Iran Menolak Status “Tak Perang Tak Damai” Syarat Pengakhiran Konflik Harus Dipenuhi

Dalam pertemuan tersebut, Khamenei menegaskan bahwa konflik tidak akan berakhir hanya dengan pernyataan gencatan senjata semata

- Jurnalis

Rabu, 28 Oktober 2026 - 07:33 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🤝 Ayo Dukung Jurnalis Kritis dan Obyektif
+ Dukung

Khamenei menilai Dewan Pertimbangan Keamanan Nasional Tertinggi beserta sekretariatnya sebagai pusat pengambilan keputusan yang sangat penting. (Dok-Foto)

Khamenei menilai Dewan Pertimbangan Keamanan Nasional Tertinggi beserta sekretariatnya sebagai pusat pengambilan keputusan yang sangat penting. (Dok-Foto)

MAJALAHCEO | TEHERAN – Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, secara resmi menetapkan syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk mengakhiri konflik yang sedang berlangsung di kawasan tersebut. Pernyataan penting ini disampaikan pada Selasa, (27/10/2026).

Dalam pertemuan dengan Sekretaris Dewan Pertimbangan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mayor Jenderal Mohsen Rezaei.

Dalam pertemuan tersebut, Khamenei menegaskan bahwa konflik tidak akan berakhir hanya dengan pernyataan gencatan senjata semata. Ia menekankan perlunya terpenuhinya seluruh syarat yang telah digariskan oleh pihak berwenang di Teheran. Selain itu, ia menolak kondisi yang disebutnya sebagai “status tidak perang dan tidak damai” yang masih berlangsung hingga saat ini, dan menyerukan pengakhiran situasi tersebut secara menyeluruh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu poin utama yang ditekankan Khamenei adalah pentingnya kendali penuh atas Selat Hormuz. Menurutnya, penguasaan dan keamanan jalur air strategis tersebut merupakan prasyarat mutlak untuk menjaga keamanan nasional Iran serta stabilitas kawasan secara lebih luas. Ia juga menegaskan komitmen untuk memperkuat hubungan dengan negara-negara tetangga yang didasarkan pada kepentingan bersama yang langgeng dan saling menghormati kedaulatan.

Langkah ini muncul tak lama setelah Teheran menjadi tuan rumah pembicaraan keamanan tingkat tinggi yang melibatkan pejabat senior dari Arab Saudi, Turki, dan Pakistan pada Senin (26/10/). Para peserta pertemuan empat pihak tersebut sepakat untuk melanjutkan dialog mengenai perdamaian dan keamanan kawasan, sebagai bagian dari upaya diplomatik mencegah terulangnya eskalasi militer di kawasan Teluk Persia yang rawan konflik.

Dalam pertemuan dengan Khamenei, Mohsen Rezaei juga memaparkan konsep strategi keamanan baru Iran yang disebut sebagai “tatanan regional yang lahir dari dalam.” Kerangka kerja ini bermaksud menempatkan negara-negara kawasan sebagai penentu utama keamanan di wilayahnya sendiri, terlepas dari pengaruh kekuatan luar kawasan. Rezaei juga menyampaikan laporan terkini mengenai situasi keamanan dalam negeri serta berbagai kemajuan yang sedang dilakukan di beberapa sektor strategis negara.

Khamenei menilai Dewan Pertimbangan Keamanan Nasional Tertinggi beserta sekretariatnya sebagai pusat pengambilan keputusan yang sangat penting. Ia mengingatkan bahwa kebijakan keamanan tidak bisa dipisahkan dari kebijakan politik, ekonomi, maupun budaya. Semua keputusan strategis harus disusun secara terpadu untuk menjamin kepentingan jangka panjang rakyat Iran dan negara-negara di kawasan.

Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak-pihak lain yang terlibat dalam konflik terkait syarat-syarat yang diajukan oleh Iran. Upaya diplomatik terus berjalan, namun posisi tegas dari Teheran ini menjadi penanda penting dalam negosiasi perdamaian kawasan ke depannya.***

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

LINI MASA

Laporan C4ADS: Kerja Sama Militer Rusia–China Meluas ke Produksi Senjata dan Pertukaran Teknologi Strategis
Pencarian Masih Berlanjut, Tujuh Orang Belum Ditemukan Pasca Gedung Runtuh di Nairobi
CENTCOM: Jalur Pelayaran Selat Hormuz Tetap Aman bagi Kapal Komersial
Prancis Memanas: 110.000 Orang Demo Protes Harga BBM dan Biaya Hidup, Bentrokan Pecah di Kota-kota Besar
Kim Jong-un Kunjungi China Jelang Peringatan Perang Korea, Lewat Jembatan Baru yang Tertunda 12 Tahun
Trump Tegaskan Akan Ambil Langkah Tegas Terhadap Iran: “Kami Sudah Muak”
Gelombang Ketegangan di Timur Tengah: Jalur Energi Diserang, Dukungan untuk Palestina, Jalur Pelayaran Terancam
IEE Series 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan 8 Sektor Industri untuk Dorong Transformasi Berkelanjutan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

LINI MASA

Rabu, 28 Oktober 2026 - 07:33 WIB

Iran Menolak Status “Tak Perang Tak Damai” Syarat Pengakhiran Konflik Harus Dipenuhi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:07 WIB

Laporan C4ADS: Kerja Sama Militer Rusia–China Meluas ke Produksi Senjata dan Pertukaran Teknologi Strategis

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:33 WIB

Pencarian Masih Berlanjut, Tujuh Orang Belum Ditemukan Pasca Gedung Runtuh di Nairobi

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:49 WIB

CENTCOM: Jalur Pelayaran Selat Hormuz Tetap Aman bagi Kapal Komersial

Minggu, 25 Oktober 2026 - 10:53 WIB

Prancis Memanas: 110.000 Orang Demo Protes Harga BBM dan Biaya Hidup, Bentrokan Pecah di Kota-kota Besar

TAJUK HARI INI