MAJALAH CEO | SUKABUMI – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman, S.H., M.M., menjalankan sejumlah agenda strategis sepanjang Oktober 2026. Rangkaian kegiatan tersebut mencakup penguatan peran organisasi keagamaan, peningkatan disiplin aparatur sipil negara (ASN), serta pembukaan ruang komunikasi antara pemerintah daerah dan masyarakat.
Ketiga agenda itu menjadi bagian penting dalam mendorong tata kelola pemerintahan yang lebih efektif, profesional, dan responsif terhadap kebutuhan publik. Melalui keterlibatan langsung dalam berbagai kegiatan, Sekda turut memperkuat koordinasi lintas sektor sekaligus mendorong terwujudnya visi Kabupaten Sukabumi yang religius, maju, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
Perkuat Peran Masjid melalui Rakor DMI
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satu agenda yang menjadi perhatian adalah pembukaan Rapat Koordinasi Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Sukabumi Tahun 2026 pada Rabu, 14 Oktober 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Pondok Pesantren Roudhotul Ulum, Kecamatan Kadudampit.
Dalam kegiatan itu, Ade Suryaman menegaskan pentingnya peran masjid yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan umat, pendidikan keagamaan, dan penguatan nilai-nilai sosial di tengah masyarakat.
Koordinasi antar-pengurus DMI dinilai penting untuk menyelaraskan program kerja, meningkatkan kualitas pengelolaan masjid, serta memperluas kontribusi lembaga keagamaan dalam kehidupan bermasyarakat.
Sinergi antara pemerintah daerah, pengurus masjid, tokoh agama, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat kerukunan serta membangun lingkungan sosial yang harmonis. Semangat tersebut sejalan dengan cita-cita mewujudkan Sukabumi Mubarakah melalui pembangunan yang berlandaskan nilai religius dan kebersamaan.
Disiplin ASN Jadi Fondasi Peningkatan Pelayanan
Selain memperkuat sektor keagamaan, Sekda Kabupaten Sukabumi juga memberikan perhatian terhadap kualitas sumber daya manusia aparatur. Hal itu tercermin dalam kegiatan apel pagi ASN pada Senin, 12 Oktober 2026.
Dalam agenda tersebut, penegakan disiplin, peningkatan kinerja, dan penguatan koordinasi menjadi poin utama yang ditekankan kepada jajaran aparatur pemerintah daerah.
Disiplin ASN bukan sekadar persoalan kehadiran maupun kepatuhan terhadap ketentuan kerja. Lebih dari itu, kedisiplinan merupakan fondasi untuk membangun budaya kerja yang bertanggung jawab, menjaga integritas, serta memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan secara optimal.
Aparatur pemerintah dituntut mampu bekerja secara profesional, memahami tugas dan fungsinya, serta memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan sesuai ketentuan. Konsistensi dalam menjalankan tanggung jawab tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
Penguatan kapasitas aparatur juga selaras dengan agenda pelatihan ASN berintegritas yang dijadwalkan oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sukabumi pada 12–30 Oktober 2026.
Melalui pengembangan kompetensi dan pembentukan karakter aparatur, pemerintah daerah diharapkan mampu membangun birokrasi yang semakin adaptif, berintegritas, serta berorientasi pada hasil.
Membuka Ruang Dialog dan Menyerap Aspirasi Masyarakat
Agenda lainnya pada pertengahan Oktober 2026 berkaitan dengan pembukaan ruang dialog dan pelaksanaan audiensi pemerintahan. Langkah ini mencerminkan pentingnya komunikasi dua arah antara pemerintah daerah dan berbagai unsur masyarakat.
Dialog menjadi sarana untuk menyampaikan aspirasi, mengidentifikasi persoalan di lapangan, sekaligus mencari solusi atas berbagai kebutuhan yang berkembang di tengah masyarakat.
Dalam penyelenggaraan pemerintahan, keterbukaan terhadap masukan publik merupakan unsur penting untuk memastikan kebijakan dan program pembangunan berjalan sesuai dengan kebutuhan daerah.
Melalui komunikasi yang terarah, pemerintah dapat memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai persoalan masyarakat. Pada saat yang sama, masyarakat memiliki kesempatan untuk menyampaikan pandangan serta memperoleh penjelasan mengenai kebijakan dan langkah yang ditempuh pemerintah daerah.
Meski demikian, efektivitas dialog tidak hanya ditentukan oleh terselenggaranya pertemuan, tetapi juga oleh tindak lanjut atas aspirasi yang disampaikan. Karena itu, koordinasi antarperangkat daerah dan kejelasan penyelesaian persoalan menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan publik.
Sinergi untuk Mewujudkan Sukabumi Mubarakah
Rangkaian kegiatan yang dijalankan Sekda Kabupaten Sukabumi tersebut memperlihatkan keterkaitan antara pembangunan kehidupan keagamaan, pembenahan birokrasi, dan penguatan komunikasi publik.
Ketiga aspek tersebut saling mendukung dalam menciptakan pemerintahan daerah yang mampu bekerja secara profesional sekaligus dekat dengan masyarakat.
Penguatan nilai religius dapat menjadi landasan etika dalam kehidupan sosial dan birokrasi. Sementara itu, peningkatan disiplin serta integritas ASN diperlukan untuk memastikan penyelenggaraan pemerintahan berjalan sesuai aturan. Adapun keterbukaan terhadap aspirasi publik menjadi salah satu sarana untuk menjaga agar kebijakan tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Keberhasilan agenda-agenda tersebut pada akhirnya perlu tercermin dalam hasil nyata, baik melalui peningkatan kualitas pelayanan, efektivitas koordinasi pemerintahan, maupun tindak lanjut terhadap kebutuhan warga.
Dengan memperkuat kolaborasi antara pemerintah, tokoh agama, aparatur, dan masyarakat, Kabupaten Sukabumi diharapkan dapat terus mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan Sukabumi Mubarakah, yakni daerah yang mengedepankan nilai keagamaan, profesionalisme pemerintahan, serta kesejahteraan masyarakat.***
















Komentar