Abai K3 Yang Menyebabkan Kematian Warga Sumut, LIKSU Akan Kerahkan Ribuan Massa Gelar Aksi Demo di PT KAI

- Jurnalis

Senin, 11 Mei 2026 - 17:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Terkait maraknya kecelakaan di jalur kereta Api di Sumatera Utara yang menyebabkan kematian mendapat sorotan dari Lintas Aktifis Sumatera Utara (LIKSU) (Dok-Foto)

Terkait maraknya kecelakaan di jalur kereta Api di Sumatera Utara yang menyebabkan kematian mendapat sorotan dari Lintas Aktifis Sumatera Utara (LIKSU) (Dok-Foto)

Majalahceo.id l Medan – Kecelakaan kerja sering kali disebabkan oleh kombinasi antara faktor manusia, teknis, dan manajemen.

Lintas Aktifis Sumatera Utara yang tergabung di dalamnya antara lain :
– Ojak M Simanjuntak ( Ketua JPKP Nasional)
– Johan Merdeka ( Ketua WRC Birendra Sumut)
– Arie Simanjuntak ( Ketua Garda Kamtibmas Kota Medan )
– Bang Bhoy ( Ketua DPC LSM Penjara Indonesia Kota Medan)
– Awaludin ( Ketua Serikat Buruh Kharisma)
– Rahmadsyah ( Aktivis K3)
– Yopi ( Garda Kamtibmas )
– Pinky ( WRC Birendra Sumut)

Terkait maraknya kecelakaan di jalur kereta Api di Sumatera Utara yang menyebabkan kematian mendapat sorotan dari Lintas Aktifis Sumatera Utara (LIKSU)

Lintas Aktifis Sumatera Utara meminta investigasi menyeluruh atas dugaan kelalaian penerapan standar K3 dan sistem kendali operasional di Wilayah Kerja PT KAI di Sumatera Utara.

LIKSU juga akan menggelar Aksi Demo Rutin di PT KAI Sumatera Utara meminta pertanggung jawaban atas Abai K3 yang menyebabkan kematian warga Sumatera Utara.

‘Kita akan kerahkan ribuan massa meminta pertanggung jawaban PT KAI akan abainya K3 sehingga menyebabkan warga sumut tewas,” ungkap Bang, Bhoy di dampingi aktifis LIKSU lainnya.

Penyebab utama kecelakaan kerja akibat abai K3 adalah:

1. Faktor Perilaku Tidak Aman (Unsafe Action)Ini merupakan penyebab utama yang sering ditemukan, di antaranya:Tidak Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD): Pekerja sering tidak memakai APD lengkap, terutama di area berisiko tinggi seperti teknisi DIPO kereta.

Kelalaian atau Kurang Konsentrasi: Human error dalam mengoperasikan alat kerja (mesin las, gerinda, mesin press) atau saat melakukan perawatan sarana.

Pelanggaran Prosedur Kerja (SOP): Tidak mematuhi aturan keselamatan yang telah ditetapkan, seperti mengabaikan rambu K3 atau melanggar SOP teknis.

BACA SELENGKAPNYA:  Gedung DPRD Medan Kosong, Warga Terdampak City View Kecewa, BIMTEK Di Jakarta Di Duga Hamburkan Uang Rakyat

2. Kondisi Lingkungan Tidak Aman (Unsafe Condition)Kondisi lingkungan kerja yang tidak memenuhi standar keselamatan, meliputi:

Faktor Fisik: Pencahayaan yang kurang, lantai kerja yang licin, atau area kerja berisiko tinggi (ketinggian/ruang terbatas) yang tidak aman.

Peralatan Tidak Standar: Penggunaan mesin atau alat kerja yang tidak layak/terawat, yang meningkatkan risiko kecelakaan saat perbaikan sarana perkeretaapian.

3. Kelemahan Manajemen dan PengawasanLemahnya Pengawasan di Lapangan:

Kurangnya pengawasan ketat terhadap penerapan standar K3, sehingga membiarkan tindakan tidak aman terjadi.

Kurangnya Sosialisasi dan Pelatihan K3: Masih adanya perilaku tidak selamat (unsafe action) yang bersumber dari rendahnya kesadaran dan pengetahuan K3 pekerja.

Evaluasi Sistem Manajemen yang Kurang: Kegagalan dalam mengidentifikasi bahaya dan menilai risiko (HIRARC) sebelum pekerjaan dimulai.Contoh Kasus Abai K3 (2025-2026):Kecelakaan kerja di PT KAI pada tahun 2025 tercatat sebanyak 4 kejadian. Pada April 2026, terjadi kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur yang menelan korban jiwa,

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Juga

Pemkab Tapanuli Tengah Raih Peringkat 1 Capaian Realisasi Investasi Sebesar Rp. 289.899.990.000 Tahun 2025
Wakili Bupati, Sekdakab Tapteng Lantik Bernardo Sondang Lumban Gaol sebagai Direktur Perumda Air Minum Mual Nauli
AT Anggota DPRD Medan Aniaya Warga, DPP AMPUH Akan Gelar Aksi Demo Di Polrestabes Minta Proses LP Korban
Aniaya Warga, Aliansi Masyarakat Tolak Pejabat Bermental Preman Dukung BK DPRD Medan Periksa AT Dan Minta Nasdem PAW
Klarifikasi Dan Hak Jawab Atas Impormasi Tidak Benar Di Media Sosial 
Dugaan Korupsi Atribut Sekolah, Demo DPN di Dinas Pendidikan Medan Sempat Ricuh Dihadang ‘Preman’ Dan Pegawai Menunjukkan Pantatnya
Implementasi Visi-Misi Bupati dan Wakil Bupati, Dinkes Tapteng Gelar Sosialisasi dan Pembekalan Administrasi bagi Calon Pegawai BLUD
Bupati Tapanuli Tengah Terima penghargaan dari Kementerian Hukum atas Dukungan Dan Komitmennya Dalam Memperluas Akses Keadilan Bagi Masyarakat

Baca Juga

Jumat, 12 Juni 2026 - 12:54 WIB

Pemkab Tapanuli Tengah Raih Peringkat 1 Capaian Realisasi Investasi Sebesar Rp. 289.899.990.000 Tahun 2025

Jumat, 12 Juni 2026 - 00:28 WIB

Wakili Bupati, Sekdakab Tapteng Lantik Bernardo Sondang Lumban Gaol sebagai Direktur Perumda Air Minum Mual Nauli

Kamis, 11 Juni 2026 - 23:10 WIB

AT Anggota DPRD Medan Aniaya Warga, DPP AMPUH Akan Gelar Aksi Demo Di Polrestabes Minta Proses LP Korban

Kamis, 11 Juni 2026 - 21:54 WIB

Aniaya Warga, Aliansi Masyarakat Tolak Pejabat Bermental Preman Dukung BK DPRD Medan Periksa AT Dan Minta Nasdem PAW

Kamis, 11 Juni 2026 - 19:17 WIB

Klarifikasi Dan Hak Jawab Atas Impormasi Tidak Benar Di Media Sosial 

Tajuk Populer