Kabupaten Tapanuli Tengah Kembali Diguyur Hujan, Kecamatan Tukka dan Badiri 

- Jurnalis

Selasa, 4 Agustus 2026 - 18:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dua hari diguyur hujan, Kecamatan Tukka dan Badiri dilaporkan kembali diterjang banjir susulan (Dok-Poto)

Dua hari diguyur hujan, Kecamatan Tukka dan Badiri dilaporkan kembali diterjang banjir susulan (Dok-Poto)

MajalahCeo.id I Tapteng (Sumut) – Tapteng – Dua hari diguyur hujan, Kecamatan Tukka dan Badiri dilaporkan kembali diterjang banjir susulan. Ratusan rumah dan jalan umum turut digenangi air dalam peristiwa itu.

Banjir ini terjadi akibat curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) sejak, Minggu (2/8/2026) sore hingga Senin (3/8/2026).

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Kabid Darlog), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapteng, Erianto Tambunan, menyampaikan berdasarkan laporan harian periodik Pusdalops (Pusat Pengendalian Operasi) BPBD Tapteng, hujan intensitas tinggi ini mulai terjadi Minggu (2/8/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.

“Kenaikan debit air yang dipicu oleh hujan lebat serta luapan dari beberapa titik daerah aliran sungai (DAS) mengakibatkan tanggul kembali jebol di Kecamatan Tukka,” ujar Erianto Tambunan, Senin (3/8/2026).

Ia menjelaskan, tanggul yang jebol tersebut berada di Lingkungan I Kelurahan Hutanabolon, yang sebelumnya sempat jebol pada bencana banjir pertengahan Juli 2026 lalu dan berdampak banjir pada beberapa kelurahan di Kecamatan Tukka.

Wilayah kelurahan terdampak banjir di Kecamatan Tukka yakni, Kelurahan Sipange. Curah hujan tinggi menyebabkan debit air Sungai Aek Silaga-laga naik dan memasuki rumah warga.

“Kemarin, tidak ada warga yang mengungsi akibat kejadian ini. Namun pada hari ini warga sudah mengungsi di Gereja HKBP Sipange,” katanya.

Kemudian, Kelurahan Hutanabolon, dilaporkan air telah merendam permukiman warga setinggi betis hingga sepaha orang dewasa akibat luapan dari tanggul yang sebelumnya jebol pada 17-18 Juli 2026.

“Sejumlah warga Lingkungan I dan II yang merasa trauma memutuskan untuk mengungsi ke Gedung Gereja HKI Lama, Lingkungan II, Hutanabolon,” katanya.

Menurut Erianto, saat ini tercatat sebanyak 50 Kepala Keluarga (KK) atau 150 jiwa mengungsi di Gedung Gereja HKI Lama, karena rasa panik.

Selanjutnya, Lingkungan IV, Kelurahan Pasar Tukka, hujan deras telah menggenangi halaman serta beberapa rumah warga dan di Kelurahan Bonalumban, meskipun debit air sungai naik akibat hujan deras, permukiman warga terpantau masih aman dari banjir.

Sementara itu, wilayah kelurahan terdampak banjir di Kecamatan Badiri yang terparah berada di Kelurahan Lopian. Dilaporkan jalan umum dan puluhan rumah warga turut terendam banjir.

“Akibat curah hujan yang tinggi memicu meluapnya Sungai Lopian setinggi 50 hingga 70 cm. Tengah malam sempat surut, namun hari ini kembali naik. Diimbau warga agar waspada,” harapnya.

Erianto mengatakan di kelurahan Lopian genangan air telah merendam badan jalan di sepanjang jalan nasional Sibolga-Padangsidimpuan (depan Simpang Gereja GPDI), sehingga mengganggu arus lalu lintas kendaraan roda dua maupun roda empat.

“Hingga saat ini, personil BPBD dibantu Tim SAR, TNI-Polri dan relawan sudah langsung bergerak cepat keseluruh lokasi kejadian banjir,” ucapnya.

Menurut Erianto, adapun upaya penanganan yang dilakukan tim gabungan bersama ini yakni membantu warga di Kelurahan Sipange dan Kelurahan Hutanabolon untuk membersihkan rumah dari sisa genangan air.

Kemudian, melakukan evakuasi dan penempatan sementara bagi 50 KK / 150 jiwa warga Hutanabolon yang mengungsi karena panik dan trauma ke Gedung Gereja HKI Lama.

Selanjutnya, Pusdalops BPBD Tapteng akan aktif melaporkan secara berkala situasi ketinggian air serta kondisi tanggul ini. Kondisi terakhir air di Kelurahan Sipange, Hutanabolon, dan Badiri dilaporkan sempat berangsur-angsur surut. Namun karena kondisi hujan masih lebat, warga diimbau masih tetap waspada.

“Kondisi cuaca disejumlah lokasi saat ini terpantau masih hujan lebat, dan personel Tim gabungan masih tetap standby di lapangan guna memastikan keamanan serta keselamatan masyarakat hingga situasi benar-benar kondusif,” tuturnya.

Sementara itu, Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu, menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapteng telah bergerak cepat melakukan penanganan darurat melalui normalisasi sungai untuk mengatasi banjir susulan.

Hal ia tegaskan saat meninjau langsung lokasi banjir di Kelurahan Sipange, Kecamatan Tukka, guna memastikan penanganan darurat bencana berjalan cepat, tepat sasaran, serta memberikan rasa aman bagi masyarakat yang terdampak.

Menurut Masinton, banjir yang melanda kawasan Kelurahan Sipange dipicu curah hujan dengan intensitas tinggi yang menyebabkan meluapnya aliran Sungai Silaga-laga di Kelurahan Sipange hingga menggenangi sejumlah permukiman warga.

Ia menegaskan telah menginstruksikan agar alat berat segera didatangkan ke lokasi guna mempercepat proses pengerjaan agar aliran sungai dapat kembali berfungsi secara optimal.

“Secepatnya harus dilakukan normalisasi. Alat berat harus segera kita datangkan agar penanganan dapat berjalan maksimal,” ujarnya.

Selain normalisasi, lanjut Masinton, Pemkab Tapteng juga akan melaksanakan pengerukan Sungai Sipange untuk mengembalikan kapasitas daya tampung aliran sungai serta meminimalisasi potensi banjir berulang.

Ia memastikan dalam penanganan jangka panjang, Pemkab Tapteng telah berkoordinasi dengan Menteri Pekerjaan Umum terkait rencana pembangunan sabo dam di wilayah hulu Sungai Sipange guna menahan material dan mengendalikan debit air.

“Kita tangani terlebih dahulu wilayah hulu, kemudian kawasan permukiman. Dengan demikian, air yang datang dari atas tidak langsung menggenangi rumah-rumah warga,” katanya.

Masinton menambahkan sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat, Pemkab Tapteng juga berencana membentuk Kelurahan Tangguh Bencana (KTB) di Kelurahan Sipange guna membangun sistem mitigasi yang lebih baik di tingkat akar rumput.

“Kelurahan Sipange juga akan dijadikan pilot project penanganan banjir yang terintegrasi dengan program pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ucapnya.

Menurut Masinton, pemerintah akan mendorong kolaborasi melalui semangat gotong royong, termasuk memberikan bantuan bibit ayam kepada kelompok masyarakat guna meningkatkan pendapatan dan memperkuat ketahanan ekonomi keluarga.

Dalam kunjungan itu, Masinton menyempatkan diri untuk berdialog secara langsung dengan warga terdampak banjir. Ia mendengarkan berbagai aspirasi warga serta memastikan agar kebutuhan mendesak masyarakat dapat segera ditindaklanjuti oleh perangkat daerah terkait.

“Melalui langkah-langkah komprehensif ini, kami berkomitmen menghadirkan solusi penanganan banjir yang berkelanjutan sekaligus memperkuat ketahanan daerah dan kesejahteraan masyarakat pascabencana,” tuturnya.

Sementara itu, update cuaca yang dilaporkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tapteng pada 03 Agustus 2026 potensi hujan masih tetap berlangsung hingga sore hari.

Awad hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang dan petir yang berpotensi terjadi di wilayah Kota Sibolga, Tapteng dan sekitarnya.

“Kondisi ini diperkirakan masih akan berpotensi hingga pukul 15.00 WIB dan informasi cuaca akan tetap diperbaharui,” tulis BMKG Tapteng dalam akun resminya.

Banjir di Tapteng Semakin Meluas hingga Kecamatan Pinangsori dan Pandan
Tapteng

Hujan dengan intensitas tinggi masih terus mengguyur wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) hingga pukul 21.30.

Akibatnya banjir di sejumlah wilayah Kecamatan seperti Tukka dan Badiri yang menjadi langganan banjir hingga saat ini dilaporkan belum surut. Kondisi banjir juga dilaporkan sakin meluas hingga Kecamatan Pinangsori dan Pandan.

Banjir juga menyebabkan sejumlah kawasan permukiman dan jalan terendam banjir serta ratusan warga terpaksa harus mengungsi ketempat yang lebih aman.

Berdasarkan laporan Pusdalops (Pusat Pengendalian Operasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapteng, kondisi banjir saat ini sudah meluas ke wilayah Kecamatan Pinangsori dan Pandan.

“Sebahagian pemukiman dan jalan umum di Pinangsori sudah tergenang air,” ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Kabid Darlog), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapteng, Erianto Tambunan, Senin (3/8/2026).

Selain itu, lanjut Erianto, peningkatan air juga terjadi di Sungai Sibuluan dan Sungai Aek Tolang, Kecamatan Pandan. Di kedua sungai tersebut kondisi air mengalir cukup deras dan keruh.

Kemudian, jalan Sibolga-Padangsidimpuan, Keruhan Lopian menuju Tapanuli Selatan (Tapsel) dilaporkan lumpuh, tidak bisa dilewati karena ruas jalan tertup genangan banjir yang berarus.

“Kondisi ini karena meningkatnya Sungai Lopian sehingga kendaraan roda dua dan roda empat tidak bisa melewatinya,” katanya.

Erianto mengatakan upaya BPBD bersama tim gabungan sudah melakukan penanganan darurat dengan mengevakuasi warga terdampak ke lokasi yang lebih aman.

“Proses evakuasi warga sudah dilakukan menggunakan perahu karet dan kita terus berkoordinasi untuk terus melakukan pendataan dan penanganan lebih lanjut,” ucapnya.

Mengingat kondisi hujan belum reda, ia mengimbau warga untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan yang akan mengakibatkan longsor.

“Kami imbau warga yang berada di wilayah rawan diharapkan terus memantau informasi resmi dari pemerintah. Segera mengikuti arahan petugas apabila diperlukan evakuasi demi keselamatan bersama,” tuturnya.

Sementara itu, update cuaca terbaru yang dilaporkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tapteng potensi hujan masih tetap berlangsung hingga pukul 22.00 WIB.

“Awas hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang dan petir yang berpotensi terjadi di wilayah Kota Sibolga, Tapteng dan sekitarnya,” tulis BMKG Tapteng dalam akun resminya. (feliks)

Dua Kali Kunjungi Sipange, Masinton Siapkan Program Percepatan Pemulihan Pascabencana
Tapteng, MISTAR.ID

Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Masinton Pasaribu, untuk kedua kalinya mengunjungi Kelurahan Sipange, Kecamatan Tukka, saat wilayah itu direndam banjir susulan, Senin (3/8/2026).

Dalam kondisi hujan deras, Ia hadir bersama rombongan untuk memastikan penanganan darurat bencana berjalan cepat, tepat sasaran, serta memberikan rasa aman bagi masyarakat yang terdampak.

Masinton menyampaikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapteng akan terus memperkuat komitmen dan percepatan penanganan untuk memulihkan kondisi daerah pascabencana.

“Keamanan dan kenyamanan, serta pemulihan ekonomi bagi warga akan menjadi prioritas utama pemerintah,” ujar Masinton di hadapan warga Sipange.

Ia menegaskan bahwa jajaran Pemkab Tapteng akan segera mengeksekusi langkah-langkah cepat dan taktis untuk mencegah banjir agar tidak lagi menggenangi pemukiman warga.

“Pemkab Tapteng akan terus berupaya memberikan langkah-langkah cepat demi keselamatan masyarakat,” katanya.

Ia menjelaskan, sebagai bagian dari strategi penanganan yang komprehensif dan terpadu, Pemkab Tapteng akan membentuk Gugus Tugas Sahata Saoloan yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat secara gotong royong.

“Program pembangunan ini dirancang agar sejalan dan saling mendukung dengan program pemerintah pusat,” ucapnya.

Ia memaparkan langkah-langkah utama program pemulihan pascabencana yang segera dijalankan yakni pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Kita akan menggulirkan program bantuan hewan ternak secara berkelompok untuk mendongkrak kembali perekonomian warga,” ujarnya.

Kemudian, reaktivasi sektor pertanian untuk membantu pengembalian fungsi lahan dan aktivitas pertanian agar masyarakat dapat kembali produktif.

Selanjutnya, penyediaan Infrastruktur dasar untuk berupaya secepatnya menyiapkan akses air bersih yang layak bagi warga terdampak.

“Pemkab Tapteng juga tetap melaksanakan koordinasi lintas sektor agar terus bekerjasama erat dengan lembaga teknis vertikal yang menangani pemulihan pascabencana,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Juga

Panen Padi Halim Perdanakusuma Perkuat Ketahanan Pangan Nasional 
Dansatgas Citarum Harum 2026 Tinjau Pengelolaan Limbah Industri PT Putra Mulia Terang Indah di Majalaya
Pemko Medan Dan DPRD Medan Kompak Menghamburkan Uang Rakyat, Ada Apa? Di The Hill Sibolangit Dan Asiang
Aparat Desa Bersama Masyarakat Rawa Makmur Turun Tangan Perbaiki Jembatan yang Mengkhawatirkan
Pemkab Tapanuli Tengah Gelar Pisah Sambut Dandempom 1/2 Sibolga, Kuatkan Sinergi Untuk Pembangunan Daerah
Bupati Tapanuli Tengah Siapkan Program Gugus Tugas SAHATA SAOLOAN Percepatan Pemulihan Pascabencana
Apel Gabungan ASN, Plh. Kadis Sosial Tapteng: ASN Lini Terdepan Wujudkan Kehadiran Pemerintah di Tengah Masyarakat
Kasdam IV/Diponegoro Hadiri Pembukaan Diksar Integratif Taruna Akademi TNI dan Akpol TP 2026

Baca Juga

Selasa, 4 Agustus 2026 - 19:25 WIB

Panen Padi Halim Perdanakusuma Perkuat Ketahanan Pangan Nasional 

Selasa, 4 Agustus 2026 - 18:50 WIB

Kabupaten Tapanuli Tengah Kembali Diguyur Hujan, Kecamatan Tukka dan Badiri 

Selasa, 4 Agustus 2026 - 15:18 WIB

Dansatgas Citarum Harum 2026 Tinjau Pengelolaan Limbah Industri PT Putra Mulia Terang Indah di Majalaya

Selasa, 4 Agustus 2026 - 13:11 WIB

Pemko Medan Dan DPRD Medan Kompak Menghamburkan Uang Rakyat, Ada Apa? Di The Hill Sibolangit Dan Asiang

Selasa, 4 Agustus 2026 - 08:35 WIB

Aparat Desa Bersama Masyarakat Rawa Makmur Turun Tangan Perbaiki Jembatan yang Mengkhawatirkan

Tajuk Populer