Malajahceo.id | Tanjungbalai – Pengurus Wilayah Ikatan Sarjana Melayu Indonesia Provinsi Sumatera Utara (ISMI Provsu) menyelenggarakan acara Jalan Sehat dan Diskusi Publik Pengurus Wilayah Ikatan Sarjana Melayu Indonesia Provinsi Sumatera Utara dengan tema “Menelusuri Jejak Perjuangan Sultan Ahmadsyah”.
Acara yang dilaksanakan, Minggu (8/11/2026) bertempat di Ladang Edukasi, Jalan Jati Pasar IV Mencirim ini dihadiri Wakil Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Fadly Abdina dan juga para pengurus ISMI Provsu.
Dalam pertemuan tersebut, Wakil Wali Kota Fadly Abdina menyampaikan berbagai hal yang menjadi alasan bagaimana Sultan Ahmadsyah menjadi Pahlawan Nasional.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Fadly mengatakan alasan Sultan Ahmadsyah menjadi pahlawan Nasional dikarenakan:
Perjuangan Melawan Belanda, dimana beliau (Sultan Ahmadsyah) merupakan pemimpin Kesultanan Asahan yang sangat gigih dan dikenal tidak pernah mau tunduk kepada kolonial Belanda, saat Belanda melancarkan ekspedisi militer ke wilayah Tanjungbalai pada tahun 1865, Sultan Ahmadsyah memilih menolak menyerah.
Perang Gerilya dan Pengasingan, beliau bersama rakyat dan saudara-saudaranya melarikan diri ke pedalaman untuk memimpin perang gerilya, karena resistensinya yang kuat, beliau sempat ditangkap dan diasingkan oleh Belanda ke Riau selama sekitar 20 tahun sebelum akhirnya dipulangkan kembali.
Warisan Sejarah, setelah masa pengasingannya, beliau mendirikan Masjid Raya Sultan Ahmadsyah di Kota Tanjungbalai, yang hingga kini menjadi simbol perjuangan dan cagar budaya penting di Sumatera Utara.
Dari sejumlah alasan tersebut, Wakil Wali Kota Fadly Abdina berharap perjuangan Sultan Ahmadsyah dapat kita kenang kembali dan menjadi motivasi besar untuk melanjutkan perjuangan beliau pada masa kini.
“Perjuangan para pendahulu bukan sekadar bagian dari sejarah, melainkan warisan nilai, semangat, dan keteladanan yang harus terus kita jaga dan sampaikan kepada generasi penerus,” ujar Fadly.
Fadly berharap perjuangan ini tidak sampai pada diskusi saja, diperlukan komitmen yang kuat dan kerjasama dengan melibatkan berbagai pihak yang memiliki pengetahuan, data, serta sumber sejarah yang relevan, dengan demikian, bahan pengusulan yang disusun tidak hanya menjadi narasi penghormatan, tetapi juga memiliki landasan sejarah yang kuat.
“Proses ini memerlukan kerja sama, kajian yang mendalam, dan dukungan semua pihak agar sejarah perjuangan beliau dapat terdokumentasi dengan baik dan dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya.
Menurutnya lagi, pertemuan dalam diskusi ini menjadi salah satu upaya untuk menggali lebih jauh sosok dan perjuangan Sultan Ahmadsyah yang dikenal sebagai sosok pejuang di Kota Tanjungbalai dan tentunya akan menjadi kebanggaan bagi masyarakat setempat saat nantinya ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional, melalui kegiatan ini diharapkan dapat memperkaya dokumentasi sejarah sebagai bahan pendukung pengusulan gelar Pahlawan Nasional kepada beliau dari Pemerintah, pungkas Wakil Wali Kota Muhammad Fadly Abdina.

















Komentar