AS Setujui Penjualan 500 Rudal Patriot PAC‑3 MSE Senilai 2,1 Miliar Dolar AS ke Ukraina

Departemen Luar Negeri menyebut Ukraina telah mengajukan permohonan pembelian rudal PAC‑3 MSE

- Penulis Berita

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:50 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🤝 Ayo Dukung Wartawan Kritis dan Obyektif
+ Dukung

500 rudal Patriot PAC‑3 MSE beserta suku cadang dan dukungan logistik kepada Ukraina pada Jumat (30/10) (Dok-Foto Ilustrasi)

500 rudal Patriot PAC‑3 MSE beserta suku cadang dan dukungan logistik kepada Ukraina pada Jumat (30/10) (Dok-Foto Ilustrasi)

MAJALAHCEO | Washington – Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengumumkan persetujuan penjualan potensial 500 rudal Patriot PAC‑3 MSE beserta suku cadang dan dukungan logistik kepada Ukraina pada Jumat (30/10) waktu Washington. Nilai keseluruhan transaksi diperkirakan mencapai 2,1 miliar dolar AS .

Dalam pernyataan resmi, Departemen Luar Negeri menyebut Ukraina telah mengajukan permohonan pembelian rudal PAC‑3 MSE, disertai suku cadang yang diklasifikasikan maupun tidak diklasifikasikan serta elemen dukungan program dan logistik lainnya. Kontraktor utama proyek ini adalah Lockheed Martin.

BACA SELENGKAPNYA:  Barack Obama: Warisan Kemajuan dan Perubahan

Pembiayaan transaksi tersebut berasal dari donasi Kanada, Jerman, dan Norwegia melalui program JUMPSTART, serta dana nasional Ukraina yang didukung pinjaman dukungan Uni Eropa. Departemen Luar Negeri menegaskan tidak ada dana pemerintah Amerika Serikat yang digunakan untuk pembelian ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Persetujuan penjualan ini merupakan tahap notifikasi kepada Kongres dan belum berarti kontrak telah ditandatangani secara langsung. Masih terdapat masa peninjauan sebelum Ukraina dapat menerima pengiriman rudal tersebut.

Persetujuan ini tiba di tengah tekanan Ukraina yang terus membutuhkan rudal pertahanan udara. Berbagai sumber menyebut Ukraina mengalami kekurangan rudal Patriot, sementara Presiden Volodymyr Zelensky telah berulang kali mendesak sekutu mempercepat pengiriman agar dapat melindungi wilayah dan warga sipil dari serangan udara berkelanjutan .

BACA SELENGKAPNYA:  Luruskan Informasi, Kabag Kesra:  Pemkab Tapteng Pastikan Bansos 59 Rumah Ibadah Segera Cair, Kabag Kesra Luruskan Informasi

Departemen Luar Negeri menyatakan bahwa penjualan ini bertujuan memperkuat kemampuan pertahanan udara dan anti‑rudal Ukraina guna mempertahankan sistem Patriot yang sudah beroperasi di tengah ancaman udara yang berlanjut.

Analis keamanan internasional menilai langkah ini merupakan tanda dukungan berkelanjutan sekutu Eropa dan Kanada terhadap pertahanan Ukraina, meskipun jadwal pengiriman yang pasti belum diumumkan secara resmi.***

Sumber Berita: Xinhua

"Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari" "Follow"

LINI MASA

Warga Argentina Jadi Korban Tabrakan Kereta Cepat Spanyol: Satu Tewas, Satu Lagi Masih Hilang
17 Menit Tanpa Pengawasan: Penyebab Tabrakan Kereta Cepat Spanyol yang Tewaskan 68 Jiwa
Iran Menolak Status “Tak Perang Tak Damai” Syarat Pengakhiran Konflik Harus Dipenuhi
Laporan C4ADS: Kerja Sama Militer Rusia–China Meluas ke Produksi Senjata dan Pertukaran Teknologi Strategis
Pencarian Masih Berlanjut, Tujuh Orang Belum Ditemukan Pasca Gedung Runtuh di Nairobi
CENTCOM: Jalur Pelayaran Selat Hormuz Tetap Aman bagi Kapal Komersial
Prancis Memanas: 110.000 Orang Demo Protes Harga BBM dan Biaya Hidup, Bentrokan Pecah di Kota-kota Besar
Kim Jong-un Kunjungi China Jelang Peringatan Perang Korea, Lewat Jembatan Baru yang Tertunda 12 Tahun

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

LINI MASA

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:50 WIB

AS Setujui Penjualan 500 Rudal Patriot PAC‑3 MSE Senilai 2,1 Miliar Dolar AS ke Ukraina

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:55 WIB

Warga Argentina Jadi Korban Tabrakan Kereta Cepat Spanyol: Satu Tewas, Satu Lagi Masih Hilang

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:07 WIB

17 Menit Tanpa Pengawasan: Penyebab Tabrakan Kereta Cepat Spanyol yang Tewaskan 68 Jiwa

Rabu, 28 Oktober 2026 - 07:33 WIB

Iran Menolak Status “Tak Perang Tak Damai” Syarat Pengakhiran Konflik Harus Dipenuhi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:07 WIB

Laporan C4ADS: Kerja Sama Militer Rusia–China Meluas ke Produksi Senjata dan Pertukaran Teknologi Strategis

TAJUK HARI INI