MAJALAHCEO | SUMBA BARAT DAYA — Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, diguncang gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 5,9 pada Minggu pagi, 4 Oktober 2026, tepat pukul 05.55.52 WIB. Awalnya gempa tercatat berkekuatan M 6,1 sebelum BMKG melakukan pemutakhiran data menjadi M 5,9. Pusat gempa berada di laut, sekitar 59 kilometer arah barat daya Kodi, dengan kedalaman 30 kilometer. Hasil pemodelan BMKG memastikan gempa ini tidak berpotensi tsunami.
Berdasarkan analisis BMKG, gempa ini tergolong jenis gempa bumi dangkal yang terjadi akibat aktivitas sesar aktif yang diduga berasosiasi dengan Sesar Waikabubak. Mekanisme pergerakannya berupa sesar turun atau normal fault. Guncangan dirasakan cukup kuat di sejumlah wilayah. Di Kodi Balaghar, Kodi Bangedo, dan Kodi, intensitas mencapai VI MMI, di mana getaran dirasakan oleh seluruh penduduk, menyebabkan banyak orang terkejut dan berlarian keluar rumah. Di Kota Tambolaka, Waikabubak, Waibakul, dan Raba, guncangan tercatat pada skala IV MMI, sedangkan di Kota Bima terasa pada skala III MMI.
Hingga pukul 08.05 WIB pada hari yang sama, BMKG mencatat adanya 62 kali gempa susulan dengan rentang kekuatan antara magnitudo 1,5 hingga 4,3. Dampak dari gempa utama ini tercatat di Desa Perokonda, Kecamatan Kodi, di mana sejumlah bangunan warga dan sekolah mengalami kerusakan. Warga dilaporkan panik saat guncangan terjadi, namun secara bertahap mulai kembali beraktivitas setelah dipastikan tidak ada potensi tsunami.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mempercayai isu yang tidak jelas kebenarannya. Warga dihimbau untuk menghindari bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan akibat gempa, serta tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan yang dapat berlangsung dalam beberapa hari ke depan. Informasi resmi terkait perkembangan aktivitas gempa hanya bersumber dari BMKG melalui situs resmi bmkg.go.id dan akun media sosial @infoBMKG.
Sumber Berita: BMKG
















Komentar