Hari Anti Narkoba Internasional 2026: Bandar Narkoba Makin Berani, Negara Diuji, Ada Apa dengan Pemberantasan Narkoba?

- Jurnalis

Jumat, 26 Juni 2026 - 17:33 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🤝 Ayo Dukung Jurnalis Kritis dan Obyektif
+ Dukung

Majalahceo.id l Medan – Momentum Hari Anti Narkoba Internasional dimanfaatkan Johan Merdeka untuk melontarkan kritik keras terhadap upaya pemberantasan narkotika di Indonesia. Menurutnya, masyarakat semakin mempertanyakan mengapa jaringan bandar narkoba masih mampu beroperasi, bahkan seolah tidak pernah kehabisan ruang untuk berkembang.

“Pertanyaan besar yang muncul di tengah masyarakat adalah, mengapa bandar narkoba terlihat tidak takut terhadap aparat penegak hukum? Ada apa sebenarnya?” ujar Johan Merdeka, Jumat (26/6/2026).

Johan Merdeka yang merupakan Ketua Walet Reaksi Cepat (WRC) BIRENDRA Sumatera Utara, mengatakan bahwa selama bertahun-tahun publik disuguhi berbagai kegiatan sosialisasi, penyuluhan, seminar, deklarasi, hingga kampanye bahaya narkoba. Namun, di sisi lain, peredaran narkotika masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat.

“Apakah pemberantasan narkoba hanya sebatas sosialisasi dan penyuluhan? Mengapa masyarakat masih melihat narkoba begitu mudah beredar? Mengapa para bandar tetap bisa menjalankan bisnis haramnya?” katanya.

Johan menilai pertanyaan-pertanyaan tersebut harus dijawab secara terbuka oleh negara agar tidak memunculkan spekulasi maupun menurunkan kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.

Menurutnya, masyarakat berhak memperoleh penjelasan mengenai strategi pemberantasan narkoba, termasuk evaluasi terhadap efektivitas penindakan yang selama ini dilakukan.

“Masyarakat ingin melihat tindakan yang nyata. Tidak cukup hanya menangkap pengguna atau kurir kecil, tetapi juga membongkar jaringan, memiskinkan bandar, menyita aset hasil kejahatan, serta mengungkap aktor-aktor besar yang berada di balik peredaran narkotika,” tegasnya.

Lebih lanjut, Johan menyatakan bahwa apabila terdapat oknum aparat yang terbukti terlibat dalam jaringan narkoba, maka proses hukum harus dilakukan secara tegas tanpa pandang bulu.

“Kalau ada oknum dari institusi mana pun yang terbukti menjadi pelindung, membekingi, atau bahkan ikut terlibat dalam peredaran narkoba, maka mereka harus dihukum seberat-beratnya sesuai hukum yang berlaku. Jangan ada perlindungan terhadap siapa pun,” ujarnya.

Namun demikian, Johan mengingatkan agar masyarakat tidak serta-merta menuduh suatu institusi terlibat tanpa bukti yang sah.

“Jangan sampai muncul tuduhan tanpa dasar. Yang harus dilakukan adalah mendorong transparansi, pengawasan, dan penegakan hukum yang bersih sehingga kepercayaan publik tetap terjaga,” katanya.

Di akhir pernyataannya, Johan berharap Hari Anti Narkoba Internasional tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap efektivitas perang melawan narkoba.

“Selamat Hari Anti Narkoba Internasional. Perang melawan narkoba harus dibuktikan dengan keberanian membongkar jaringan besar, membersihkan aparat yang menyimpang jika memang ada, dan melindungi generasi bangsa dari ancaman narkotika. Rakyat menunggu hasil nyata, bukan sekadar slogan,” tutup Johan Merdeka.

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

LINI MASA

Pasca Ibu Janda Ini Mengadu Ke Polrestabes Medan, Kapolsek Medan Kota Tangkap Pelaku Curanmor, AWAS: Tangkap Juga Penadahnya
Ada Apa? Tiktok Blokir Video Milik Ketua AWAS Namun Tak Bisa Blokir Live Streaming Pornografi Hingga Di Tangkap Polisi
DPD Pemuda Demokrasi Indonesia Sumut Kecam Tindakan Kekerasan Terhadal Massa Aksi GM-FKPPI Di Capital Building Medan
Medan Gotham City, Kereta Pendemo Di Gasak Maling Di Kantor SPSI AGN Sumut, DPN Akan Gelar Aksi Demo Ke Polrestabes Medan Dan Polsek Medan Kota
AMARA Sumut Geruduk Poldasu Minta Copot Kapolres Deli Serdang Di Duga Tutup Mata Dengan Peredaran Narkoba Di Tanjung Morawa
Operasi Bersih Kampung Aceh: Polda Kepri Amankan 114 Orang dalam Penindakan Narkotika
Kepemimpinan Rico Waas Di Pertanyakan, Kepling Di Medan Terlibat Peredaran Narkoba, Kegagalan Lurah Dalam Fungsi Pengawasan Melekat (Failure of Supervision)
Tini Sekretaris Yayasan Muhammad Zein Siregar Di Duga Hina Profesi Jurnalis, Miliki Bangunan Tinggi Tanpa PBG Dan Dua SPPG Bermasalah

LINI MASA

Minggu, 13 September 2026 - 09:51 WIB

Pasca Ibu Janda Ini Mengadu Ke Polrestabes Medan, Kapolsek Medan Kota Tangkap Pelaku Curanmor, AWAS: Tangkap Juga Penadahnya

Minggu, 13 September 2026 - 09:05 WIB

Ada Apa? Tiktok Blokir Video Milik Ketua AWAS Namun Tak Bisa Blokir Live Streaming Pornografi Hingga Di Tangkap Polisi

Minggu, 13 September 2026 - 00:31 WIB

DPD Pemuda Demokrasi Indonesia Sumut Kecam Tindakan Kekerasan Terhadal Massa Aksi GM-FKPPI Di Capital Building Medan

Rabu, 9 September 2026 - 21:42 WIB

Medan Gotham City, Kereta Pendemo Di Gasak Maling Di Kantor SPSI AGN Sumut, DPN Akan Gelar Aksi Demo Ke Polrestabes Medan Dan Polsek Medan Kota

Senin, 7 September 2026 - 18:14 WIB

AMARA Sumut Geruduk Poldasu Minta Copot Kapolres Deli Serdang Di Duga Tutup Mata Dengan Peredaran Narkoba Di Tanjung Morawa

TAJUK HARI INI