Harga Ayam Melonjak, Emak – Emak Menjerit Di Saat Ekonomi Sulit, Kado Pahit Di Bulan Peternakan di Sumut, Mafia Kartel Pangan Ayam Menari Nari Diatas Penderitaan Rakyat

- Jurnalis

Jumat, 25 September 2026 - 15:36 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🤝 Ayo Dukung Jurnalis Kritis dan Obyektif
+ Dukung

Harga Ayam Melonjak, Emak - Emak Menjerit Di Saat Ekonomi Sulit, Kado Pahit Di Bulan Peternakan di Sumut, Mafia Kartel Pangan Ayam Menari Nari Diatas Penderitaan Rakyat (Dok-Foto)

Harga Ayam Melonjak, Emak - Emak Menjerit Di Saat Ekonomi Sulit, Kado Pahit Di Bulan Peternakan di Sumut, Mafia Kartel Pangan Ayam Menari Nari Diatas Penderitaan Rakyat (Dok-Foto)

Majalahceo.id l Medan – “Kado pahit di bulan peternakan” yang menyoroti isu “Mafia Kartel pangan ayam menari-nari di atas penderitaan rakyat” merujuk pada fenomena dugaan praktik kartel pangan, ketidakstabilan harga daging/telur ayam, serta penderitaan yang dialami oleh peternak mandiri dan konsumen akibat permainan harga di pasar industri perunggasan nasional.

September diperingati sebagai Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan di Indonesia. Namun, alih-alih menjadi momen perayaan bagi para peternak, momen ini sering kali diwarnai oleh kritik tajam dari para peternak mandiri (skala kecil) dan pengamat ekonomi akibat beberapa persoalan sistemis berikut:

1.Kartel Harga DOC (Anak Ayam) dan PakanPara peternak mandiri sering kali mengeluhkan adanya dugaan monopoli atau kartel yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan besar terintegrasi (integrator).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perusahaan skala besar ini diduga mengatur pasokan serta melambungkan harga Day Old Chicken (DOC) atau bibit anak ayam dan pakan. Akibatnya, Biaya Pokok Produksi (BPP) yang harus ditanggung oleh peternak kecil menjadi sangat tinggi.

2.Anjloknya Harga Jual di Tingkat Peternak (Livebird)Meskipun modal modal untuk beternak sangat tinggi karena mahalnya pakan dan bibit, harga jual ayam hidup (livebird) di tingkat peternak justru sering kali jatuh bebas di bawah biaya modal produksi.

Hal ini memicu kerugian hingga miliaran bahkan triliunan rupiah bagi para peternak rakyat/mandiri.

3.Harga Tinggi dan Melambung di Tingkat KonsumenIronisnya, ketika harga ayam di tingkat peternak hancur, harga daging ayam maupun telur di pasar tradisional yang harus dibayar oleh masyarakat (konsumen) tetap saja tinggi.

Ketimpangan ini melahirkan istilah bahwa ada “mafia pangan atau kartel” yang mengambil keuntungan luar biasa besar di tengah penderitaan peternak kecil dan daya beli masyarakat yang menjerit.

4.Dampak bagi Masyarakat dan PeternakBagi Peternak Mandiri: Banyak dari mereka yang terpaksa gulung tikar (bangkrut) karena tidak mampu bersaing dengan korporasi besar yang menguasai hulu hingga hilir industri peternakan.

Bagi Rakyat (Konsumen): Masyarakat terpaksa membeli protein hewani dengan harga yang mahal akibat rantai distribusi dan pasokan yang rawan dimanipulasi oleh segelintir oknum pemburu rente pangan.

Naratif tersebut merupakan bentuk protes sosial dan kritik berkala yang disuarakan oleh asosiasi peternak unggas nasional kepada pemerintah agar lebih tegas dalam mengawasi persaingan usaha (melalui lembaga seperti KPPU) serta membenahi tata niaga pangan nasional demi melindungi rakyat kecil.

Amatan awak media Dinas Ketahanan Pangan Dan Peternakan Sumatera Utara bukannya mendorong Satgas Pangan bersama sama menurunkan harga ayam malah membuat acara ceremonial yang banyak sponsor di duga terlibat dalam melonjaknya harga ayam yang membuat emak emak menjerit di saat ekonomi sulit.

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

LINI MASA

Pidanakan Kalapas Cibinong Yang Halangi Ombudsman Bongkar Pungli Dan Fasilitas Mewah, Ombudsman RI Sebut Dua Kali Di Halangi
Jakarta Bergelombang! KSPSI AGN Sumut Membersamai Puluhan Ribu Buruh, KSPSI AGN Bergerak, Kawal Regulasi Perlindungan Pekerja
Kondisi Pasar Tidak Terawat, “Hidup Segan Mati Tak Mau” Forum Pedagang Pasar Tradisional Kota Medan Himbau Pedagang Pasar Untuk Membayar Kontribusi Dan Retribusi Pasar Yang Belum Di Serah Terimakan Pemko Langsung Ke Walikota
Harga Ayam Potong Melonjak, APPSI Sumut Bersama Dinas Ketapang Sumut Gelar Operasi Pasar di Medan, AWAS Minta Negara Jangan Kalah Dengan Mafia Kartel Pangan
Lama Menjabat Dan Tidak Ada Terobosan Atasi Anak Jalanan, Rico Waas Diminta Copot Khairuddin Dari Kadis Sosial Kota Medan
Praktek Suap dan Pungutan Liar, Fasilitas Mewah Di Lapas Jadi Sorotan Ombudsman RI
Jelang Munas PA ITM , Masjid AL Iqra’ Gedung Arca Di Robohkan, New Reborn, Rebut Kembali ITM
Di Duga Abai K3, Dewan K3 dan Disnaker Sumut Di Minta Periksa DLH Binjai Terkait Kecelakaan Kerja Penebang Pohon

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

LINI MASA

Jumat, 25 September 2026 - 15:36 WIB

Harga Ayam Melonjak, Emak – Emak Menjerit Di Saat Ekonomi Sulit, Kado Pahit Di Bulan Peternakan di Sumut, Mafia Kartel Pangan Ayam Menari Nari Diatas Penderitaan Rakyat

Kamis, 24 September 2026 - 20:47 WIB

Jakarta Bergelombang! KSPSI AGN Sumut Membersamai Puluhan Ribu Buruh, KSPSI AGN Bergerak, Kawal Regulasi Perlindungan Pekerja

Kamis, 24 September 2026 - 13:49 WIB

Kondisi Pasar Tidak Terawat, “Hidup Segan Mati Tak Mau” Forum Pedagang Pasar Tradisional Kota Medan Himbau Pedagang Pasar Untuk Membayar Kontribusi Dan Retribusi Pasar Yang Belum Di Serah Terimakan Pemko Langsung Ke Walikota

Kamis, 24 September 2026 - 09:34 WIB

Harga Ayam Potong Melonjak, APPSI Sumut Bersama Dinas Ketapang Sumut Gelar Operasi Pasar di Medan, AWAS Minta Negara Jangan Kalah Dengan Mafia Kartel Pangan

Kamis, 24 September 2026 - 08:35 WIB

Lama Menjabat Dan Tidak Ada Terobosan Atasi Anak Jalanan, Rico Waas Diminta Copot Khairuddin Dari Kadis Sosial Kota Medan

TAJUK HARI INI