Indonesia memiliki potensi alam yang melimpah ruah, mulai dari potensi yang berada di darat, hingga berada didalam perut bumi. Bahkan dalam sebuah lagu yang sudah sangat populer dikatakan bahwa “orang bilang tanah kita tanah surga, tongkat kayu dan batu jadi tanaman”, ini menunjukkan betapa kaya dan suburnya tanah di Indonesia ini. Dapat disimpullkan bahwa warga Negara Indonesia (WNI) termasuk orang orang yang paling beruntung, karena telah Allah sediakan semuanya. Semua itu Allah sediakan untuk hambaNya agar tetap bersyukur kepada Allah. Allah berfirman :
وَلَا تُفْسِدُوْا فِى الْاَرْضِ بَعْدَ اِصْلَاحِهَا وَادْعُوْهُ خَوْفًا وَّطَمَعًا ۗ اِنَّ رَحْمَتَ اللّٰهِ قَرِيْبٌ مِّنَ الْمُحْسِنِيْنَ
Artinya:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah Amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.” (Qs. Al A’raf : 56)
Sudah sangat jelas Allah memerintahkan agar manusia tidak berbuat kerusakan di bumi ini. Sinonimnya, bermakna manusia harus memelihara bumi, memelihara semua makhluk yang ada didalam bumi ini. Memelihara dengan beragam cara agar spesies hewan dan tumbuhan tidak menjadi punah. peduli kepada lingkungan akan menjaga keseimbangan lingkungan yang menjadikan setiap organisme dalam lingkungan akan menjalankan peranannya masing-masing dengan maksimal. Seandainya satu spesies mengalami gangguan atau punah, hal ini dapat mengakibatkan dampak berantai pada organisme lainnya, kemungkinan termasuk manusia. Dengan menjaga lingkungan, berarti juga menjaga sumber daya alam. Hutan yang lestari memberikan kayu, oksigen, serta habitat bagi berbagai spesies. Air bersih dan tanah yang subur adalah aset berharga yang perlu dijaga agar dapat dimanfaatkan oleh generasi mendatang. Mengambil dengan secukupnya dan jangan lupa untuk melestarikannya. Namun terkadang manusia dalam mengelola sumber daya tersebut tidak memikirkan hal hal buruk yang akan terjadi akibat perbuatannya. Seperti penggunaan pestisida yang berlebihan, pastinya akan berdampak buruk pada lingkungan sekitar, dan juga akan berdampak terhadap kualitas dari hasil panen. Disisi lain, yang juga merugikan sumber daya alam, adalah penggunaan alat setrum ikan dalam menangkap ikan.
Biasanya ini dilakukan di sungai ataupun rawa. Di Indonesia, penggunaan alat setrum ikan sebagai alat untuk menangkap ikan telah dilarang jelas, tercatat sudah banyak kasus yang isinya tentang perbuatan ini. Menangkap ikan adalah hal yang dibolehkan (diluar ikan ikan yang dilarang untuk ditangkap/ikan langka) namun, alat yang digunakan yang tidak diperbolehkan, karena menggunakan alat setrum ikan. Jika menggunakan pancing ataupun jala, itu tidak akan merusak lingkungan air, namun ketika menggunakan alat setrum ikan, pada tegangan tinggi yang dihasilkan dari aki, hewan yang berada didalam air disekitar alat tersebut akan tersetrum, maka yang tersetrum tidak hanya ikan besar yang menjadi target buruan, tetapi juga mikroorganisme lainnya juga akan ikut pingsan, bahkan seandainya tidak tahan bukan tidak mungkin hewan tersebut akan mati. Jika sudah mati, apalagi dalam jumlah yang banyak, maka akan sangat berpengaruh pada lingkungan air tersebut. Jika perbuatan tersebut dilakukan secara berulang ulang, maka sungguh sangat merugikan lingkungan air tersebut.
Jika lingkungannya terganggu, maka berdampak pada menurunnya kualitas air yang pada rawa ataupun sungai tersebut. Kalau sudah menurun, dan tidak ada perbaikan, maka lambat laun organism yang berada didalamnya akan mati satu persatu. Yang pada akhirnya menjadi banyak dan pastinya akan menimbulkan aroma busuk yang sangat menyengat lalu terbang bersama angin dan bau busuknya menyebar kemana mana. Tentunya hal itu sangat mengganggu indra penciuman manusia. Betapa besarnya dampak negatif yang akan ditimbulkan akibat penggunaan alat setrum terus menerus. Inilah yang harus disadari oleh masyarakat, agar tetap mencari nafkah tetapi tetap memperhatikan kelestarian lingkungan, dan tetap bekerja keras, dan juga bekerja cerdas.
Lingkungan dijaga dengan baik, itu berarti menjalankan perintah Al Quran, selain itu juga bermanfaat untuk kehidupan manusia. Hutan yang subur, mengandung banyak oksigen bagi manusia, sungai yang bersih, dapat menjadi sumber air untuk manusia. Maka demikianlah hikmah yang terkandung didalam perintah agama Islam untuk menjaga lingkungan. Lingkungan sehat, makhluk yang berada didalamnya, termasuk manusia juga akan menjadi sehat.















