Warga Argentina Jadi Korban Tabrakan Kereta Cepat Spanyol: Satu Tewas, Satu Lagi Masih Hilang

Korban yang meninggal dunia diidentifikasi sebagai Ana Martina Conte Grand, berusia 32 tahun

- Jurnalis

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:55 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🤝 Ayo Dukung Jurnalis Kritis dan Obyektif
+ Dukung

Kakak beradik ini sama-sama lulusan Universitas Buenos Aires dan sebelumnya mengelola praktik kesehatan kaki bersama di kota San Juan sebelum Martina memutuskan pindah ke Spanyol pada tahun 2025. (Dok-Foto)

Kakak beradik ini sama-sama lulusan Universitas Buenos Aires dan sebelumnya mengelola praktik kesehatan kaki bersama di kota San Juan sebelum Martina memutuskan pindah ke Spanyol pada tahun 2025. (Dok-Foto)

MAJALAHCEO | MADRID – Pemerintah Argentina secara resmi mengonfirmasi jatuhnya korban warga negara dalam tragedi tabrakan dua kereta cepat yang mengguncang Spanyol pada Rabu, 28 Oktober 2026. Seorang warga Argentina dipastikan meninggal dunia, sementara seorang warga negara lainnya dilaporkan hilang dan belum ditemukan hingga saat ini.

Korban yang meninggal dunia diidentifikasi sebagai Ana Martina Conte Grand, berusia 32 tahun, warga asal provinsi San Juan, Argentina. Martina bekerja sebagai ahli kesehatan kaki atau podolog dan baru saja menetap di wilayah Andalusia, Spanyol. Saat kecelakaan terjadi, ia berada di dalam gerbong ketujuh kereta bersama saudaranya, Zacarías, yang selamat dari insiden namun kini dirawat di Rumah Sakit Toledo dengan luka-luka.

Kakak beradik ini sama-sama lulusan Universitas Buenos Aires dan sebelumnya mengelola praktik kesehatan kaki bersama di kota San Juan sebelum Martina memutuskan pindah ke Spanyol pada tahun 2025.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, pencarian terus dilakukan terhadap Agustín Randazzo, berusia 51 tahun, warga Argentina lainnya yang belum diketahui keberadaannya setelah insiden tersebut. Randazzo bepergian sendirian untuk urusan pekerjaan di gerbong kedelapan kereta AVE rute Madrid–Sevilla. Sejak kejadian tersebut, keluarganya belum menerima kabar apa pun.

Pasangan hidup Agustín Randazzo, Sergi Horan, membagikan informasi bahwa petugas medis sempat mencatat Randazzo menerima pertolongan pertama di lokasi dan terdaftar dalam sistem kesehatan daerah, namun ke mana ia dirujuk setelahnya belum diketahui. Pihak keluarga terus menelusuri keberadaannya di berbagai rumah sakit di wilayah Toledo.

Melalui pernyataan resmi yang diterbitkan di akun media sosial X, Kementerian Luar Negeri Argentina menyatakan: “Kedutaan Besar Argentina di Madrid dan konsulat-konsulat kami di Spanyol terus menjaga komunikasi intensif dengan keluarga para korban serta memberikan bantuan konsuler yang diperlukan dengan penuh kerahasiaan .” Kementerian juga mengonfirmasi bahwa selain dua warga negara tersebut, ada warga Argentina lain yang mengalami luka-luka dan sedang menjalani perawatan medis.

Secara keseluruhan, tragedi tabrakan yang terjadi di dekat stasiun Urda, provinsi Toledo, menewaskan sedikitnya 68 orang dan melukai lebih dari 80 penumpang lainnya. Insiden bermula ketika sistem keamanan komputer kereta mengalami kegagalan, dan pengendali lalu lintas memberikan perintah yang keliru sehingga kereta AVE menabrak bagian belakang kereta Iryo yang sedang berhenti di jalur selama 17 menit tanpa ada peringatan apa pun.

Pemerintah Spanyol telah membuka penyelidikan menyeluruh untuk mengungkap sepenuhnya rangkaian kejadian yang menyebabkan bencana paling mematikan di jalur kereta cepat Spanyol dalam dekade terakhir.***

Sumber Berita: La Nacion

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

LINI MASA

17 Menit Tanpa Pengawasan: Penyebab Tabrakan Kereta Cepat Spanyol yang Tewaskan 68 Jiwa
Iran Menolak Status “Tak Perang Tak Damai” Syarat Pengakhiran Konflik Harus Dipenuhi
Laporan C4ADS: Kerja Sama Militer Rusia–China Meluas ke Produksi Senjata dan Pertukaran Teknologi Strategis
Pencarian Masih Berlanjut, Tujuh Orang Belum Ditemukan Pasca Gedung Runtuh di Nairobi
CENTCOM: Jalur Pelayaran Selat Hormuz Tetap Aman bagi Kapal Komersial
Prancis Memanas: 110.000 Orang Demo Protes Harga BBM dan Biaya Hidup, Bentrokan Pecah di Kota-kota Besar
Kim Jong-un Kunjungi China Jelang Peringatan Perang Korea, Lewat Jembatan Baru yang Tertunda 12 Tahun
Trump Tegaskan Akan Ambil Langkah Tegas Terhadap Iran: “Kami Sudah Muak”

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

LINI MASA

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:55 WIB

Warga Argentina Jadi Korban Tabrakan Kereta Cepat Spanyol: Satu Tewas, Satu Lagi Masih Hilang

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:07 WIB

17 Menit Tanpa Pengawasan: Penyebab Tabrakan Kereta Cepat Spanyol yang Tewaskan 68 Jiwa

Rabu, 28 Oktober 2026 - 07:33 WIB

Iran Menolak Status “Tak Perang Tak Damai” Syarat Pengakhiran Konflik Harus Dipenuhi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:07 WIB

Laporan C4ADS: Kerja Sama Militer Rusia–China Meluas ke Produksi Senjata dan Pertukaran Teknologi Strategis

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:33 WIB

Pencarian Masih Berlanjut, Tujuh Orang Belum Ditemukan Pasca Gedung Runtuh di Nairobi

TAJUK HARI INI