Majalahceo.id l Medan – Ketua DPW Partai NasDem Sumatera Utara, Iskandar ST, menegaskan bahwa kritik Wakil Ketua DPRD Sumut Ricky Anthony terhadap Gubernur Sumut Bobby Nasution—yang menyebut aksi walk out gubernur sebagai tindakan arogan—merupakan sikap resmi partai.
Polemik ini memicu perdebatan publik mengenai hubungan politik dan dinamika antara eksekutif dan legislatif di Sumatera Utara.
Konteks Polemik NasDem dan Bobby Nasution
Pernyataan Resmi: Iskandar ST menyatakan pasang badan dan menegaskan bahwa apa yang disampaikan oleh Ricky Anthony adalah sikap sah dari DPW Partai NasDem Sumut untuk menjaga marwah lembaga legislatif.
Alasan Walk Out: Di sisi lain, Gubernur Sumut Bobby Nasution memberikan klarifikasi bahwa keputusannya meninggalkan ruang sidang paripurna dikarenakan rapat tidak memenuhi syarat kuorum sehingga tidak dapat dilanjutkan secara aturan.
Terpisah, Koloborasi Lembaga Investigasi Aktifis dan Media Sumatera Utara (Kolega Sumut) mengatakan dirinya meminta Iskandar ST untuk juga bersikap terhadap Kadernya AT Anggota DPRD Medan yang sudah berstatus Tersangka oleh Polrestabes Medan.
“Jangan gajah di pelupuk mata tak tampak semut di seberang lautan tampak, apa sikap Iskandar ST dan sikap Partai terhadap AT Anggota DPRD Kota Medan yang sudah menjadi tersangka,” ungkapnya, Senin (10/8/2026)
Sebelumnya, Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Medan menetapkan anggota DPRD Kota Medan berinisial AT (Antonius Devolis Tumanggor) bersama anaknya sebagai tersangka kasus dugaan pengeroyokan terhadap tetangganya, Robin Marojahan Silalahi, di Jalan Tapanuli, Kecamatan Medan Barat, yang terjadi pada Jumat, 5 Juni 2026.
Detail Kasus dan Perkembangan HukumAwal Kejadian: Perselisihan dipicu kesalahpahaman suara mobil korban yang melewati polisi tidur di dekat rumah tersangka.
Status Tersangka: AT dan anaknya berinisial D ditetapkan sebagai tersangka oleh Polrestabes Medan pada akhir Juli hingga awal Agustus 2026.










