Jakarta Bergelombang! KSPSI AGN Sumut Membersamai Puluhan Ribu Buruh, KSPSI AGN Bergerak, Kawal Regulasi Perlindungan Pekerja

- Jurnalis

Kamis, 24 September 2026 - 20:47 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🤝 Ayo Dukung Jurnalis Kritis dan Obyektif
+ Dukung

Dalam aksi damai yang digelar keluarga besar KSPSI AGN bersama elemen serikat pekerja yang tergabung dalam Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI). (Dok-Foto)

Dalam aksi damai yang digelar keluarga besar KSPSI AGN bersama elemen serikat pekerja yang tergabung dalam Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI). (Dok-Foto)

Majalahceo.id l Jakarta — Gelombang massa buruh kembali bergerak menuju Ibu Kota. Puluhan ribu pekerja dari berbagai wilayah Jabodetabek, Jawa Barat, hingga sejumlah daerah lainnya memadati Jakarta, Kamis (24/9/2026), dalam aksi damai yang digelar keluarga besar KSPSI AGN bersama elemen serikat pekerja yang tergabung dalam Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI).

Sejak pagi, mobilisasi buruh mulai terlihat di sejumlah titik. Massa bergerak menuju kawasan Jakarta untuk mengikuti konsolidasi dan aksi yang dipimpin langsung Presiden KSPSI AGN, Andi Gani Nena Wea. Berdasarkan informasi konsolidasi, massa akan dipusatkan di kawasan Bundaran HI dengan jumlah peserta yang diperkirakan mencapai puluhan ribu orang.

Aksi kali ini membawa isu utama mengenai perlindungan dan kepastian hukum ketenagakerjaan. Buruh meminta pemerintah memberikan kejelasan mengenai arah pembentukan regulasi ketenagakerjaan baru yang dinilai penting untuk memberikan kepastian terhadap hak dan perlindungan pekerja.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sorotan juga diarahkan pada belum adanya kejelasan mengenai rancangan atau draf regulasi baru yang diharapkan mampu menjawab berbagai persoalan ketenagakerjaan. Bagi massa aksi, kepastian mengenai proses regulasi menjadi bagian penting dalam memastikan perlindungan pekerja memiliki landasan hukum yang jelas.

Tidak hanya berorasi, massa buruh juga menyiapkan petisi yang akan disampaikan kepada Pemerintah Republik Indonesia dan Presiden Prabowo Subianto. Petisi tersebut berisi aspirasi agar pemerintah memberikan kepastian mengenai pembentukan regulasi ketenagakerjaan serta memastikan serikat pekerja dilibatkan dalam proses pembahasannya.

KSPSI AGN dan KBPBI menegaskan aksi dilakukan secara damai sebagai bentuk penyampaian pendapat di muka umum. Massa meminta pemerintah membuka ruang dialog yang lebih luas dengan serikat pekerja sehingga kebijakan ketenagakerjaan yang dibentuk dapat mempertimbangkan kepentingan serta perlindungan pekerja.

Dengan berkumpulnya massa dari berbagai wilayah, aksi 24 September ini menjadi momentum bagi kelompok serikat pekerja untuk kembali menyuarakan agenda perlindungan ketenagakerjaan di tingkat nasional. Aspirasi mereka kini diarahkan kepada pemerintah agar memberikan kepastian regulasi, perlindungan pekerja, dan ruang partisipasi serikat buruh dalam proses penyusunan kebijakan ketenagakerjaan.

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

LINI MASA

Harga Ayam Melonjak, Emak – Emak Menjerit Di Saat Ekonomi Sulit, Kado Pahit Di Bulan Peternakan di Sumut, Mafia Kartel Pangan Ayam Menari Nari Diatas Penderitaan Rakyat
Pidanakan Kalapas Cibinong Yang Halangi Ombudsman Bongkar Pungli Dan Fasilitas Mewah, Ombudsman RI Sebut Dua Kali Di Halangi
Nadiem Makarim Dapat Keringanan! Hukuman Dipangkas Jadi 9 Tahun, Ada Hakim yang Ingin Bebaskan
Kondisi Pasar Tidak Terawat, “Hidup Segan Mati Tak Mau” Forum Pedagang Pasar Tradisional Kota Medan Himbau Pedagang Pasar Untuk Membayar Kontribusi Dan Retribusi Pasar Yang Belum Di Serah Terimakan Pemko Langsung Ke Walikota
Nvidia Tanam Rp80 Triliun di Batam, Dorong Indonesia Jadi Pusat Semikonduktor dan Data Center
Harga Ayam Potong Melonjak, APPSI Sumut Bersama Dinas Ketapang Sumut Gelar Operasi Pasar di Medan, AWAS Minta Negara Jangan Kalah Dengan Mafia Kartel Pangan
Lama Menjabat Dan Tidak Ada Terobosan Atasi Anak Jalanan, Rico Waas Diminta Copot Khairuddin Dari Kadis Sosial Kota Medan
Praktek Suap dan Pungutan Liar, Fasilitas Mewah Di Lapas Jadi Sorotan Ombudsman RI

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

LINI MASA

Jumat, 25 September 2026 - 15:36 WIB

Harga Ayam Melonjak, Emak – Emak Menjerit Di Saat Ekonomi Sulit, Kado Pahit Di Bulan Peternakan di Sumut, Mafia Kartel Pangan Ayam Menari Nari Diatas Penderitaan Rakyat

Kamis, 24 September 2026 - 21:45 WIB

Pidanakan Kalapas Cibinong Yang Halangi Ombudsman Bongkar Pungli Dan Fasilitas Mewah, Ombudsman RI Sebut Dua Kali Di Halangi

Kamis, 24 September 2026 - 20:47 WIB

Jakarta Bergelombang! KSPSI AGN Sumut Membersamai Puluhan Ribu Buruh, KSPSI AGN Bergerak, Kawal Regulasi Perlindungan Pekerja

Kamis, 24 September 2026 - 17:23 WIB

Nadiem Makarim Dapat Keringanan! Hukuman Dipangkas Jadi 9 Tahun, Ada Hakim yang Ingin Bebaskan

Kamis, 24 September 2026 - 13:49 WIB

Kondisi Pasar Tidak Terawat, “Hidup Segan Mati Tak Mau” Forum Pedagang Pasar Tradisional Kota Medan Himbau Pedagang Pasar Untuk Membayar Kontribusi Dan Retribusi Pasar Yang Belum Di Serah Terimakan Pemko Langsung Ke Walikota

TAJUK HARI INI