Majalah CEO | Deliserdang – Operasional penerbangan di Bandara Internasional Kualanamu (KNIA) telah resmi kembali berjalan normal mulai Selasa siang, setelah sempat terganggu akibat sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Selasa, (1 /9/ 2026).
Berdasarkan pemberitahuan navigasi udara NOTAM A3254/26 yang diterbitkan AirNav Indonesia, bandara dinyatakan kembali beroperasi secara normal mulai pukul 14.07 WIB. Kepastian ini dikonfirmasi oleh jajaran pimpinan PT Angkasa Pura Aviasi pada Selasa malam.
Sebelum pemulihan berlangsung, dampak gangguan tercatat cukup signifikan: hingga pukul 16.00 WIB pada hari yang sama, sebanyak 55 penerbangan dibatalkan, 6 penerbangan mengalami penyesuaian jadwal, dan 11 penerbangan lainnya mengalami keterlambatan. Ribuan penumpang sempat terdampak perubahan tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mohamad Hikmat Hidayat, Manajer Urusan Perusahaan PT Angkasa Pura Aviasi, menyampaikan penegasan berikut:
“Kami menyatakan bahwa status penutupan sementara bandara telah dicabut. Operasional penerbangan kini telah kembali normal dan berjalan sesuai prosedur standar. Meski demikian, situasi tetap bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu, menyesuaikan perkembangan sebaran abu vulkanik serta keputusan operasional masing-masing maskapai — dengan keselamatan dan keamanan penerbangan tetap menjadi prioritas utama yang tidak dapat ditawar.”
Pihak pengelola mengimbau kepada seluruh calon penumpang untuk selalu memastikan status penerbangan melalui saluran resmi maskapai masing-masing sebelum berangkat ke bandara, mengingat kemungkinan penyesuaian jadwal yang masih dapat terjadi.***
















Komentar
Silakan login untuk berkomentar.