum Harum menuju sungai yang bersih, lingkungan yang sehat, serta kehidupan masyarakat yang lebih berkualitas dan berkelanjutan.***
Sumber Berita: Satgas Citarum















