Miris, TV Di Kantor Lurah Aur Kecamatan Medan Maimun Hilang, Ternyata Pelakunya Di Duga Lurah Non Aktif

- Jurnalis

Senin, 10 Agustus 2026 - 13:33 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🤝 Ayo Dukung Jurnalis Kritis dan Obyektif
+ Dukung

Miris, TV Di Kantor Lurah Aur Kecamatan Medan Maimun Hilang, Ternyata Pelakunya Di Duga Lurah Non Aktif (Dok-Foto)

Miris, TV Di Kantor Lurah Aur Kecamatan Medan Maimun Hilang, Ternyata Pelakunya Di Duga Lurah Non Aktif (Dok-Foto)

Majalahceo.id l Medan – Ketika seorang pejabat publik melanggar hukum, tindakan tersebut merusak kepercayaan masyarakat dan menghancurkan prinsip negara hukum.

Pejabat yang seharusnya mengayomi justru melakukan penyalahgunaan kekuasaan demi kepentingan pribadi atau kelompok.

Kejadian menghebohkan terjadi di kantor Lurah Aur Kecamatan Medan, dua TV Hilang di kantor Lurah.

Seklur mengatakan bahwa membenarkan bahwa TV di kantor Lurah hilang.

“Maaf ya bg yang 1 Uda di balekan yg 1 lagi rusak punya pak Reza yg lama bg,” ungkapnya.

Yudi Kepling Kelurahan Aur Lingkungan III mengatakan bahwa memang ada TV hilang tapi sudah di pulang Efrin Lurah Aur Non Aktif.

“Izin bang, pak efrin minta tolong ke saya minta tolong antar kan TV ke kantor lurah dan pak efrin menyampaikan sama saya kalau TV itu katanya rusak dan di perbaiki selain dari itu saya tidak mengetahui bang'” katanya.

Kaban Bhabinkamtibmas Kelurahan Aur mengatakan bahwa memang benar TV di kantor Lurah hilang.

“Ini kan udh ada niat dan kesempatan untuk menggelapkan kan, Itu sudah termasuk pidana, karena tv yang satu udh di pulangin, berarti udh jelas kan siapa tersangkanya,” pungkasnya.

Dampak Pelanggaran oleh Pejabat

Hilangnya Kepercayaan: Masyarakat kehilangan rasa percaya pada lembaga pemerintahan.

Ketidakadilan Sosial: Hukum seolah tajam ke bawah dan tumpul ke atas.

Kerusakan Sistem: Rusaknya tata kelola birokrasi dan pelayanan publik.

Bentuk Penyalahgunaan

Korupsi dan Suap: Memakai uang negara atau menerima suap untuk memperkaya diri.

Penyalahgunaan Wewenang: Melampaui batas wewenang atau bertindak sewenang-wenang.

Pelanggaran Etika: Mengabaikan sumpah jabatan dan moralitas publik.

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

LINI MASA

Harga Ayam Meroket, Satgas Pangan, TPID Dan UPTD Perlindungan Konsumen Mati Suri, Mafia Kartel Pangan Menari – Nari Diatas Penderitaan Rakyat
Di Saat Kota Medan Kekurangan RTH dan Menuju Go Green, Pemko Medan Kemana? Saat Terjadi Penebangan Pohon Secara Massif Di Sei Asahan
Rekomendasi DPRD Medan Di Duga Dianggap “Sampah”, Dishub Medan Di Duga Hanya Pencitraan/ Kemacetan/ Cctv ATCS Banyak Rusak Dan PAD Parkir Bocor
Proyek di Simpang Juanda Abai K3 Dan Tak Ramah Lingkungan, Disnaker Sumut dan Pemko Medan Di Minta Tindak Tegas
Emak – Emak Menjerit Harga Ayam Meroket Rp 54 Ribu Perkilo Di Kota Medan, Negara Kalah Dengan Mafia Kartel Pangan
Uang Negara Sudah Banyak Terkuras, AWAS Minta Meyli Jadi Whistleblower Utama Bongkar Permainan Dugaan Korupsi Di SPPG Sunggal 2 Kota Medan
Tak Miliki Empati, Di Saat Rakyat Kesulitan Air Bersih Dan Biaya Lumpur Tinja, PDAM Tirtanadi Malah Buat Acara Lomba Nyanyi, AWAS: Gak Nyambung
Rawan Kecelakaan, Di Duga Abai K3 dan Tak Miliki Izin Keramaian, Polsek Medan Kota Di Minta Segel Pasar Malam di Jalan Jati II

LINI MASA

Minggu, 13 September 2026 - 20:38 WIB

Harga Ayam Meroket, Satgas Pangan, TPID Dan UPTD Perlindungan Konsumen Mati Suri, Mafia Kartel Pangan Menari – Nari Diatas Penderitaan Rakyat

Minggu, 13 September 2026 - 18:21 WIB

Di Saat Kota Medan Kekurangan RTH dan Menuju Go Green, Pemko Medan Kemana? Saat Terjadi Penebangan Pohon Secara Massif Di Sei Asahan

Minggu, 13 September 2026 - 17:37 WIB

Rekomendasi DPRD Medan Di Duga Dianggap “Sampah”, Dishub Medan Di Duga Hanya Pencitraan/ Kemacetan/ Cctv ATCS Banyak Rusak Dan PAD Parkir Bocor

Sabtu, 12 September 2026 - 18:22 WIB

Emak – Emak Menjerit Harga Ayam Meroket Rp 54 Ribu Perkilo Di Kota Medan, Negara Kalah Dengan Mafia Kartel Pangan

Sabtu, 12 September 2026 - 13:17 WIB

Uang Negara Sudah Banyak Terkuras, AWAS Minta Meyli Jadi Whistleblower Utama Bongkar Permainan Dugaan Korupsi Di SPPG Sunggal 2 Kota Medan

TAJUK HARI INI