Majalahceo.id l Medan – Dugaan penculikan dan intimidasi terhadap jurnalis berinisial SP (pimpinan media online di Sumut) terjadi setelah medianya memberitakan praktik ilegal kondesat dan judi tembak ikan di Langkat.
Korban dipaksa oknum TNI untuk membuat video klarifikasi yang menyangkal berita tersebut. Kasus yang diduga menimpa rekan Anda (Sigit) tersebut memicu respons keras dari publik dan komunitas pers karena dinilai sebagai bentuk ancaman terhadap kebebasan pers.
Aliansi Masyarakat Peduli Buruh Indonesia mengecam Kriminalisasi Pekerja Pers Sigit di bulan Kebebasan Pers Sedunia Mei Tahun 2026 adalah bentuk seruan global dan lokal untuk menolak segala bentuk pemidanaan, ancaman siber, dan pembungkaman terhadap kerja-kerja jurnalistik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Johan Merdeka, Izhar Daulay, Awaluddin Pane, Pingki, Rahmadsyah Aktifis yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Buruh Indonesia (AMPIBI) mendesak aparat untuk mematuhi Undang-Undang Pers dan menghentikan kriminalisasi pekerja Pers Sigit,” ungkapnya, Sabtu (16/5/2026)
AMPIBi juga mengecam berbagai bentuk ancaman fisik, perampasan atau penghapusan paksa hasil karya jurnalistik oleh aparat maupun kelompok tertentu di lapangan.
Jurnalis yang mengungkap fakta, sebagai pelanggaran hak asasi manusia dan kebebasan berekspresi yang merupakan pilar utama demokrasi yang harus dijamin oleh negara.
“Kita minta negara hadir memberikan melakukan perlindungan terhadap jurnalis karena jurnalis adalah Pilar Demokrasi,” katanya.
AMPIBI juga mendesak agar aparat berwenang (terutama Polisi Militer) mengusut tuntas keterlibatan oknum dalam kasus pelanggaran hukum di Langkat serta aksi penculikan ini.
Kronologi Kejadian, Modus Penjebakan: Korban awalnya dihubungi oleh seseorang berinisial FK dengan dalih ingin memberikan informasi terkait peredaran narkoba di daerah Binjai, dan mengajaknya bertemu di sebuah kafe di Kota Medan.
Penjemputan Paksa: Saat tiba di kafe di Jalan Tempuling, Medan Tembung, korban didatangi pria berbadan tegap dan dipaksa masuk ke dalam mobil.Intimidasi: Di dalam mobil, korban diintimidasi oleh oknum yang diduga kuat anggota TNI AD.
Ia dipaksa membuat video klarifikasi yang menyatakan bahwa berita mengenai bisnis ilegal minyak kondesat dan perjudian tidak benar.
Rekaman CCTV yang memperlihatkan detik-detik penjemputan paksa korban beredar luas di media sosial dan menjadi sorotan publik.















