Nvidia Tanam Rp80 Triliun di Batam, Dorong Indonesia Jadi Pusat Semikonduktor dan Data Center

- Reporter

Kamis, 24 September 2026 - 12:55 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🤝 Ayo Dukung Wartawan Kritis dan Obyektif
+ Dukung

MAJALAHCEO | JAKARTA – Raksasa teknologi asal Amerika Serikat, Nvidia, resmi berencana menanamkan investasi senilai US$4,5 miliar atau setara Rp80,33 triliun di Indonesia. Investasi fantastis ini akan ditempatkan di Kawasan Ekonomi Khusus Batam, Kepulauan Riau, dengan fokus utama pada pembangunan pusat data serta pengembangan industri semikonduktor.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa pihak Nvidia telah membahas langsung rencana investasi tersebut di Batam. Langkah ini sejalan dengan strategi pemerintah untuk memperkuat infrastruktur digital dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

“Mereka berencana menanamkan modal sebesar US$4,5 miliar di kawasan ekonomi khusus yang telah kita siapkan,” ujar Airlangga dalam acara Antara Business Forum di Jakarta, Kamis, (24/9/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Batam dipilih karena memiliki sejumlah keunggulan kompetitif dibandingkan negara lain di kawasan ASEAN, antara lain ketersediaan lahan yang memadai, pasokan listrik yang andal, akses energi hijau, serta ketersediaan sumber daya air. Faktor-faktor ini menjadikan Batam lokasi strategis untuk pengembangan infrastruktur digital berskala besar.

Kebutuhan akan pusat data terus meningkat tajam seiring pesatnya perkembangan kecerdasan buatan. Saat ini, kapasitas pusat data nasional berada di kisaran 800 megawatt dan diproyeksikan meningkat menjadi 1,3 gigawatt seiring dengan berjalannya berbagai proyek yang telah masuk dalam perencanaan pemerintah.

Nilai ekonomi digital Indonesia saat ini mencapai sekitar US$180 miliar dan diproyeksikan melonjak menjadi US$400 miliar pada tahun 2030. Investasi Nvidia diharapkan menjadi pendorong utama pertumbuhan sektor ini, sekaligus menempatkan Indonesia bukan hanya sebagai pasar pengguna teknologi, tetapi juga sebagai pusat infrastruktur digital di kawasan ASEAN.

“Pengembangan ekonomi digital ini adalah sektor yang harus kita dorong. Kuncinya saat ini ada pada industri semikonduktor dan pusat data, dan sektor ini tidak terlalu bergantung pada gejolak perdagangan maupun kondisi geopolitik global,” tegas Airlangga.***

"Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari" "Follow"

LINI MASA

Bareskrim Tetapkan Tiga Jenderal Tersangka Penyadapan Prabowo, Publik Minta Proses Transparan
Jokowi Dijadwalkan Hadir Bersaksi di Sidang Roy Suryo pada 5 November 2026, Jaksa Panggil Juga Ajudannya
KPK Geledah Bea Cukai Kudus dan PT Djarum, Dalami Dugaan Penyimpangan Pita Cukai Rokok
Sosialisasi UU Pelindungan Tenaga Kerja dan Validasi Data Desil Bansos Jadi Perhatian Komisi IX DPR RI
RUU Perampasan Aset Dikebut DPR, Puluhan Masukan Diserap agar Tidak Disalahgunakan
Bahlil Bidik Pasokan BBM dari China, Pengamat: Perdagangan Energi Bilateral Berpotensi Menguat
Indonesia Siap Luncurkan Bensin E10 Tahun 2027, Pemerintah Siapkan 11 Pabrik Etanol Baru
Laksamana Widodo AS, Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut, Berpulang di Usia 82 Tahun

LINI MASA

Rabu, 4 November 2026 - 10:02 WIB

Bareskrim Tetapkan Tiga Jenderal Tersangka Penyadapan Prabowo, Publik Minta Proses Transparan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:32 WIB

Jokowi Dijadwalkan Hadir Bersaksi di Sidang Roy Suryo pada 5 November 2026, Jaksa Panggil Juga Ajudannya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:27 WIB

KPK Geledah Bea Cukai Kudus dan PT Djarum, Dalami Dugaan Penyimpangan Pita Cukai Rokok

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:23 WIB

Sosialisasi UU Pelindungan Tenaga Kerja dan Validasi Data Desil Bansos Jadi Perhatian Komisi IX DPR RI

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:37 WIB

RUU Perampasan Aset Dikebut DPR, Puluhan Masukan Diserap agar Tidak Disalahgunakan

TAJUK HARI INI