MajalahCeo.id I Tapteng (Sumut) – Tapteng — Menindaklanjuti keluhan masyarakat dan petani secara langsung, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Tengah bergerak cepat melaksanakan normalisasi sungai dan saluran irigasi di Lingkungan Purba Tua, Kelurahan Sipange, pada Kamis 1 Oktober 2026.
Langkah taktis ini dilakukan hanya berselang dua hari setelah Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, SH, MH., turun langsung meninjau lokasi dan mendengar aspirasi warga pada Selasa 29 Oktober 2026 lalu. Normalisasi difokuskan pada Sungai Purba Tua, Sungai Aek Tarutung, serta aliran irigasi yang sebelumnya terputus akibat diterjang bencana banjir bandang.
Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, SH, MH menegaskan bahwa komitmen pemerintah untuk memperbaiki seluruh wilayah terdampak dilakukan secara terukur dan bertahap.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Semua wilayah yang terdampak akan kita perbaiki, tetapi pelaksanaan pengerjaannya tidak seperti membalikkan telapak tangan. Ini kita lakukan secara bertahap,” ujar Bupati Masinton di lokasi kegiatan.
Bupati juga menjelaskan bahwa penanganan di lapangan dilakukan dengan mengurai kendala satu per satu, mengingat kondisi cuaca dengan curah hujan yang masih cukup tinggi di wilayah Tapanuli Tengah.
Selain infrastruktur sungai, sektor pertanian warga menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah. Terputusnya suplai air sempat membuat lahan pertanian warga terbengkalai. Melalui normalisasi ini, jalur air irigasi kembali dibuka agar aktivitas bercocok tanam dapat pulih normal.
“Pertanian warga sangat penting untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan memulihkan aktivitas ekonomi mereka. Makanya, irigasi ini kita buka kembali jalurnya agar lahan pertanian bisa diolah dan produktif kembali,” tambahnya.
Dalam pelaksanaan normalisasi ini, Pemkab Tapteng menerapkan strategi penanganan yang komprehensif, mencakup wilayah hulu hingga hilir agar aliran air dapat terdistribusi dengan baik tanpa mengancam keselamatan pemukiman warga.
“Kita tidak hanya berfokus di hulu saja, tetapi hilir juga harus dinormalisasi agar aliran air bisa mengalir dengan lancar sehingga tidak membanjiri pemukiman masyarakat,” pungkas Bupati.
Melalui gerak cepat ini, warga Kelurahan Sipange, khususnya para petani, menyambut baik langkah nyata Pemkab Tapteng dalam memulihkan infrastruktur pertanian dan lingkungan pascabencana.
















Komentar