MAJALAHCEO.ID | SUKABUMI – Persoalan sampah di Kabupaten Sukabumi masih menjadi tantangan serius yang membutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat. Meningkatnya volume sampah serta munculnya titik-titik pembuangan liar menjadi perhatian pemerintah daerah untuk segera ditangani secara bersama.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi mengajak masyarakat agar tidak hanya mengandalkan petugas kebersihan, tetapi juga mengambil peran aktif melalui pengelolaan sampah sejak dari lingkungan rumah tangga. Langkah tersebut dinilai menjadi salah satu solusi untuk menekan timbulan sampah yang setiap hari terus bertambah.
Kepala DLH Kabupaten Sukabumi, Nunung Nurhayati, mengimbau masyarakat membiasakan penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Upaya mengurangi penggunaan barang sekali pakai, memanfaatkan kembali barang yang masih layak, serta mendaur ulang sampah dinilai mampu mengurangi beban pengelolaan sampah secara signifikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain menerapkan pola 3R, masyarakat juga diharapkan mulai memilah sampah organik dan anorganik sejak dari rumah. Pemilahan tersebut akan mempermudah proses pengolahan sekaligus meningkatkan nilai ekonomis sampah yang masih dapat dimanfaatkan.
DLH menegaskan bahwa penyelesaian persoalan sampah tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri. Kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, menjaga kebersihan lingkungan, serta mendukung berbagai program pengelolaan sampah menjadi faktor penting dalam menciptakan Kabupaten Sukabumi yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat, diharapkan persoalan darurat sampah di Kabupaten Sukabumi dapat diatasi secara bertahap. Perubahan kebiasaan dimulai dari rumah menjadi langkah sederhana, namun memiliki dampak besar terhadap kelestarian lingkungan di masa mendatang.**

















