Majalahceo.id | Tanjungbalai – Suasana haru dan penuh kehangatan menyelimuti kunjungan Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim Batubara bertemu para jamaah haji Kloter 11 asal Kota Tanjungbalai yang berada di Syare Manshur, Hotel Wehdah Hussein Mumtaz, Sektor 6, Makhtab 602, Arab Saudi.
Alhamdulillah seluruh jamaah haji Kota Tanjungbalai sehat tanpa ada kendala yang berarti dalam melaksanakan ibadah haji tahun 2026/1447H ini, ungkap Wali Kota saat bertemu ramah dengan para jamaah, Rabu (3-6-2026) malam waktu Arab Saudi.
Kehadiran Wali Kota Mahyaruddin Salim disambut penuh rasa syukur oleh para jamaah haji Kota Tanjungbalai terdiri dari 129 jemaah ditambah 1 orang ketua Kloter Fadlin Gea yang merupakan Kepala Kantor Kementerian Agama Nias Selatan yang tengah bersiap menghadapi puncak ibadah haji.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Wali Kota Mahyaruddin berharap para jamaah dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar dan penuh rasa syukur, serta menjadi ladang amal bagi para jamaah dan keluarga.
Saat mendengar cerita dari bapak dan ibu para jamaah, banyak menerima masukan yang menjadi bahan evaluasi pelaksanaan ibadah haji tahun depan dan harapan jamaah tentu beragam, jelasnya.
Melaksanakan haji bukan persoalan mau saja karena panggilan Allah menunaikan Rukun Islam yang ke 5 saja, namun, perlu di pahami rangkaian ibadah haji hanya satu kali dalam setahun jangan sampai batal karena saat ini daftar tunggu reguler 25 sampai dengan 30 tahun, maka perlu fisik yg sehat karena aturan di Arab Saudi sewaktu- waktu dapat berubah-ubah yang mewajibkan para jamaah berjalan bahkan kadang harus melakukan perjalanan berkilo meter karena ada rukun haji yang wajib dikerjakan sendiri atau wajib haji, kalau wajib haji bisa digantikan oleh orang lain istilahnya bayar denda (DAM) pada puncak haji yang sangat berat Armuzna Mabit Arafah, sebut Wali Kota.
Menurutnya, stamina jamaah harus benar-benar dijaga karena pelaksanaan puncak ibadah haji sangat membutuhkan tenaga yang cukup besar dan peraturan di Arab Saudi yang sewaktu-waktu berubah.
“Jamaah harus tetap bahagia, banyak bersyukur, makan dan minum yang cukup serta menjaga kesehatan, jangan terlalu memaksakan diri karena perjalanan ibadah masih panjang bermalam di Arafah, Musdalifah dan mabit di Mina,” kata Mahyaruddin.
Lanjut Wali Kota, pada saat mengambil batu Musdalipah, bermalam di tenda di Mina dan Jamarot melontar Jumrah Ula, Wustha, lalu Aqabah dimulai 8 Zulhijah sampai dengan 12 Zulhijah yaitu napar awal atau napar sani ditutup dengan tawaf ifadah lalu sa’i dan Tahallul di Masjidilharam (Makkah) dan semua itu sudah di lewati jamaah haji asal Tanjungbalai, mudah-mudahan mendapat haji yg mabrur dan mabruroh, Aamiin Ya Rabbal Alamin, paparnya.
Tentunya dalam penyelenggaraan dan pelaksanaan haji ada kekurangan dan kelemahan baik dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat, kami mohon dimaafkan, ucap Wali Kota Tanjungbalai.
“Saya juga mendengar di Mina, para jamaah Tanjungbalai tidak mendapatkan tempat tidur yang sebelumnya telah diarahkan oleh Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) dilokasi tersebut dan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, begitu juga halnya dengan minimnya fasilitas toilet, hal ini juga akan menjadi perhatian dan evaluasi kita kedepannya,
untuk itu, kedepannya kami akan mempersiapkan segala sesuatunya terutama melakukan kordinasi dan komunikasi yang intens dengan Kementerian Haji dan Umrah Kota Tanjungbalai dalam mengevaluasi hal-hal yang terjadi tahun ini sehingga pelaksanaannya pada tahun depan semakin baik,” harap Wali Kota Mahyaruddin Salim.
Diakhir pertemuan, Wali Kota Mahyaruddin mendoakan agar seluruh jamaah asal Kota Tanjungbalai senantiasa diberi kesehatan dan kekuatan hingga kembali nantinya ke tanah air sebagai haji yang mabrur dan mabrurah tanpa kekurangan sedikit apapun, pungkasnya.
Sebagai informasi, jamaah haji Kota Tanjungbalai tergabung dalam kloter 11 embarkasi Medan Sumatera Utara dijadwalkan tiba di tanah air pada hari Sabtu malam (13-6-2026) melalui Bandar Udara jInternasional Kualanamu (KNO), Deli Serdang.
Seluruh jamaah akan diterima langsung oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungbalai bersama Forkopimda beserta keluarga di Alun- alun Sultan Abdul Jalil Rahmadsyah, Minggu pagi (14-6-2026).
Berdasarkan laporan dari Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Tanjungbalai H. Abdullah Syadad, tahun ini jamaah haji Kota Tanjungbalai yang akan menjalankan ibadah haji berjumlah 133 orang, namun jelang keberangkatan mengalami perubahan menjadi 130 orang ditambah 1 orang ketua Kloter, satu orang jamaah meninggal dunia sebelum keberangkatan, sementara dua lainnya batal berangkat karena alasan kesehatan.
















