Dua Korban Tertimbun Reruntuhan Besi Tua di Kawasan Bekas PT Gahapi, Polisi, Dewan K3 Dan Disnaker Sumut Di Minta Usut Dan Pasang Police Line

- Jurnalis

Rabu, 13 Mei 2026 - 22:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dua pencari barang bekas berinisial R dan F tertimbun material sisa olahan logam di kawasan bekas PT Gunung Gahapi, Kecamatan Medan Deli (Dok-Foto)

Dua pencari barang bekas berinisial R dan F tertimbun material sisa olahan logam di kawasan bekas PT Gunung Gahapi, Kecamatan Medan Deli (Dok-Foto)

Majalahceo.id l Medan –  Dua pencari barang bekas berinisial R dan F tertimbun material sisa olahan logam di kawasan bekas PT Gunung Gahapi, Kecamatan Medan Deli, Selasa, 12 Mei 2026.

Berdasarkan Informasi yang di himpun awak media, Peristiwa itu terjadi saat keduanya diduga mencari sisa besi tua di bagian belakang area pabrik yang sudah lama tidak beroperasi. Material berupa batu, sisa olahan besi, dan timah tiba-tiba longsor dan menimbun korban.

Kapolsek Medan Labuhan AKP Raja Putra Napitupulu membenarkan kejadian tersebut.

“Benar, ada dua orang yang tertimbun material di lokasi bekas PT Gunung Gahapi,” kata Raja Putra.

Hingga siang hari, petugas gabungan masih melakukan pencarian terhadap kedua korban. Satu unit alat berat dikerahkan untuk menyingkirkan timbunan material yang menutup area lokasi kejadian.

Sejumlah warga di sekitar lokasi mengatakan kawasan bekas pabrik tersebut sudah lama terbengkalai dan tidak lagi memiliki aktivitas industri.

Menurut warga, area itu sebelumnya digunakan sebagai tempat pencucian besi dan seng sebelum dilebur oleh perusahaan.

“Sudah lama kosong. Biasanya memang ada warga yang masuk cari barang bekas di situ,” ujar seorang warga di lokasi kejadian.

Hingga berita ini ditulis, proses evakuasi masih berlangsung dan kondisi kedua korban belum diketahui.

Rahmadsyah Pemerhati Sosial mengatakan Dewan K3 dan Disnaker Sumut harus turun melakukan sidak ke TKP bersama aparat kepolisian.

“Harus ada yang bertanggung jawab, siapa pemilik aset tersebut, Dewan K3, Disnaker Sumut bersama kepolisian harus mengusut tuntas kasus ini dan tempatnya harus di police line,” ungkapnya, Rabu (13/5/2026).

BACA SELENGKAPNYA:  Bupati Tapteng Tekankan Keseriusan Pendataan Masyarakat Sebagai Tanggung Jawab Moral

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Juga

Pemkab Tapanuli Tengah Raih Peringkat 1 Capaian Realisasi Investasi Sebesar Rp. 289.899.990.000 Tahun 2025
Wakili Bupati, Sekdakab Tapteng Lantik Bernardo Sondang Lumban Gaol sebagai Direktur Perumda Air Minum Mual Nauli
AT Anggota DPRD Medan Aniaya Warga, DPP AMPUH Akan Gelar Aksi Demo Di Polrestabes Minta Proses LP Korban
Aniaya Warga, Aliansi Masyarakat Tolak Pejabat Bermental Preman Dukung BK DPRD Medan Periksa AT Dan Minta Nasdem PAW
Klarifikasi Dan Hak Jawab Atas Impormasi Tidak Benar Di Media Sosial 
Dugaan Korupsi Atribut Sekolah, Demo DPN di Dinas Pendidikan Medan Sempat Ricuh Dihadang ‘Preman’ Dan Pegawai Menunjukkan Pantatnya
Implementasi Visi-Misi Bupati dan Wakil Bupati, Dinkes Tapteng Gelar Sosialisasi dan Pembekalan Administrasi bagi Calon Pegawai BLUD
Bupati Tapanuli Tengah Terima penghargaan dari Kementerian Hukum atas Dukungan Dan Komitmennya Dalam Memperluas Akses Keadilan Bagi Masyarakat

Baca Juga

Jumat, 12 Juni 2026 - 12:54 WIB

Pemkab Tapanuli Tengah Raih Peringkat 1 Capaian Realisasi Investasi Sebesar Rp. 289.899.990.000 Tahun 2025

Jumat, 12 Juni 2026 - 00:28 WIB

Wakili Bupati, Sekdakab Tapteng Lantik Bernardo Sondang Lumban Gaol sebagai Direktur Perumda Air Minum Mual Nauli

Kamis, 11 Juni 2026 - 23:10 WIB

AT Anggota DPRD Medan Aniaya Warga, DPP AMPUH Akan Gelar Aksi Demo Di Polrestabes Minta Proses LP Korban

Kamis, 11 Juni 2026 - 21:54 WIB

Aniaya Warga, Aliansi Masyarakat Tolak Pejabat Bermental Preman Dukung BK DPRD Medan Periksa AT Dan Minta Nasdem PAW

Kamis, 11 Juni 2026 - 19:17 WIB

Klarifikasi Dan Hak Jawab Atas Impormasi Tidak Benar Di Media Sosial 

Tajuk Populer