MAJALAH CEO | SUKABUMI — Upaya meningkatkan kualitas pendidikan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari lingkungan sekolah, masyarakat, hingga insan pers. Semangat kolaborasi tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi program pendidikan yang berlangsung di SMAN 1 Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Jumat (9/10/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi lintas sektor sekaligus menyelaraskan langkah dalam mendukung pelaksanaan program sekolah. Himpunan Jurnalis Inovatif (HIJI) Sukabumi turut mendorong terciptanya kemitraan yang konstruktif agar berbagai program pendidikan dapat tersosialisasikan secara luas kepada masyarakat.
Ketua HIJI Sukabumi, DS. Wildan Wiharia, menilai komunikasi yang terbuka antara pihak sekolah dan insan pers merupakan salah satu unsur penting dalam membangun pemahaman publik terhadap kebijakan serta program pendidikan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, penyampaian informasi yang tepat dan mudah dipahami dapat membantu masyarakat mengetahui tujuan, manfaat, serta perkembangan program yang dijalankan oleh satuan pendidikan. Karena itu, hubungan kemitraan antara sekolah dan jurnalis perlu dibangun atas dasar profesionalisme, keterbukaan, dan tanggung jawab.
Ia juga menegaskan bahwa tugas insan pers tidak semata-mata menyampaikan kabar kepada masyarakat. Lebih dari itu, jurnalis memiliki peran dalam memberikan pemahaman mengenai berbagai kebijakan publik melalui pemberitaan yang faktual, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Kolaborasi antara sekolah, masyarakat, dan insan pers harus terus dirawat. Sosialisasi yang baik dapat membangun kesamaan pemahaman sekaligus membuka ruang partisipasi masyarakat dalam mendukung kemajuan pendidikan,” ungkap Wildan.
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Parungkuda, Dian Rosdiana, S.Pd., menyampaikan bahwa koordinasi merupakan bagian penting dalam memastikan setiap program sekolah berjalan sesuai rencana. Menurutnya, kesamaan persepsi dan komunikasi yang efektif diperlukan agar berbagai agenda pendidikan dapat dilaksanakan secara terarah.
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah hal menjadi perhatian, mulai dari penyelarasan kegiatan sekolah, pembahasan langkah tindak lanjut program, hingga identifikasi berbagai kendala yang berpotensi memengaruhi pelaksanaannya.
Dian berharap, melalui koordinasi yang terencana, setiap program dapat dijalankan secara lebih efektif dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekolah maupun peserta didik.
Di sisi lain, penguatan sarana dan prasarana pendidikan tetap menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan mutu pembelajaran. Revitalisasi sekolah, termasuk perbaikan fasilitas dan pembangunan infrastruktur pendukung, diperlukan untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan layak.
Pelaksanaan program tersebut juga membutuhkan dukungan komunikasi yang transparan. Informasi mengenai arah kebijakan, tahapan kegiatan, serta manfaat program perlu disampaikan dengan baik agar masyarakat dapat mengikuti perkembangannya secara objektif.
Dalam konteks ini, pers memiliki posisi strategis sebagai penyampai informasi sekaligus bagian dari kontrol sosial. Peran tersebut perlu dijalankan secara profesional dengan tetap berpedoman pada prinsip-prinsip jurnalistik dan mengedepankan akurasi informasi.
HIJI Sukabumi berharap, hubungan baik antara dunia pendidikan, masyarakat, dan media massa dapat terus diperluas melalui komunikasi yang berkesinambungan. Kemitraan yang sehat diharapkan mampu menciptakan dukungan bersama terhadap berbagai agenda peningkatan mutu pendidikan.
Dengan adanya sinergi tersebut, program-program sekolah diharapkan tidak hanya terlaksana secara optimal, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi peserta didik dan masyarakat luas. Kolaborasi lintas sektor pun menjadi salah satu langkah untuk mewujudkan pendidikan yang lebih berkualitas, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.***
















Komentar