Kojira Di Duga Jadi Penumpang Gelap Dan Nyari Panggung, DPN Cuma Tersenyum Manis Melihatnya

- Jurnalis

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:56 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🤝 Ayo Dukung Jurnalis Kritis dan Obyektif
+ Dukung

Majalahceo.id l Medan – Amatan Awak Media, Ada tiga kali aksi besar yang mana setiap aksi Dewan Peduli Negeri (DPN) yang turun ke jalan, peserta aksi bahu membahu solidaritas.

Terlihat dalam pantauan awak media, asti ada yg pake baju kojira 1 oramg gak lebih.

“Ee giliran RDP nampak banyak Jaket kojira, Ayolah Kojira maju membela Nasib ojol dengan eksklusive, jangan numpang di Perjuangan Kaum buruh ojol, yang bahu membahu dalam pendanaan persiapan Aksi,” ungkap Rahmad Aktifis yang tergabung dalam Dewan Peduli Negeri (DPN), Jum’at (26/6/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lanjut Rahmat mengatakan bahwa para pimpinan DPN yang sering tampildalam UnrasDamai, Mobil Komando, Spanduk, Makan minum urunan dan iuran para Buruh.

“Ada apa, sekelas KOJIRA jadi penunpang Gelap Menembak Diatas Kuda,” katanya.

Sebelumnya di beritakan, Ratusan massa yang tergabung dalam Dewan Peduli Negeri (DPN) bersama Gabungan Ojol Medan Bersatu (GOMB) menggelar aksi damai di depan Kantor Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Jalan Pangeran Diponegoro, Medan, Rabu (24/6/2026).

Aksi memperjuangkan nasib driver ojek online ini turut mendapat dukungan solid dari berbagai elemen pergerakan, di antaranya KSPSI AGN SUMUT, Persatuan Buruh (PRABU), Forum Pemerhati Aparatur Negara (FPAN), Aliansi Wartawan Sumatera (AWAS), Ojol Buruh Bersatu (OBB), Serikat Nelayan dan Petani, Front Peduli Wanita, hingga Dewan Mahasiswa Sumatera (DEMASU).

Dalam tuntutannya, massa menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Berbasis Online. Salah satu poin krusial dalam Perpres tersebut adalah pemangkasan potongan komisi driver oleh perusahaan aplikator menjadi maksimal 8 persen.

“Tagih janji Presiden, implementasikan Perpres Nomor 27 Tahun 2026!” teriak salah seorang orator dari atas mobil komando.

Salah seorang perwakilan massa menyampaikan bahwa hingga saat ini para pengemudi ojol di lapangan belum merasakan implementasi nyata dari aturan tersebut, meskipun regulasi ini sudah diumumkan lebih dari satu bulan yang lalu.

Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) AGN Sumatra Utara, T.M. Yusuf, dalam orasinya mendesak Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Daerah untuk lebih peduli pada fasilitas penunjang para driver. Ia menyoroti pentingnya ruang istirahat yang layak dan kebijakan parkir.

“Kita sudah hampir tiga kali mengawal ini. Kami meminta disediakan rest area di mall-mall agar ojol dan buruh bisa istirahat, ngecas handphone, dan sholat,” ungkap Yusuf.

Selain tempat istirahat, Yusuf juga meminta ketegasan dari pemerintah daerah terkait retribusi parkir bagi para ojol yang sedang mencari nafkah.

“Parkir gratis di setiap lokasi ramai. Tidak akan miskin Pemko atau Pemkab dengan menggratiskan parkir pada saudara-saudara kami Ojol Buruh Bersatu,” pintanya tegas.

Secara bergantian, perwakilan massa menyampaikan aspirasi dan menyerahkan surat tuntutan yang berisi empat poin utama, yaitu:

• Dukungan Penuh: Mendukung penuh kebijakan Presiden RI terkait penerbitan Perpres Nomor 27 Tahun 2026.

• Realisasi Potongan Komisi: Mendesak aplikator segera merealisasikan potongan komisi maksimal 8 persen.

• Tolak Sistem Slot: Menolak keras penerapan sistem slot yang dinilai merugikan driver secara sepihak.

• Hapus Program Memberatkan: Mendesak penghapusan program SGB PRO dan KGMP karena dinilai menyengsarakan mitra driver.

Massa meminta agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut dapat menjembatani aspirasi ini ke pemerintah pusat demi memperjuangkan nasib para driver yang merupakan warga Sumatera Utara.

Aksi damai yang mendapat pengawalan ketat dari personel kepolisian Polrestabes Medan dan Satpol PP Pemprov Sumut ini berjalan dengan tertib.

Merespons kedatangan massa, Pemprov Sumut yang diwakili oleh Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Sumut, Yuda Pratiwi Setiawan, langsung turun menemui para pengunjuk rasa. Yuda kemudian mengajak perwakilan massa untuk melakukan audiensi dan berdialog di Aula Dekranasda Provsu.

Dalam pertemuan tersebut, pihak Pemprov Sumut menegaskan akan menampung seluruh aspirasi dan tuntutan para driver Ojol. Pihaknya berjanji akan segera menyampaikan poin-poin tuntutan tersebut kepada pimpinan untuk diteruskan ke pemerintah pusat agar segera mendapatkan tindak lanjut.

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

LINI MASA

Jakarta Bergelombang! KSPSI AGN Sumut Membersamai Puluhan Ribu Buruh, KSPSI AGN Bergerak, Kawal Regulasi Perlindungan Pekerja
Kondisi Pasar Tidak Terawat, “Hidup Segan Mati Tak Mau” Forum Pedagang Pasar Tradisional Kota Medan Himbau Pedagang Pasar Untuk Membayar Kontribusi Dan Retribusi Pasar Yang Belum Di Serah Terimakan Pemko Langsung Ke Walikota
Harga Ayam Potong Melonjak, APPSI Sumut Bersama Dinas Ketapang Sumut Gelar Operasi Pasar di Medan, AWAS Minta Negara Jangan Kalah Dengan Mafia Kartel Pangan
Lama Menjabat Dan Tidak Ada Terobosan Atasi Anak Jalanan, Rico Waas Diminta Copot Khairuddin Dari Kadis Sosial Kota Medan
Praktek Suap dan Pungutan Liar, Fasilitas Mewah Di Lapas Jadi Sorotan Ombudsman RI
Jelang Munas PA ITM , Masjid AL Iqra’ Gedung Arca Di Robohkan, New Reborn, Rebut Kembali ITM
Di Duga Abai K3, Dewan K3 dan Disnaker Sumut Di Minta Periksa DLH Binjai Terkait Kecelakaan Kerja Penebang Pohon
Komisi XII DPR RI Di Minta Gelar RDP Terkait LHP Ombudsman RI Sumut Bahwa Imigrasi Sumut Melakukan Mal Administrasi Dan Dugaan Pelanggaran HAM

LINI MASA

Kamis, 24 September 2026 - 20:47 WIB

Jakarta Bergelombang! KSPSI AGN Sumut Membersamai Puluhan Ribu Buruh, KSPSI AGN Bergerak, Kawal Regulasi Perlindungan Pekerja

Kamis, 24 September 2026 - 13:49 WIB

Kondisi Pasar Tidak Terawat, “Hidup Segan Mati Tak Mau” Forum Pedagang Pasar Tradisional Kota Medan Himbau Pedagang Pasar Untuk Membayar Kontribusi Dan Retribusi Pasar Yang Belum Di Serah Terimakan Pemko Langsung Ke Walikota

Kamis, 24 September 2026 - 09:34 WIB

Harga Ayam Potong Melonjak, APPSI Sumut Bersama Dinas Ketapang Sumut Gelar Operasi Pasar di Medan, AWAS Minta Negara Jangan Kalah Dengan Mafia Kartel Pangan

Kamis, 24 September 2026 - 08:35 WIB

Lama Menjabat Dan Tidak Ada Terobosan Atasi Anak Jalanan, Rico Waas Diminta Copot Khairuddin Dari Kadis Sosial Kota Medan

Rabu, 23 September 2026 - 20:26 WIB

Praktek Suap dan Pungutan Liar, Fasilitas Mewah Di Lapas Jadi Sorotan Ombudsman RI

TAJUK HARI INI