Majalahceo.id | Tanjungbalai – Wakil Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Fadly Abdina menghadiri Haul ke-25 Allahuyarham Syekh H. Mustafa BS Rokan sekaligus Pameran Sejarah Peninggalan di Dusun lll, Desa Sei Paham, Kecamatan Sei Kepayang Kabupaten Asahan, Rabu (12-8-2026).
Semarak Haul ke-25 Syekh H. Mustafa BS Rokan dilaksanakan dalam suasana penuh khidmat dan semangat keagamaan dan dihadiri OPD dilingkup Pemkab Asahan, instansi vertikal dan undangan lainnya.
Kegiatan haul menjadi momentum untuk mengenang jasa, perjuangan, keteladanan dan kontribusi Syekh H. Mustafa BS Rokan dalam membangun kehidupan keagamaan serta pendidikan Islam di tengah masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Wakil Wali Kota Muhammad Fadly Abdina dalam sambutannya menyampaikan pentingnya menjadikan kegiatan haul bukan sekadar mengenang sosok ulama yang telah wafat, tetapi juga sebagai sarana mengambil pelajaran dari perjuangan dan keteladanan beliau.
Menurutnya, ulama memiliki peran besar dalam membimbing umat, membangun akhlak, memperkuat pendidikan keagamaan serta menjaga persatuan dan kerukunan masyarakat, nilai-nilai perjuangan tersebut hendaknya terus diwariskan kepada generasi penerus saat ini dan yang akan datang.
“Semoga melalui kegiatan haul ini kita dapat mengambil hikmah dan keteladanan dari perjuangan almarhum, serta terus melanjutkan nilai-nilai kebaikan yang telah beliau tanamkan kepada umat,” harap Fadly.
Semoga melalui Haul ini kita dapat meneruskan perjuangan para ulama, memperkuat ukhuwah Islamiyah dan meningkatkan semangat kebersamaan dalam meneruskan perjuangan almarhum dalam penyebaran keagamaan dan menjaga kerukunan ditengah masyarakat, ungkapnya.
Sementara itu, Syekh Abu Shohir dalam tausiyahnya mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT, menjaga amal ibadah dan meneladani kehidupan para ulama.
Ia mengingatkan bahwa kehidupan dunia memiliki batas waktu, karena itu, setiap manusia hendaknya mempersiapkan bekal terbaik untuk kehidupan akhirat dengan memperbanyak amal saleh, menjaga akhlak dan memberikan manfaat bagi sesama.
“Warisan terbaik seorang ulama bukan hanya ilmu yang disampaikan, tetapi juga akhlak, keteladanan dan amal kebaikan yang terus hidup di tengah masyarakat,” pesan Syekh Abu Shohir dalam tausiyahnya.











